30.1 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

2015, Kordinator Kota dan BAPPEDA Payakumbuh Matangkan Prencanaan 100-0-100
2

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh – Lokakarya dan Sosialiassi P2KP (Program Peningkatan Kualitas Permukiman) di Payakumbuh, di aula Dikdis dan berakhir, Kamis lalu, lahirkan lima kerangka aksi P2KP, yang akan diaplikasikan sepanjang tahun 2015 ini. Kooordinator Kota 3 P2KP bersama Bappeda dan SKPD terkait lainnya, akan bersinergi menyusun program strategis dalam percepatan mengejar target 100-0-100.

Keterangan Koordinator Kota P2KP Payakumbuh, Rony Satria dan Silvitri Sari Dewi, di Balaikota Payakumbuh, menginformasikan, Jum’at (11/9), target pemerintah pusat agar seluruh kota dan kabupaten mampu mewujudkan 100% akses air minum layak, 0% luas kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak (100-0-100), pada tahun 2019, merupakan program strategis yang harus mendapat dukungan kuat dari warga kota.

Makanya, sepanjang tahun 2015 ini, koordinator kota bersama pemko dan stakeholder lainnya di bawah koordinator satker Sumbar, akan melakukan lima aksi hasil rumusan peserta lokakarya itu.

Kelima aksi tersebut, sosialisasi program, verifikasi data, penyusunan base line 100-0-100, penguatan kelembagaan, serta pelatihan BKM, aparat kelurahan dan tim inti perencanaan partisipatif. Kegiatan ini secara simultan akan dilaksanakan pada 62 kelurahan di Payakumbuh.

Dikatakan, begitu perencanaan rampung, pekerjaan fisik seluruh kegiatan P2KP itu akan dilaksanakan pada tahun 2016, pada 62 kelurahan hingga tiga tahun ke depan. Namun, yang lebih banyak diintervensi dengan program, yaitu kelurahan-kelurahan kumuh yang sudah ditetapkan melalui SK Walikota Payakumbuh. Dari 19 kelurahan kumuh itu, nantinya juga akan diklasifikasi mana kelurahan yang menjadi skala prioritas.

Pantauan sementara tim, Kelurahan Parit Rantang, Kelurahan Parak Betung di Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kelurahan Bunian di Payakumbuh Utara, termasuk kawasan prioritas yang akan dibenahi permukimannya. Untuk itu, Satker Sumatera Barat bersama Korkot akan segera membuat melakukan KP-KP (Rencana Kawasan Prioritas Kumpuh Perkotaan), sehingga pelaksanaan fisiknya dapat dipercepat, sebut Rony.

Di bagian lain dikatakan, untuk membuat perencanaan itu, pihaknya akan melakukan kegiatan pelatihan pada seluruh kelurahan di Payakumbuh. Dana untuk itu berasal dari APBN, total Rp334 juta lebih. Kegiatan P2KP yang merupakan lanjutan dari kegiatan PNPM itu, diyakini akan berjalan mulus di Payakumbuh, karena cukup mendapat dukungan dari pemko dan masyarakat, sebut Rony dan Silvitri.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img