spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Budi Febriandi, Setahun SAFARI Hanya Disibukan Dengan Isu Isu Perpecahan Yang Menguras Energi
B

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Satu tahun perjalanan kepemimpinan SAFARI belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan bagi pembangunan di Limapuluh Kota.

Mungkin kita dapat memahami dengan alibi bahwa tahun pertama itu melanjutkan apa yang telah direncanakan oleh Kepala Daerah periode sebelumnya. Cerita Budi Febriandi Kepada Redaksi BeritaSumbar.com pada Rabu 23/2 siang saat dimintai komentarnya tentang Setahun Limapuluh Kota dibawah Komando SAFARI (Syafaruddin Dt Bandaro Rajo – Rizki Kurniawan Nakasri).

Baca Juga: Satu Tahun Safari Memimpin Limapuluh Kota, Belum Banyak Perubahan-Sebatas Kegiatan Seremonial

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh SAFARI pada tahun pertamanya? Disamping menjalankan rencana yang sudah tertuang dalam APBD 2021, hal yang paling penting di tahun pertama kepemimpinannya adalah melakukan konsolidasi internal dengan merestrukturisasi organisasi perangkat daerah sesuai dengan visi misi serta RPJMD.

Alih – alih melakukan konsolidasi internal, Ujar Mantan Walinagari Sarilamak yang juga akademisi di Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ini, SAFARI malah disibukan dengan berbagai isu yang menguras energi, termasuk isu perpecahan Kepala Daerah dengan Wakil Kepala Daerah.

Bagaimana memasuki tahun kedua? Kita juga pesimis memasuki tahun kedua kepemimpinan SAFARI di Limapuluh Kota ini, hal dapat dilihat dengan postur APBD 2022 yang belum memenuhi ekspektasi publik termasuk menjalankan program dan kegiatan di tahun pertama RPJMD.

Sebagai contoh misalnya, disaat daerah memerlukan banyak anggaran untuk pembangunan yang dibutuhkan masyarakat, Pemerintah Daerah bersama DPRD malah sepakat mengalokasikan anggaran hibah yang cukup besar kepada instansi vertikal. Entah dengan alasan apapun, hal ini jangan terjadi lagi dalam penyusunan APBD 2023.

Baca Juga: Khairul Apit, Badai Prahara Belum Menampakan Mereda di Setahun SAFARI Nahkodai Limapuluh Kota

Selesaikanlah dulu urusan wajib pemerintah daerah dalam mengurus kepentingan warganya. Ingatlah bahwa janji – janji pemimpin kepada warganya akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak. Mestinya SAFARI fokus menyelesaikan program program prioritasnya, seperti pembanganan IKK, seperti pemindahan sejumlah Dinas dan Badan yang masih berkantor diwilayah administrasi Kota Payakumbuh ke IKK Sarilamak.

Pembangunan koneksitas antar wilayah dalam IKK dan IKK dengan Nagari – Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. Waktu sangat terbatas, tahun 2023 malah akan banyak disibukkan dengan sejumlah agenda politik menjelang 2024 tutup Budi Febriandi.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img