Simpang Ampek – Masyarakat Tombang Talu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), membutuhkan perbaikan jalan menuju daerah itu sepanjang lebih kurang 15 kilometer.
“Jalan menuju Tombang sangat parah dan susah untuk dilewati, apalagi jika hujan karena jalannya tanah dan licin. Menuju daerah tombang harus menggunakan mobil gardan dua,” kata salah seorang warga Tombang, Dodi di Tombang, Kamis.
Ia mengatakan akibat sulitnya transportasi menuju daerah itu maka petani sangat sulit membawa hasil pertanian keluar daerah. Selain itu juga membuat upah angkut menjadi bertambah.
Menurutnya pada umumnya mereka bermata pencarian sebagai petani di sawah dan sejumlah tanaman perkebunan seperti karet dan tanaman hutan lainnya.
“Kami sangat membutuhkan perbaikan jalan. Sehingga daerah kami mudah untuk dilalui dan hasil sumber daya alamnya bisa dibawa dengan mudah ke ibukota kecamatan atau kabupaten,” harapnya.
Ia berharap pemimpin Pasaman Barat kedepannya dapat memperhatikan jalan tani dan irigasi yang ada sebagai penopang ekonomi warga.
Warga lainnya, Toni mengatakan petani sangat kesulitan membawa hasil tani mereka keluar kampung. Selain sulit, biaya atau ongkos angkutnya juga tinggi sehingga petani sangat dirugikan.
Anggota DPRD Pasaman Barat, Erianto mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi jalan menuju daerah Tombang.
“Saya turun langsung ke Tombang harus menggunakan mobil gardan dua. Kalau tidak mobil tidak akan mampu menembus Tombang karena jalannya tanah, licin dan banyak pendakian terjal,” katanya.
Pihaknya di DPRD akan membahas dan mengkaji nantinya kalau bisa dianggarkan pada 2016 mendatang.
“Kami akan upayakan menganggarkan bersama pemerintah daerah karena keberadaan jalan sangat penting bagi masyarakat,”katanya. (Ant/Oleh Altas Maulana)
