28.4 C
Padang
Rabu, Agustus 4, 2021
Beritasumbar.com

Benarkah Koruptor Tidak Punya Kemaluan ?
B

Kategori -

BeritaSumbar.com,-Guru Pengembangan Pribadi Lily Tomkins pernah berujar, “hal yang menjadi permasalahan dalam balap tikus adalah bahwa sekalipun Anda menang, Anda tetap seekor tikus”. Siapa yang mau disebut tikus walaupun pemenang? Apa tidak malu disebut tikus, binatang pengerat yang terkenal rakus.

Sewaktu masih di Universitas Andalas Padang, Saldi Isra berkata “Para koruptor yang ditangkap, ditahan bahkan diadili serta dijauhi hukuman lebih memilih malu daripada miskin; Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi seharusnya jangan terperangkap pada prinsip bahwa pemidanaan hanya pada terpidana saja; Semua orang yang menikmati seharusnya kena juga” (Jurnal Nasional, 22 April 2009). Saldi Isra sekarang sudah menjadi Hakim di Mahkamah Konstitusi dan pendapatnya ini ia kemukakan dalam Lokakarya dengan judul “MENDORONG RUU KORUPSI YANG IDEAL”. Namun apakah benar orang korupsi karena takut miskin? Apa benar, lebih baik malu daripada miskin? Apakah kini juga masih berlaku?

KEMALUANNYA TAK LAGI MEMALUKAN

Koruptor memang bukan Pekerja Seks Komersial tetapi apakah benar alat kemaluan para koruptor tidak lagi berfungsi sehingga berani pasang muka didepan umum dan kamera tv. Bagaimana dengan  Nazaruddin Sjamsuddin yang terpaksa cuti dari Penjara untuk menjadi wali pernikahan putrinya? Biar bagaimanapun tetap saja malu! Rekannya Mulyana W. Kusuma yang beberapa waktu usai bebas dari Lembaga Pemasyarakatan memang beberapa kali nongol di TV namun terkesan perasaan malunya tidak bisa ditutup-tutupi. “Lebih baik malu daripada miskin” mungkin hanya ungkapan sesaat dari mereka-mereka yang sudah punya niat namun belum punya kesempatan. Kalau punya kesempatan dan tertangkap apalagi ditahan bahkan hingga dipidana dan usai bebas pun, yang namanya kemaluan tetap saja ada. Tidak percaya, coba saja telanjang bulat!

Kecuali gila, hal yang membedakan manusia dengan Jin, Setan dan Binatang adalah “rasa malu”. Dan rasa ini ada sejak Nenek Moyang manusia nabi Adam dan Hawa diturunkan dari surga ke dunia. Dulu di surga, mereka telanjang tidak malu karena perasaan ini belum berikan Tuhan. Didunialah rasa malu tercipta. Pendeknya rasa malu adalah rasa sebagai manusia normal yang diciptakan Tuhan untuk kita. Rasa malu manusia tidak melulu karena seks atau alat kelamin, bisa pula karena rupa wajah, rupa badan sampai rupa kelakuan. Rupa kelakuan yang jelek terutama yang lahir karena tindak pidana korupsi tetap saja membuat rasa malu. “Saya tidak percaya seorang koruptor tahan pasang muka berlama-lama didepan umum, didepan kamera apalagi disaksikan anak istri/suami, orang tua/mertua. Suatu saat pasti akan tertunduk malu”.

Berbeda dengan rasa malu berkenaan akan alat kelamin yang bisa ditutupi dengan celana dan pakaian, dengan apa menutupi rasa malu karena tindak pidana apalagi korupsi? Topi hanya menutupi kepala, masker hanya menutupi sebagian wajahnya. Namanya yang menjadi jelek, bagaimana menutupi nama yang menjadi jelek? Siapa saja yang pernah mendengar nama Gayus Tambunan, Setya Novanto, Urip Tri Gunawan dan lain-lain asosiasinya langsung ke korupsi bahkan “kalau kita mengetikkan nama Gayus Tambunan atau Setya Novanto di mesin pencari Google sampai sekarang masih bisa dilihat dan dibaca apa-apa yang pernah mereka lakukan termasuk korupsinya”.

Selama masih sehat jasmani dan rohani setiap orang bahkan koruptor tetap punya perasaan malu bahkan anak istri/suami pun ikut kena imbasnya. Belum lagi bila korupsi yang pernah dilakukan adalah korupsi berjamaah dari anggota keluarga sendiri. Lebih memalukan lagi. Lebih-lebih bila kakak beradik (seperti Ratu Atut dan Wawan), suami istri (seperti Nazaruddin dan Neneng, istrinya), anak dan bapak (seperti Bupati dan Anggota DPRD di salah satu Kabupaten di pulau Madura). Memang belum ada  satu blok penjara dihuni satu keluarga besar yang korup. Kalau benar kejadian, bisa masuk Guinness Books of Record! Kalau Adik-kakak, suami-istri atau bapak dan anak tinggal tanya Pak Jayasuprana, bisa apa tidak dimasukkan kedalam Musium Record Indonesia.

