24 C
Padang
Kamis, Juli 29, 2021
Beritasumbar.com

APBD 2015 Turun. Gubernur Sumbar Sampaikan Nota Pengantar RKUA PPAS
A

Kategori -

Secara umum, gambaran Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Sumatera Barat tahun 2015 terjadi penurunan, baik dari pendapatan maupun belanja daerah. Pendapatan daerah diproyeksikan turun 0,71 persen dari APBD 2014. Sementara, Belanja daerah turun 3,46 persen.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (RKUA PPAS) APBD tahun 2015 dalam sidang paripurna DPRD, Senin (18/8). RKUA PPAS ini ditargetkan tuntas sebelum masa jabatan DPRD Sumbar periode 2009-2014 berakhir pada 28 Agustus 2014 mendatang.

Rencana pendapatan dan penerimaan pembiayaan pada RKUA PPAS adalah sebesar Rp3,623 Triliun. Pendapatan daerah turun sekitar Rp24,8 Miliar dari Rp3,497 Triliun pad tahun 2014 menjadi Rp3,472 Triliun. Sementara alokasi belanja dan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp3,623 Triliun dimana total belanja diproyeksikan sebesar Rp3,483 Triliun, turun Rp125,8 Miliar atau 3,46 persen dari tahun 2014 sebesar Rp3,609 Triliun.

Irwan Prayitno menjelaskan, turunnya pendapatan dan belanja daerah tersebut karena belum termasuk penerimaan melalui dana perimbangan yaitu komponen Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal ini karena belum adanya kepastian alokasi dana dari pemerintah pusat. Disamping itu, alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) masih menggunakan besaran pendapatan tahun 2014.

Tahun 2015 mendatang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat diprediksi naik 3,3 persen dari Rp1,569 Triliun menjadi Rp1,620 Triliun atau naik sekitar Rp51,8 Miliar. Diantara PAD tersebut adalah dari pajak daerah yang diprediksi naik sebesar Rp32,3 Miliar lebih dari Rp1,262 Triliun menjadi Rp1,294 Triliun lebih ( naik 2,56 persen). Restribusi daerah meningkat sebesar Rp291,5 juta dari Rp13,036 Miliar menjadi Rp13,328 Miliar.

Namun, dari dana perimbangan, sementara diprediksi turun sebesar Rp75,539 Miliar dari Rp1,36 Triliun menjadi Rp1,28 Triliun atau turun 5,55 persen. Bagi hasil pajak/ bukan pajak akan turun sebesar 12 persen dari Rp175,93 Miliar menjadi Rp154,50 Miliar. Dana DAU diprediksi sekitar Rp1,130 Triliun, sama dengan tahun lalu karena belum ada besaran pasti tentang alokasi karena APBN belum ditetapkan.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah juga diperkirakan turun sekitar Rp1,023 Miliar atau 0,18 persen dari Rp568,82 Miliar menjadi Rp567,8 Miliar. Sedangkan penerimaan pembiayaan diperkirakan turun 33,3 persen dari Rp225 Miliar menjadi Rp150 Miliar. Turunnya penerimaan pembiayaan ini dimungkinkan sebagai upaya peningkatan serapan anggaran APBD tahun 2014. Irwan Prayitno menegaskan, upaya peningkatan serapan APBD tahun 2014 akan dimaksimalkan sehingga mengurangi sisa lebih penghitungan anggaran (SILPA) pada tahun 2015 nanti.

“Untuk mengurangi SILPA, kita akan memaksimalkan peningkatan serapan anggaran sehingga tidak terlalu banyak sisa anggaran pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Leonardy Harmainy berharap, anggota DPRD yang hampir sampai pada akhir masa jabatan dapat mengoptimalkan pembahasan RKUA PPAS APBD 2015. Ia menyarankan agar RKUA PPAS APBD tahun 2015 dapat memfokuskan kepada hal-hal yang menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015.

“Hendaknya program-program yang sudah menjadi prioritas dalam rangka pencapaian RPJMD menjadi perhatian sehingga apa yang sudah ditargetkan dalam pembangunan daerah lima tahun sejak 2010 lalu dapat tercapai,” kata Leonardy.

