27.5 C
Padang
Friday, November 27, 2020
Beritasumbar.com

Lika Liku Perjalanan Hidup Hantar Budhi Mulyadi Promosi Doktor Keperawatan
L

Kategori -

BeritaSumbar,-Perjalanan hidup dan pendidikan yang berliku tidak menjadikan penghalang Putra pesisir Selatan ini meraih prestasi. Bahkan dengan menjadikan ini sugesti hingga pria yang bernama Budhi Mulyadi dipromosikan menjadi Doktor Keperawatan, Kamis (4/1) kemaren.

Meski tidak pernah bercita-cita menjadi Perawat atau masuk pendidikan Keperawatan, Budhi Mulyadi, mengungkapkan rasa syukur, dan menyatakan tidak salah memilih profesi sebagai Perawat.
“Jalan yang tidak mudah bagi saya. Seakan tanpa tahu tujuan dan bukan cita-cita jadi Perawat. Tetapi, hanya ikut saran Ibunda. Saya jalani kuliah di Akademi Keperawatan (Akper) Depkes Padang pada tahun 1993 hingga 1996,” ungkap Budhi Mulyadi mengawali pembicaraan.
Setelah tamat, masa itu tahun 1996, Budhi Mulyadi menjadi dosen di Akper Nan Tongga, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Dan, pada tahun 1998, suami dari Harlina, S.Pd. itu kemudian melanjutkan kuliah ke jenjang Sarjana Keperawatan di Universitas Indonesia.
Masa itu, jurusan Keperawatan masih berupa program studi yang didirikan tahun 1985. Bernama Program Studi Ilmu Keperawatan – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (PSIK-FKUI), maknanya masih tergolong baru. Dan, beliau sukses menyelesaikan pendidikan tersebut selama 3 tahun.
Sembari menjalani pendidikan, Budhi Mulyadi yang lahir pada tanggal 27 Januari 1974 itu, juga mengajar di Akper Dharma Bakti Jakarta, untuk menambah biaya kehidupan, seraya bertujuan mengasah keilmuan dan kemampuan dalam mengajar.
“Bagi saya ketika itu, luar biasa menjadi Perawat. Bukan hanya sekedar profesi bagi saya, tetapi Perawat adalah kehidupan saya, profesi yang membuat saya 180 derajat berubah menjadi lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi orang lain,” katanya mulai bersyukur menggeluti profesi sebagai Perawat pendidik.
Tidak puas sebagai Sarjana Keperawatan, Budhi Mulyadi alumni SMA Negri 1 Painan lulusan tahun 1992 itu, melanjutkan pendidikan ke Program Magister Keperawatan, Universitas Indonesia pada tahun 2007 dan tamat tahun 2009.
Masih di kampus yang sama, ayah dari Mutmainnah (17 tahun) dan Raudatul Hamidah (14 tahun) melanjutkan pendidikan ke Program Ners Spesialis, tepatnya Spesialis Keperawatan Komunitas, dan tahun 2010 Budhi Mulyadi sukses menyelesaikannya.
Sambil menjalani pendidikan, alumni SMP Negri 2 Padang lulusan tahun 1989 itu, juga mengajar di berbagai Sekolah Tinggi Kesehatan sebagai dosen tidak tetap, seperti di STIKes Abdi Nusantara, Akper Sri Bunga Tanjung Dumai, STIKes Indonesia Maju Jaya, STIKes Kesosi Jakarta, dan FIKes Universitas Borobudur.
Beliau juga menjadi dosen ‘terbang’ di STIKes Bani Saleh, Universitas Esa Unggul, STIKes Indonesia, Padang, dan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas MH Thamrin, serta mengajar di kampus tempat ia menimba ilmu, yakni di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Sebagai Perawat pendidik, Budhi Mulyadi juga dikenal sebagai aktivis, ia pernah menjabat Ketua Bidang Hukum dan Humas Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Padang Pariaman priode (2003-2005), dan di priode yang sama, beliau juga sebagai ketua umum organisasi kemanusian, yaitu Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Padang.
Budhi Mulyadi juga dipercaya sebagai direktur eksekutif Pusat Kajian Indonesia Sehat (PAKIS), dan tercatat sebagai pengurus pusat, sekretaris 1, Himpunan Perawat Gawat Darurat Indonesia ( HIPGABI), dan pendiri Yayasan Peduli Kesehatan Indonesia, serta pendiri dan pembina Community Health Nursing Education and Research Center(CHNERC).
Selain sebagai Sekretaris Jendral Gerakan Masyarakat Anti AIDS & Narkoba (GEMPAR), Budhi Mulyadi juga menunjukan ketertarikannya mengupas seputar kehidupan anak jalanan dan pencegahan penularan penyakit HIV/ AIDS.