BUKAN MALU TAPI SERAKAH!

Lebih baik malu daripada miskin? Lebih baik mana hidup miskin dengan kemungkinan bangkit untuk menjadi kaya atau hidup kaya karena korupsi  dalam sel penjara dengan kemungkinan besar akan miskin karena segala harta hasil korupsi bakalan disita oleh negara? Seperti pernah Saya ulas dalam tulisan-tulisan saya yang lain bahwa “koruptor itu bukanlah orang sembarangan, bukan karena koruptor itu pejabat publik atau negara. Korupsi itu hanya bisa dilakukan oleh pejabat publik atau negara dengan kualitas tertentu yakni SERAKAH”. Hanya yang serakahlah yang bisa korupsi. Mereka yang tidak serakah bisa hidup dengan gaji dan tunjangan saban bulan. Apalagi saat ini, gaji Pegawai Negeri Sipil berada diatas Upah Minimum Regional manapun.

Miskin, ga bakalan apalagi sekarang ini! Negara tidaklah boleh punya aparatur pemerintahan yang hidupnya miskin apalagi sampai gaji dan tunjangan sebulan hanya bisa menutupi ongkos penghidupan sampai 20 hari saja. Dulu memang ada hingga Masa Orde Baru, namun sisa yang 10 hari bisa anggota keluarga yang lain dari istri anak yang sudah dewasa ikut mencari nafkah. Sedikit sekali pejabat negara atau pemerintah yang serakah dengan taruhan rasa malu atau disumpahin orang dengan pelbagai macam jenis penyakit.

Pendeknya, sekarang ini “mereka yang korupsi bukan karena takut miskin. Mereka memang serakah”. Saking serakahnya tidak lagi bisa membedakan mana yang halal dan haramnya, mana gaji dan tunjangannya sebagai aparatur pemerintah atau negara dan hasil “menyembelih hak orang lain”. Semuanya dimasukkan kedalam kantong dan dipakai untuk ngempanin anak bini sampai pergi haji.

 

Penulis: TEGUH ARIANTO
Alumni: Fakultas Hukum Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Ny.Nevi Syafaruddin Dt Bandaro Rajo Lantik Ketua PKK Kecamatan Kapur IX

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Senin 2/8 Ketua PKK Kecamatan Kapur IX dilantik. Pelantikan tersebut dilansungkan di gedung UDKP Kecamatan Kapur IX.
- Advertisement -

23 Positif Covid-19 Dan 8 Bebas Isolasi Di Payakumbuh

Payakumbuh - Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh kembali mengumumkan terjadinya penambahan kasus positif Covid-19 yang hasil swabnya keluar Senin (02/08) sebanyak 23 orang dan delapan bebas isolasi.

Qori Lestari Semangati Masyarakat Jalani PPKM Lewat Rilis Lagu Jangan Menyerah

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat Qori Lestari tersentuh dan terinspirasi menulis lagu Jangan Menyerah. Dokter cantik asal Kota Bandung tersebut ingin menyemangati masyarakat Indonesia dalam menjalaninya.
- Advertisement -

Unit Pemberantasan Pungli Kota Payakumbuh laksanakan Sosialisasi Pencegahan Pungli dan Gratifikasi bagi ASN dan Penyedia/Rekanan

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Unit Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kota Payakumbuh mengadakan sosialisasi pencegahan pungli dan gratifikasi dalam pengadaan barang dan jasa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta bagi penyedia/rekanan yang bekerjasama dengan Instansi di Pemerintah Kota Payakumbuh yang digelar di Aula Ngalau Indah lantai 3 Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu(28/7).

Ny.Nevi Syafaruddin Dt Bandaro Rajo Lantik Ketua PKK Kecamatan Kapur IX

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Senin 2/8 Ketua PKK Kecamatan Kapur IX dilantik. Pelantikan tersebut dilansungkan di gedung UDKP Kecamatan Kapur IX.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kuliah Daring, Belajar Sambil Bekerja Di Masa Pandemi

Penerapan Kuliah Daring berawal sejak pandemi Covid-19 pada bulan Maret tahun 2020 di Indonesia, dimana segala aktivitas perkuliahan di lakukan melalui Program Daring, adapun beragam fitur media sosial di gunakan untuk bertatap muka guna kegiatan tersebut antara lain ; Zoom Meeting, Google Meet, WAG, E-Learning,serta aplikasi media lainnya.

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.
- Advertisement -