30.2 C
Padang
Thursday, December 3, 2020
Beritasumbar.com

BMKG: Jarak Pandang Bukittinggi-Agam Kurang 1.000 Meter
B

Kategori -

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun GAW Koto Tabang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat melaporkan jarak pandang di Bukittinggi, Agam dan sekitarnya kurang dari 1.000 meter akibat kabut asap kiriman provinsi tetangga.

“Semakin berkurangnya jarak pandang di daerah itu karena jumlah sebaran titik panas di Pulau Sumatera yang semakin banyak,” kata Kepala Seksi Meteorologi BMKG GAW Koto Tabang, Budi Satria saat dikonfirmasi dari Padang, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan terakhir satelit Terra & Aqua pada 20 Oktober pukul 05.00 WIB terdapat 676 titik panas yang tersebar di Pulau Sumatera.

“Titik panas ini ialah 553 titik di Sumatera Selatan, 82 titik di Jambi, 21 titik di Riau, 17 titik di Kepulauan Bangka Belitung, 2 titik di Lampung dan 1 titik di Kepulauan Riau,” kata dia.

Ia mengatakan sebaran titik panas di Sumatera ini mengakibatkan buruknya kualitas udara akibat kabut asap di Sumbar.

“Pantauan titik panas dalam dua hari terakhir mengindikasikan banyaknya sumber kabut asap yang terdeteksi di bagian selatan Pulau Sumatera, sementara arah pergerakan udara lapisan atas tetap berasal dari wilayah tersebut,” kata dia.

Ia mengatakan angin berhembus dari selatan ke tenggara sehingga Sumbar menjadi salah satu daerah yang terimbas polusi kabut asap.

Berdasarkan pantauan PM10 pada 20 Oktober pukul 07.00 WIB kualitas udara berada pada level tidak sehat dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 213 ug/m3.

“Prospek kabut asap pada Selasa (20/10) diprediksi masih menyebabkan penurunan kualitas udara di Sumbar,” kata dia.

Peluang hujan secara tidak merata berada di Sumbar bagian pesisir dan Kepulauan Mentawai pada sore hingga malam hari.

“Periode peningkatan kepekatan kabut asap diperkirakan terjadi pada pagi hingga menjelang sore hari,” kata dia.

Selain itu, prospek kabut asap keesokan hari, Rabu (21/10) diprediksi belum signifikan adanya potensi hujan di bagian selatan Sumatera sehingga akan menyebabkan tingginya peluang kemunculan titik panas di wilayah tersebut.

“Sementara peluang hujan di Sumbar terjadi secara sporadis, bagian tengah dan timur provinsi tersebut masih lebih rentan terhadap dampak kabut asap pada Rabu, (21/10),” kata dia.

Sementara salah seorang warga Agam, Zulkarnain (23) mengatakan kabut asap yang melanda daerah itu semakin pekat dari hari ke hari.

“Jarak pandang terbatas sehingga perlu menghidupkan lampu kendaraan saat berkendara serta pekatnya kabut mengharuskan warga memakai masker saat keluar rumah,” kata dia.

Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah kabut asap di daerah itu agar tidak banyak lagi penyakit yang ditimbulkan. (Ant/Oleh Junisman)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Satgas Covid-19: Pengalaman Libur Panjang Sebelumnya Jadikan Pelajaran

JAKARTA - Mendekati akhir tahun, libur panjang menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat. Namun Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat belajar dari pengalaman pada...

Jaga Sungai Dari Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Laksanakan Goro

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Kepedulian terhadap sungai merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dan dilakukan secara bersama-sama tanpa terkecuali. Pasalnya, tanpa keberadaan sungai yang...

7 Pelaku Yang Mengumandangkan Seruan Jihad Minta Maaf

Jawa Barat,- Sempat viral di media sosial akhirnya 7 orang pelaku yang mengubah seruan azan minta maaf. Mereka diketaui dari hasil gerak...

Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Bantu Kerugian Penabrak Mobil Dinas Yang Sedang Parkir

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Malang tak dapek ditulak pepatah itu sering dilantunkan oleh masyarakat Minangkabau Sumatera Barat umumnya. Beberapa waktu yang lalu,...

Warga Digemparkan Dengan Api Menyala Di Drainase Belakang SPBU Parit Rantang

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Warga Parit Rantang Payakumbuh Barat sekitar jalan Padang tepatnya belakang SPBU pada Sabtu 28/11 pagi dibuat geger bahkan ada yang histeris....
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...
- Advertisement -