27 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bupati Suhatri Bur Ucapkan Selamat Kepada Wali Nagari Lubuak Aluang bergelar Datuak Mangkuto Alam
B

Kategori -
- Advertisement -

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,– Upacara batagak gala atau biasa disebut penobatan penghulu, merupakan upacara adat yang diadakan oleh salah satu kaum atau suku dalam suatu Nagari di Minangkabau. Dengan tujuan untuk mengangkat penghulu dengan memberikan gelar yang dipakai secara turun temurun dan telah disepakati oleh niniak mamak dalam Nagari, dilewakan untuk dihimbau di labuah nan golong di pasa nan rami (diberitahukan kepada seluruh masyarakat ramai untuk memanggil penghulu sesuai dengan gelar yang sudah dinobatkan tersebut).

Sekaitan dengan itu, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE. MM berkesempatan menghadiri upacara adat Batagak Gala Suku Koto “Datuak Mangkuto Alam” kepada Hilman H yang juga menjabat Wali Nagari Lubuak Aluang.

Acara prosesi secara adat yang dihadiri urang ampek jinih itu, berlangsung di Balerong Adat Korong Kampung V Koto Nagari Balah Hilie Lubuak Aluang Kabupaten Padang Pariaman, pada Minggu (19/12). Dilewakan oleh Asril Mukhtar Datuak Rangkayo Basa selaku Pucuak Adat Suku Koto dan didampingi Syaifulman Datuak Rajo Basa selaku Basa Adat Suku Koto.

Dalam kesempatan itu, Bupati Suhatri Bur selaku Pucuak Undang di Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan selamat kepada Hilaman yang dipercaya sebagai pimpinan tertinggi dalam kaum. Beliau mengatakan, bahwa Datuak Mangkuto Alam merupakan pucuk pimpinan dari anak kemenakan suku Koto dalam kaumnya.

“Sebagai seorang penghulu, Datuak Mangkuto Alam wajib mengurus segala hal yang berhubungan dengan kepentingan kesejahteraan dan keselamatan anak-kemenakannya. Biasanya pengangkatan penghulu dilakukan untuk mengganti penghulu yang lama dengan penghulu yang baru atau dapat juga untuk menambah jumlah penghulu”, ujar Suhatri Bur.

Bupati juga katakan, bahwa penghulu itu ibarat kayu gadang di tangah padang, nan baurek malimbago kabatang, nan babatang sandi andiko, nan badahan cupak jo gantang, nan barantiang barih balabeh, nan badaun rimbun dek adat, nan babungo mungkin jo patuik, nan babuah kato nan bana. Kemudian manyalasaikan silang jo salisieh, tinggi tampak jauh, dakek joloang basuo, tampek maniru manuladan, iyo dek urang di Nagari.

“Disamping itu, perhatikan betul larangan dan pantangan bagi seorang penghulu di dalam adat salingka Nagari. Demikian juga dalam melakukan pekerjaan yang tidak menurut alur dan patut, bagi seorang pemimpin atau penghulu dalam kaum”, pesan Bupati.

Menanggapi hal itu, Hilman Datuak Mangkuto Alam yang juga sebagai Ketua Forum Wali Nagari Kabupaten Padang Pariaman. Menyatakan siap untuk mengemban amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh niniak mamak dan keluarga dalam suku Koto di Nagari Balah Hilie Lubuak Aluang. Terutama dalam mengelola harta pusaka yang dimiliki atau Ulayat kaum, dan digunakan untuk kesejahteraan anak kemenakan dalam suku Koto.

“Insya Allah, saya “Baban barek singguluang batu” yang diemban akan dilaksanakan dengan baik, transparan dan adil. Sesuai tatanan yang berlaku dalam adat salingka Nagari dan syariat Islam. Segala keputusan yang diambil, tentunya melalui musyawarah dan mufakat dengan Pucuak adat dan Basa adat dalam suku Koto”, ujar suami dari Lidya Novita itu. (Prokopim/Andra)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img