Leonardy mengingatkan, APBD tahun 2015 juga merupakan APBD terakhir Gubernur Sumbar periode 2010-2015 dan APBD terakhir RPJMD Sumbar 2010-2015. Untuk itu ia berharap, DPRD dan Pemprov secara bersama-sama dapat mempedomani dan mencermati target-target RPJMD untuk diimplementasikan penganggarannya dalam APBD. Ia optimis, DPRD periode 2009-2014 dapat menuntaskan pembahasan KUA PPAS APBD tahun 2015 sebelum habis masa jabatannya. (sumbarprov)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Puluhan Hektar Sawah Di Jorong Pudak Nagari Sijunjung Mengalami Kekeringan

Sijunjung, BeritaSumbar.com,- Puluhan hektar sawah tadah hujan di jorong Pudak Nagari Sijunjung, disinyalir gagal diolah tahun ini, karena rendahnya curah hujan saat ini, kata Malin Cahyo, Tokoh Masyarakat Jorong Pudak, Sabtu (24/7).
- Advertisement -

8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru

Cerita Berseri, Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 4/1000 cerita “8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru” Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Sebutan 8...

HUT Adhyaksa, Ini Capaian Kinerja Kejari Sijunjung

Sijunjung, beritasumbar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, Sumatera Barat meraih beberapa keberhasilan dalam menggungkap berbagai kasus dan penyelamatan uang negara, sedikitnya ada Rp.4,5 miliar...
- Advertisement -

Turnamen Hercules Cup II Digelar

Sijunjung, Berita Sumbar--Sebanyak 16 ( Enam Belas) Club bola berlaga pada turnamen Hercules Cup ll Tanjung Ampalu, kecamatan Koto Vll Kabupaten Sijunjung, pertandingan perdana di mulai pada Minggu (25/7) dilapangan bola kaki Tuna Karya Tanjung Ampalu.

HUT Adhyaksa, Ini Capaian Kinerja Kejari Sijunjung

Sijunjung, beritasumbar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, Sumatera Barat meraih beberapa keberhasilan dalam menggungkap berbagai kasus dan penyelamatan uang negara, sedikitnya ada Rp.4,5 miliar...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

School of Randang Sebagai Wisata Gastronomi Kota Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Tantangan kedepan dari kepala daerah adalah bagaimana membangun network dan komunikasi, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah sumber daya manusia (SDM) di dalam tentu perlu untuk mereka benahi.

Investasi Cryptocurrency Naik Signifikan

Padang,- Investasi beberapa Cryptocurrency mengalami Kenaikan signifikan pada 2021, Triliunan Rupiah terserap dalam investasi ini

Padang Pariaman Bantu Alsintan Untuk 22 Kelompok Tani

Pariaman, beritasumbar.com - Dalam rangka meningkatkan produktifitas para petani, Pemkab Kabupaten Padang Pariaman memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Penyerahan bantuan alat pertanian kepada 20...

Bukittinggi Siap Menuju Pusat Kuliner dengan Konsep Malioboro

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sebagai pusat kunjungan wisatawan di Sumatera Barat, Kota Bukittinggi terus berbenah. Tidak hanya pada objek wisatanya, pusat kuliner juga menjadi perhatian...

DPRD Lima Puluh Kota Dorong Pemda Tangkap Peluang Ekonomi Yang Ditawarkan Gubernur Jawa Barat

Lima Puluh Kota,  - Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Deni Asra mendorong pemerintah daerah setempat agar segera mengambil peluang ekonomi yang ditawarkan Gubernur...

Terkait Kebijakan Impor Beras, ini Komentar PPI

Jakarta,-Pemerintah baru saja memutuskan untuk melakukan impor beras 1 juta ton dan menugaskan Bulog untuk melaksanakan kebijakan impor tersebut. Terkait dengan kebijakan tersebut, PPI merasa perlu untuk menyampaikan pandangan

Permata Bank dan Astra Life Luncurkan AVA iFamily Protection

Produk e-bancassurance inovatif hasil kolaborasi PermataBank dan Astra Life yang memberikan santunan rawat inap hingga Rp3jt per hari, hadirkan produk perlindungan dan layanan terbaik yang terdigitalisasi bagi keluarga Indonesia

NYALA | OCBC NISP Luncurkan Solusi Finansial Fitness Guna Membangun Generasi Indonesia yang Financially Fit

Solusi Financial Fitness by NYALA OCBC NISP fokus membangun generasi Indonesia agar memiliki pengetahuan, kebiasaan dan mindset finansial yang tepat. Solusi Financial Fitness hadirkan lebih dari sekadar produk keuangan, ini adalah program pendampingan keuangan untuk membawa Indonesia melaju jauh menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045.

Wujudkan Transaksi di Sumbar Berbasis Syariah, Ini Harapan Mahyeldi dan Wako Payakumbuh

Payakumbuh, beritasumbar.com - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat mengharapkan masyarakat lebih paham dengan ekonomi syariah serta ke depannya semua transaksi keuangan di daerah...

DEREKSI hadir di Padang

Hallo Sumbar. YEAY!! 🤗 DEREKSI hadir di Padang niiih 😍😍 Khawatir tidak efektif? Dengerin dulu testimoni dari alumni kita 😊
- Advertisement -