26 C
Padang
Jumat, Mei 27, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

400 Guru SD se-Kota Padang Panjang Ikuti Bimbingan Kurikulum 2013
4

Kategori -
- Advertisement -

Walikota Padang  Panjang H. Hendri Arnis, BSBA membuka Pelatihan/Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 yang diikuti  400 peserta terdiri dari para kepala sekolah dan guru agama dan guru pendidikan jasmani se-Kota Padang Panjang, Jum’at (10/10) bertempat di Aula Pondok Pesantren Serambi Mekah, Kota Padang Panjang.

Hadir dalam kesempatan itu Kadis Pendidikan,DR. Edmon.M.Pd, Tim Fasilitator diketuai DR. Rifma, M.Pd.,  Kabag Humas Setdako M.A.Dalmenda, S.Sos.M.Si  serta undangan lainnya.

Kurikulum,  lanjut Wako Hendri Arnis,adalah ruhnya pendidikan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia dan iptek. Kurikulum 2013 memberikan tiga kompetensi sekaligus, yakni pengetahuan keterampilan dan sikap.Kurikulum 2013 sendiri dikembangkan menurutnya agar siswa menjadi lebih produktif, inovatif, kreatif, afektif melalui sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.

“Melalui kegiatan bimbingan ini diharapkan kepada seluruh guru dan tenaga pendidik dapat menyusun bahan ajar sesuai kurikulum tahun pendidikan 2013. Sesuai tuntutan kurikulum tersebut, siswa menjadi lebih produktif, inovatif, kreatif, afektif melalui sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Sedangkan bagi kalangan guru     berupa ketauladanan, etos kerja dan kreatifitas dalam melakukn tugas sebagai pendidik.

Pemerintah merancang kurikulum 2013 dalah dalam rangka untuk mempersiapkan anak-anak atau generasi mendatang agar lebih siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan dengan menyonsong Indonesia Emas 2045.

“Menyiapkan anak bangsa, termasuk menyiapkan anak-anak Padang Panjang untuk mampu bersaing di berbagai sector, menjadi pemimpin masa depan namun memiliki karakter yang kuat, berbudaya dan berakhlak mulia. Untuk itu saya mengapresiasi ata upaya para guru untuk memprakarsai kegiatan bimbingang kurikulum 2013 ini. Namun lebih penting nantinya adalah penerapan di sekolah, “ jelas Wako Hendri Arnis mengapresiasi. (fjr)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img