26 C
Padang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Cegah Penyakit Dengan Gaya Hidup Sehat dan Bugar Dalam Keluarga
C

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Ns. Muthmainnah, M.Kep
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Masalah terbesar kesehatan dunia saat ini bukan lagi penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh virus atau wabah seperti cacar, kolera, polio, AIDS dan sebagainya. tapi dari penyakit-penyakit yang tidak menular atau yang dikenal dengan istilah non-communicable diseases. Penyakit tidak menular adalah kelompok penyakit kronis yang umumnya tidak dapat menular dari satu individu ke individu lainnya.

Penyakit ini biasanya berkembang secara lambat dalam jangka waktu yang panjang dan seringkali memiliki faktor risiko yang terkait dengan gaya hidup, lingkungan, dan faktor genetik. Kelompok penyakit tidak menular ini dapat memiliki dampak kesehatan jangka panjang yang serius dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Beberapa contoh penyakit tidak menular yang sering dijumpai di sekitar kita adalah penyakit kardiovaskular (jantung koroner, stroke, dan hipertensi), diabetes, kanker, dan obesitas.

Penyakit diatas timbul disebabkan oleh banyak faktor risiko, mudahnya dapat kita bagi menjadi dua faktor utama yaitu faktor yang dapat dikendalikan dan faktor yang tidak dapat dikendalikan. Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan seperti keturunan atau genetik, yang mana kita sebagai manusia tidak dapat merubahnya. Namun yang sering diabaikan orang, bahwa kita memiliki kendali yang besar terhadap suatu penyakit, apabila kita dapat mengontrol

faktor-faktor risiko yang dapat dikendalikan. Ada beberapa faktor risiko yang dapat kita kendalikan untuk mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular. Seperti menjalankan gaya hidup sehat dan melakukan perubahan positif dalam kebiasaan sehari-hari. Menjalankan pola makan yang sehat, aktif beraktivitas fisik, tidak merokok, check-up rutin adalah beberapa faktor risiko lainnya yang dapat kita kendalikan.

Dari beberapa faktor risiko yang dapat dikendalikan diatas dapat kita simpulkan bahwa gaya hidup berperan penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Data di Indonesia cukup memprihatinkan, bahwa trend obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Menurut data dari UNICEF dan WHO, jumlah orang dewasa dengan berat badan berlebih di Indonesia telah berlipat ganda selama dua dekade terakhir. Anak-anak dan remaja juga turut mengalami peningkatan obesitas, satu dari lima anak usia sekolah dasar dan satu dari tujuh remaja di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas antara lain adalah perubahan pola makan dari makanan tradisional ke makanan olahan yang tinggi lemak dan gula, akses murah dan mudah ke makanan yang tidak sehat, praktik pemasaran dan pengemasan yang eksploitatif, serta gaya hidup yang lebih banyak duduk dan kurang berolahraga (sedentary life). Obesitas mengancam kesehatan dan masa depan generasi Indonesia. Jika tidak ditangani dengan baik, generasi anak-anak kita selanjutnya berpotensi besar menjadi generasi dengan umur lebih pendek dari orang tuanya karena pola gaya hidup tersebut. Bayangkan betapa besarnya krisis kesehatan yang akan terjadi yang disebabkan oleh obesitas, dari biaya pengobatan yang lebih besar karena cenderung berisiko terkena penyakit, umur yang lebih

pendek, dan penurunan tingkat produktivitas dan kualitas hidup.

Memiliki gaya hidup yang sehat dan bugar merupakan bentuk pencegahan yang utama dan dapat dikendalikan untuk peningkatan kesehatan pada setiap orang di segala usia. Pada

tingkat komunal, keluarga merupakan satu kesatuan terkecil yang anggotanya terdiri suami istri dan anak di mana para anggotanya memiliki peran dan hak dan kewajiban tanggung jawab masing- masing atas segala hal yang berhubungan dengan kepentingan keluarga. Keluarga sebagai suatu institusi yang anggotanya akan saling mendorong satu sama lain sehingga akan mempercepat untuk terciptanya pola hidup dan kebiasaan individu yang sehat dan bugar.

Pendekatan kepada peran keluarga merupakan salah satu kunci untuk membentuk karakter dan kebiasaan individu dan kelompok. Bagi anak yang tumbuh di keluarga dimana orang tuanya rutin berolahraga, maka si anak kemungkinan besar akan mengikuti pola yang dicontohkan orang tuanya tersebut, demikian sebaliknya jika seorang anak tumbuh di keluarga yang tidak mementingkan aktivitas fisik, maka si anak tersebut berpotensi besar untuk mengalami kegemukan. Dengan menciptakan keluarga yang memiliki pola hidup dan kebiasaan sehat dan bugar, maka akan turut berperan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar.

Salah satu cara untuk mengoptimalkan kebugaran keluarga dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh manusia akan berhubungan erat dengan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan. Sebaliknya, apabila manusia tidak melakukan aktivitas fisik sesuai kebutuhannya maka kemungkinan besar akan mudah terjangkit penyakit akibat kurang gerak. Aktivitas fisik dan olahraga yang baik, benar, terukur, dan teratur dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta kebugaran jasmani.

Aktivitas fisik dan olahraga dilakukan sepanjang hayat untuk menunjang dan meningkatkan kualitas kehidupan, tanpa terkecuali baik bagi anak-anak maupun pada orang lanjut usia. Akan tetapi penurunan aktivitas fisik secara umum akan terjadi pada masa lanjut usia seiring dengan penurunan kemampuan otot, munculnya rasa kaku, dan sakit pada persendian. Selain membuat olahraga lebih menyenangkan, terlibat dalam berbagai kegiatan olahraga bersama keluarga dapat memberikan sistem pendukung bawaan yang dapat membuat semua orang termotivasi. Ini dapat memperkuat ikatan keluarga dengan berbagi pengalaman dan menciptakan memori bersama. Dengan melakukan kebugaran bersama keluarga, orang tua juga dapat memperoleh manfaat dari menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak mereka, turut serta membantu mereka membentuk kebiasaan yang sehat. Sementara itu, ketika anak-anak memiliki panutan dan belajar mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam kehidupan mereka di usia muda, mereka cenderung tetap aktif sepanjang hidup mereka dan bahkan akan mewariskan kebiasaan baik tersebut kepada anak cucu mereka kelak.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img