Hal itu, ia buktikan dengan diterbitkan tiga buku karyanya berjudul, “Panduan Untuk Anak Jalanan Dalam Menghadapi Masa Puber, ” dan dua lagi buku berjudul, “Pedoman Fasilitator Pendidik Sebaya Dalam Pencegahan Penularan HIV dan Penatalaksanan AIDS Pada Anak Jalanan,” serta buku berjudul, “Buku Ajar Keperawatan Komunitas,” penerbit Stikes Kesosi. ISBN:978-602-18497-0-5.
Selain menulis buku, Budhi Mulyadi juga terlibat sebagai anggota tim peneliti bersama Yale University, tahun 2014-2015. Penelitian tentang, ‘Continunity of Care HIV/AIDS for Prison.’
Kemudian, Budhi Mulyadi bersama tim, diantaranya; Sigit Mohammad Nuzul, S.Kep dan Ahmad Zaki Anshori, S.Kom sukses memperoleh Juara 1 Lomba Inovasi Universitas Indonesia tahun 2017, Finalis Lomba Inovasi Kemenristekdikti tahun 2017, dan Penghargaan Tanoto Foundation Student Research Award tahun 2017 atas karya mereka bernama ‘ATM Sehat.’
Terkait karya dan Inovasi ‘ATM Sehat’ yang digagas Budhi Mulyadi dan tim, akan diwawancara oleh Jawa Pos Televisi, tayang pada Minggu, 7 Januari 2018, pukul 09.30 wib dan 17.00 wib. Sedangkan, pada tanggal 8 – 22 Januari 2018, Budhy Mulyadi dan tim juga diundang mengikuti program Leaders in Innovation Fellowships (LIF) yang akan berlangsung di Inggris.
Kendati telah mengecap beberapa prestasi bergengsi, serta melewati berbagai lika-liku perjalanan pendidikan dan penelitian, Budhi Mulyadi belum berpuas diri akan pentingnya menuntut ilmu pengetahuan, terutama di bidang Keperawatan.
Pada tahun 2011, Budhi Mulyadi memutuskan melanjutkan pendidikan ke Program Doktoral Ilmu Keperawatan. Program tersebut terbilang baru di Indonesia, dibuka pada tahun 2008 di Universitas Indonesia dan satu-satunya di Indonesia.
Terpisah, berdasarkan informasi dari Prof.Achir Yani S.Hamid, M.N., D.N.Sc. selaku guru besar di Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia (FIK-UI) saat dimintai keterangannya malam, Rabu (3/1/2018) melalui pesan elektronik menyatakan, ” sejak berdiri tahun 2008, program studi Doktor Keperawatan hingga tanggal 9 Januari 2018 mendatang, akan melahirkan 60 Doktor Keperawatan lulusan FIK-UI.”
“Tanggal 3 Januari 2018, ada 58 lulusan Doktor Keperawatan. Tapi, dalam satu minggu ini, akan ada dua doktor baru, ” tambah Prof. Yani.
Termasuk, hari ini, Kamis (4/1/2017), Budhi Mulyadi, anak ranah Minang asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu mengikuti sidang terbuka upacara promosi Doktor Keperawatan di Gedung Pendidikan dan Laboratorium, Fakultas Ilmu Keperawatan Indonesia, Kampus UI, Depok.
Beliau, Dr.Budhi Mulyadi, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. berhak menyandang gelar tersebut, karena berhasil mempertahankan disertasinya berjudul, ” Pengembangan Model Puskesmas Sahabat Remaja (MPSR) di Keluarga dengan Remaja Berisiko Seks Bebas di DKI Jakarta,” dihadapan Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., P.hD. selaku promotor, dan Dewi Irawaty, MA.,Ph.D. serta Dr.Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M. selaku ko-promotor.
Akhirnya, anak Minang yang tidak pernah bercita-cita atau memimpikan jadi Perawat itu, menyandang gelar Doktor Keperawatan demi melanjutkan rentetan dan catatan sejarah perkembangan Ilmu Keperawatan di Indonesia.(aw/za)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Mahyeldi Audy Punya Kedekatan Dengan Pemerintah Pusat

Oleh Reido Deskumar Mahyeldi Audy tidak hanya memiliki visi misi dan program unggulan yang handal, akan tetapi juga memiliki...

Andes : “Warga Harau dan Kecamatan Payakumbuh Pilih Darman Sahladi-Maskar No Urut 2”

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Gerakan politisi yang satu ini untuk kemenangan Darman Sahladi-Maskar M Dt Pobo, patut diacungi jempol. Yaitu Marsanova Andesra.

“Trinda Farhan Menyelami Visi Mulia Agam Madani Aristo Munandar”

Oleh Syaddam Anelka Abdillah Siapa yang tak kenal dengan Nama yang satu ini, Seorang Bupati yang ramah, mudah senyum...

LIMAPIA Datangi Kantor DPRD Padang Pariaman

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,- Selasa 24/11 siang Mahasiswa yang tergabung dalam Lingkaran Mahasiswa Piaman (LIMAPIA) datangi gedung perwakilan rakyat Kabupaten Padang Pariaman. Kedatangan calon...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -