Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com,-Ari Kurniawan,Pemuda kelahiran 1987 asal Jorong Padang Cubadak Nagari Bukik Sikumpa Kecamatan Lareh Sago Halaban alami penyakit yang tidak biasa pada mata sebelah kanannya. Sayang karena faktor ekonomi jua, Ari tidak sanggup untuk mengobati matanya secara medis. Dan saat ini berharap ada uluran tangan para dermawan untuk bisa dia berobat dengan layak.

Menahan rasa sakit yang kian hari kian bertambah, Ari Kurniawan, hanya bisa pasrah terbaring diatas kasur tipis dengan seprai kusam dan kumal di ruang tengah, saat awak media Luak Limopuluah berkunjung kerumahnya di Jorong Padang Cubadak, Nagari Bukiksikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Senin (18/11) siang.

Bola mata kanannya terlihat menonjol seperti gumpalan daging berwarna Merah. Kelopak matanya tak lagi bisa menutup bola mata yang sudah terlihat seperti gumpalan daging seukuran ujung jempol orang dewasa itu.”Kepala saya terasa sakit sebelah kanan ini,”ucap pria yang belum berkeluarga ini terdengar merintih kesakitan.

Terlihat jelas, tindakan medis yang seharusnya didapatkan untuk kondisi penyakit seperti ini, belum dilakukan. Sebab kendala biaya untuk melakukan perawatan ke rumah sakit dengan biaya yang boleh disebut tak dimiliki keluarga Ari.

Anak bungsu dari lima orang bersaudara, Ari hanya tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah tua. Ayahnya, Mansir sudah berusia 88 tahun. Sementara ibunya, Yusnidar sudah berusia 62 tahun. Tentu saja tidak lagi produktif secara ekonomi.

“Dari ma piti awak bisa baubek tek,”ucap Ari Kurniawan sambil tetap berbaring dan berusaha membuka mata kirinya. Pria muda ini  merasa berobat ke rumah sakit sesuatu yang mustahil dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sudah pasti tak mampu.

Memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS mandiri. Ari sudah menunggak dan dibantu Pemerintah Nagari Bukiksikumpa untuk membayarnya. Hanya saja biaya untuk merawat dan untuk orang yang akan menunggui juga menjadi persoalan berat bagi keluarga ini.

Alhasil, selama dua tahun mengalami penyakit yang sangat berat itu, Ari terpaksa pasrah menahan rasa sakit saban hari, tanpa upaya pengobatan lebih lanjut. Padahal seharusnya sudah ditangani secara intensif di rumah sakit untuk kesembuhannya.

Sudah terlihat semakin lemah, Ari yang sebelumnya masih sanggup berdiri dan berjalan untuk sekedar duduk dan mandi membersihkan diri, sekarang sudah jauh lebih memburuk. Jika dalamwaktu dekat tak kunjung mendapatkan perawatan, kondisinya dipastikan semakin lemah.

Jikamampu untuk sekedar duduk, Ari hanya mampu bertahan beberapa menit saja. Sebab mengeluhkan kepalanya yang sakit. Tidak itu saja, menelan air minum dan untuk sekedar mengunyah dan menelan makanan, Ari sekarang terlihat mulai sangat kesulitan.

“Mengunyah sesendok kecil nasi sajo, Ari kini lah payah,”ucap Ibu Yusnidar didampingi Kepala Jorong Padang Cubadak, Elvi Yenti saat mendampingi awak media, kemarin.

Salah seorang petugas kesehatan dari Puskesmas Pakan Rabaa, Yanniwarti, yang selalu memberikan perhatian untuk Ari. Hanya saja untuk penyakit seperti yang dialami Ari, Puskesmas tidak bisa berbuat banyak.”Penyakit seperti ini, seharusnya memang sudah ditangani rumah sakit,”ucap bidan yang biasa disapa Yan ini.

Sebelumnya Ari, sudah dibawa kerumah sakit dan dirujuk ke M Djamil Padang. Namun setelah berobat selama beberapa waktu, Ari terpaksa pulang karena tak cukup biaya dan terkendala orang yang akan menunggui dirumah sakit.

“Mudah-mudahan ada yang peduli dan membantu biaya pengobatan Ari, sehingga bisa dirawat dirumah sakit dengan layak,”harap Kepala Jorong, Elvi Yenti bersama petugas kesehatan Puskesmas Pakan Rabaa, Yan dianggukkan kedua orang tuanya.

Jika masyarakat ingin ikut membantu meringankan beban keluarga ini, bisa menghubungi keponakannya, Anggun Anggraini di nomor ponsel 0852-6686-6368 atau Whatsaap 0853-6593-2553. Jika ingin berdonasi langsung bisa ke nomor Rekening Bank BRI : 5499-01-013467-53-0 atas nama Anggun Anggraini.(*)

loading...