spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dinas Kebudayaan Pasaman Barat Kumpulkan Cerita Rakyat
D

Kategori -
- Advertisement -

Simpang Ampek – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), berupaya mengumpulkan cerita rakyat sebagai upaya pelestarian budaya daerah yang ada.

“Memang kami sedang berupaya mengumpulkan berbagai cerita rakyat yang ada. Namun hendaknya cerita rakyat itu memiliki sedikit dokumen atau bukti tertulis, jangan hanya cerita saja,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pasaman Barat, Abdi Surya di Simpang Ampek, Kamis.

Ia mengatakan pihaknya jauh-jauh hari juga telah menyurati seluruh wali nagari (kepala desa) dan camat untuk menginventarisasi cerita rakyat dan legenda di daerah itu.

“Surat itu menegaskan agar walinagari dan camat menyiapkan data yang berhubungan dengan situs budaya, kesenian dan pariwisata yang terjadi disuatu nagari atau kecamatan,” katanya.

Ia menilai seluruh legenda atau cerita rakyat itu yang ada pada nagari atau kecamatan itu nantinya akan dikumpulkan dan dibukukan dalam bentuk komik atau novel.

Ia menambahkan cerita rakyat itu nantinya akan dibukukan dalam bentuk komik legenda atau cerita rakyat pada suatu nagari.

Hal itu bertujuan untuk mengangkat kisah yang terjadi selama ini belum dibukukan. Selain itu untuk mengapresiasikan kreatifitas seni di daerah ini.

“Cerita rakyat dalam bentuk komik itu bisa menambah pengentahaun para pengunjung atau wisatawan yang berkunjung ke tempat bersejarah itu,” ujarnya.

Menurutnya, cerita rakyat itu akan dijabarkan semuanya dalam bentuk komik, asal usul sampai terjadinya tempat bersejarah itu.

Ia menjelaskan jumlah objek pariwisata di Pasaman Barat baru terkelola sebanyak 14 objek pariwisata, 17 situs sejarah purbakala, tiga kebudayaan dan tiga kesenian yang ada di Pasaman Barat.

Kebudayaan yang ada di Pasaman Barat adalah Budaya Minang, Jawa dan Mandahiling.

Begitu juga dengan kesenian seperti kesenian tradisonal Minang seperti ronggeng, rabab dan randai.

Kemudian kesenian tradisional Jawa seperti kudang kepang dan reok ponorogo. Kesenian tradisonal Mandahiling seperti gondang sembilan dan kesenian tradisonal tor-tor.

Ia berharap apa yang akan dilakukan itu mendapat respon dari Anggota DPRD Pasaman Barat dan didukung oleh sepenuhnya masyarakat Pasaman Barat dan pihak terkait.

Salah seorang warga Simpang Ampek, Jun menyambut baik upaya Pemkab melalui Dinas Kebudayaan untuk mengumpulkan berbagai cerita rakyat yang ada.

“Tentunya bukan hanya cerita saja tetapi memiliki bukti dan situs yang menjadi dasar cerira itu. Mudah-mudahan nantinya upaya ini bisa dilakukan dengan baik sebagai upaya melestarikan nilai budaya dan kearifan lokal yang ada,”harapnya. (Ant)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img