25.4 C
Padang
Friday, October 30, 2020

Anak Kuli Bangunan Butuh Biaya Berobat

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Tidak ada manusia yang bisa menerka atau memastikan garis hidupnya. Semua sudah diatur Yang Maha Kuasa. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa agar mampu menjalani kehidupan selayaknya dimuka bumi ini.
Kadang ibarat roda, kehidupan ada masa di atas dan ada kondisi dibawah. Semua berputar atau berjalan seiring peruntungan.
Itulah yang dialami, Nabilla Syakila (12 tahun) anak sulung dari pasangan suami-istri Ridwan (38 tahun) dan Aida (36 tahun) warga Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, yang kini menetap di Kabupaten Siak, Riau, untuk mengobati Nabilla Syakila melalui pengobatan alternatif.
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, ketika mendapat kabar dari masyarakat dan dibenarkan oleh Walinagari Sarilamak, Ollly Wijaya, bahwa ada seorang warga Nagari Sarilamak bernama Nabilla Syakila terbaring sakit akibat sakit tumor yang dideritanya, berusaha datang melihat kondisi gadis belia anak keluarga miskin itu ke kediamannya di Sarilamak.
Sayang, kedatangan Wabup Ferizal Ridwan yang ingin melihat kondisi Nabilla Syakila tak berhasil, karena menurut neneknya dan pamannya, gadis kecil yang terserang tumor dibagian lengan kanannya itu sedang dibawa ibunya Aida ke tempat ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan di Kabupaten Siak, Riau,untuk berobat alternatif.
Meski pun Wabup Ferizal Ridwan yang akrap disapa Buya Feri itu, tak sempat bertemu dan melihat kondisi Nabilla Syakila, namun sebagai Wakil Bupati sekaligus sebagai seorang ayah, Buya Feri dapat merasakan betapa menderitanya gadis belia itu terbaring tak berdaya karena sakit yang dideritanya.
Informasi tentang Nabilla Syakila yang diperoleh Wabup Ferizal dari nenek dan paman Nabilla Syakila, hanyalah sepotong kisah nestapa yang dialami Nabilla Syakila karena sakit yang dideritanya.
Menurut informasi dari nenek dan paman Nabilla Syakila, kedua orang tuanya kesulitan untuk mengobati anaknya ke rumah sakit karena tak ada biaya.
Maklum, pasangan suami-istri Ridwan dan Aida adalah keluarga kurang mampu. Sehari-hari pasangan suami istri ini mengandalkan ekonomi mereka sebagai kuli bangunan, sedangkan istrinya Aida ikut menopang ekonomi keluarga dengan menjadi penjahit.
“Karena tak ada biaya itulah, Nabilla Syakila, dibawa oleh ibunya Aida ke Kabupaten Siak ke tempat ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan untuk berobat alternatif,” ungkap nenek dan paman Nabilla Syakila, saat Wabup Ferizal Ridwan mengantarkan sedikit bantuan dan sembako.
Wabup Ferizal Ridwan mengaku prihatin sekaligus dapat merasakan betapa beratnya derita yang dialami Nabilla Syakila. Mestinya, anak seusia Nabilla Syakila, hidup bahagia menjalani hari-hari belianya.
“Namun, itulah garis-garis nasib manusia yang terkadang berjalan baik dan terkadang berjalan buruk. Nasib adalah peruntungan, terkadang berputar tidak seperti yang diharapkan,” ujar Buya Feri mengaku sangat prihatin dengan nasib yang dialami Nabilla Syakila.
Menurut Wabup Ferizal Ridwan, akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Propinsi Riau dan Sumatera Barat, kini Nabilla Syakila, masih berada di Kabupaten Siak bersama ayah dan ibunya.
“Kita berharap, usai wabah virus corona atau Covid-19 ini lenyap dari bumi republik tercinta ini, Nabilla Syakila, dapat ditangani secara medis untuk menjalani operasi akibat tomor ganas yang telah menyerang lengan kanannya, “ harap Wabup Ferizal Ridwan.(dekadepos)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

3 Kabag Sekretariat Daerah Jadi Kepala Dinas

Payakumbuh --- Tiga posisi kepala dinas yang sebelumnya kosong di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh telah terisi kembali. Tahapan demi tahapan penilaian cukup...

Tim Gabungan Terpadu Ikut Turun Tegakkan Perda AKB Di Payakumbuh

Payakumbuh - Tim Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh mendapatkan asistensi sekaligus dimonitor oleh Tim Gabungan Terpadu penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2020 Provinsi...

Program Unggulan ASA, Niniak Mamak Bahagia

Ashelfine, SH, MH yang telah diberigelar oleh kaum atau suku dengan gelar Rajo Parpatiah dari Suku Chaniago Nagari Pematang Panjang. Kamanakan Datuak...

Masyarakat Tanjung Barulak Batipuah Sepakat Satu Untuk Darma Tani

Tokoh masyarakat, pemuda, generasi milenial nagari Tanjung barulak kecamatan batipuh sepakat satu suara untuk memenangkan H Zuldafri Darma- H. Sultani S.Pt nomor...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Polres Tanah Datar Selalu Imbau Pengunjung Pasar Batusangkar Gunakan Masker

Tanah Datar, www.beritasumbar.com- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres tanah Datar selalu mengimbau pengunjung Pasar Batusangkar agar tetap memakai masker, guna mencegah penyebaran...

Polres Limapuluh Kota Berhasil Mengamankan Dua Tersangka yang Miliki 135 Paket Besar Ganja

Limapuluh Kota, www.beritasumbar.com - Kepolisian Resor (Polres) Limapuluh Kota berhasil mengamankan dua tersangka penyalahgunaan narkotika berinisial RS dan YFA yang miliki 135...

Bawaslu Limapuluh Kota Telah Keluarkan Enam Peringatan Selama Masa Kampanye

Limapuluh Kota, BeritaSumbar - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota telah mengeluarkan enam peringatan tertulis kepada calon yang maju dalam Pilkada...

Peringati Sumpah Pemuda, Kodim 0310/SSD Gelar Penegakan Protokol Kesehatan

Sijunjung, www.beritasumbar.com - Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-92 tahun 2020 jajaran Komando Distrik Militer (KODIM) 0310/SSD menggelar penegakan disiplin protokol kesehatan kepada...
- Advertisement -