Padang – Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan kota tersebut mampu menjadi model dan contoh bagi daerah lain terkait energi terbarukan seperti pemanfaatan gelombang dan angin untuk pembangkit listrik bagi masyarakat setempat.
“Adanya temuan dari salah seorang warga Padang, Zamrisyaf terhadap pemanfaatan energi gelombang untuk pembangkit listrik merupakan ide yang sangat luar biasa karena alternatif tersebut memang sangat dibutuhkan,” kata dia di Padang, Rabu.
Ia mengatakan Padang membutuhkan energi alternatif karena kebutuhan listrik yang sangat besar termasuk untuk mendukung bidang pariwisata daerah tersebut.
“Yang ada saat ini adalah energi surya dan jika tahap uji coba energi gelombang berhasil serta dapat terealisasi dengan cepat tentu akan menguntungkan bagi banyak pihak. Hal ini tidak hanya bagi Kota Padang, namun bagi Sumbar secara umum,” katanya.
Telah adanya hak paten dari energi gelombang ini diharapkan juga mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam berkreatifitas dan menciptakan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi banyak orang termasuk diharapkan adanya pemanfaatan energi terbarukan lainnya seperti angin.
Ia meyampaikan potensi pemanfaatam angin juga besar terutama di daerah pantai dengan menggunakan turbin dan hal ini bisa dikonsultasikan pada dinas-dinas terkait.
Sementara Dirut PT Semen Padang Benny Wendry mengatakan bersedia membantu dan bekerja sama dalam pengembangan energi gelombang bagi masyarakat Kota Padang khususnya dan Sumbar secara umum.
Ia mengatakan rancangan pemanfaatan energi gelombang ini sebenarnya dapat menjadi salah satu program unggulan dan binaan yang mampu menjangkau daerah-daerah terisolasi.
“Nantinya tentu Semen Padang juga akan bekerja sama dengan Universitas Andalas dan akan membiayai penelitiannya karena semakin banyak pihak yang terlibat, maka akan semakin sempurna penggarapan energi itu,” katanya.
Semen Padang akan mengoptimalkan segala sesuatunya untuk berjalan sebaik mungkin termasuk dari segi biaya yang dinilai cukup ekonomis dalam pengembangan energi gelombang.
“Dibandingkan dengan pemanfaatan energi matahari dan angin, energi gelombang ini dinilai akan menghabiskan biaya termurah karena hanya investasi alat sehingga diharapkan dapat terealisasi lebih cepat agar dapat dimanfaatkan masyarakat sesegera mungkin,” ujarnya. (Ant/Oleh Altas Maulana)
