Limapuluh Kota, BeritaSumbar.Com.com – Satu tahun sudah berjalan kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri (SAFARI), ternyata juga mendapat penilaian, tanggapan dan kritikan dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat Luak Limopuluah.
Termasuk Deni Asra Ketua DPC Gerindra Limapuluh Kota yang juga Ketua DPRD Limapuluh Kota
Di mata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota itu, kelebihan SAFARI adalah komunikasi dengan DPRD berjalan lebih baik.
“ Kelemahannya, terancamnya harmonisasi Bupati dan Wakil Bupati akibat beberapa isu liar yang melanda keduanya,” ungkap Deni Asra.
Diakui Deni Asra, satu tahun kepemimpinan SAFARI, belum jelasnya program kegiatan OPD yang berkaitan dengan pencapaian program prioritas di bidang pertanian, pariwisata dan IKK Sarilamak, termasuk belum adanya masterplan yang jelas terkait ini.
Baca Juga: Budi Febriandi, Setahun SAFARI Hanya Disibukan Dengan Isu Isu Perpecahan Yang Menguras Energi
“Padahal, program di atas adalah prioritas yang tertuang dalam visi-misi SAFARI,’ sebut Deni Asra.
Deni Asra juga tidak menampik bahwa, satu tahun kepemimpinan SAFARI dihadapkan dalam situasi pandemi yang bekepanjangan, sehingga banyak kebijakan yang berdampak buruk kepada ASN, honorer dan masyarakat.
“ Belum berjalannya secara maksimal kinerja SAFARI, tidak didukung dengan kinerja eselon II. Artinya, banyak yang perlu dipertanyakan, termasuk soal kredibilitas dan akuntabilitas para pejabat yang kini menjadi barisan kabinet SAFARI,” sebut Deni Asra.
Kelemahan lain, ulas Demi Asra, media masih kurang dilibatkan dalam menyajikan informasi terkait perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan-kegiatan OPD.
Dan untuk kelebihannya komunikasi dan koordinasi lintas sektoral sudah berjalan lebih baik dari periode sebelumnya. Buktinya dengan rakor bulanan sudah ada. Dan tentu hal ini harus diimbangi dengan peningkatan kinerja OPD.
Semoga pansel eselon II berikutnya Tidak Lagi terjadi salah penempatan jika dilihat dari segi kompetensi,kapabilitas maupun komunikatif, tutup Deni Asra. (ambo)