Selain Harga Komuditi, Pupuk Masih Terkendala Di Aia Amo Sijunjung

135

Sijunjung – Persoalan pupuk, irigasi serta kekeringan tetap menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat petani. Penderitaan petani tak hanya sekedar itu, namun persoalan harga komoditas yang jauh menurun akhir-akhir ini juga menyulitkan ekonomi petani.

Harga karet saat ini di petani hanya Rp.5 ribu/kg, dengan harga segitu bila dikurangi dnegan perawatan dan ongkos operasional tidak mendatangkan laba bagi petani. Kondisi itu membuat petani Karet di Aia Amo saat ini membiarkan begitu saja tanaman karet tanpa menyadap ataupun merawat tanamannya.

Salah seorang tokoh masyarakat Nagari Aia Amo Kecamatan, Kaman Baru, Kabupaten Sijunjung. yang juga petani A Rafiq mengatakan, pupuk subsidi sangat susah didapatkan, bila ada pun harus membeli jauh ke Sijunjung. “Hal ini menyulitkan petani kecil yang hanya membutuhkan beberapa karung pupuk namun biaya trasnportasi sangat mahal,” kata A Rafiq kepada tim Jeffrie Geovanie saat melakukan reses kedaerah tersebut beberapa waktu lalu.

Begitupun pupuk non subsidi yang harganya dua kali lipat pupuk subsidi yakni Rp. 200 ribu/karung juga susah didapatkan, tambah A Rafiq.

Terkait persoalan yang dihadapi masyarakat petani itu, Tim Jeffrie Geovanie mengatakan bahwa hal ini merupakan usulan yang harus dibawa ke pusat untuk segera diusulkan kepada pemerintah. Tim berkesimpulan bahwa pemerintah terlihat belum bersungguh-sungguh dalam memperhatikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi petani di Indonesia khususnya di daerah pedalaman dengan geografis cukup sulit seperti Aia Amo.

“Dalam menghadapi Pasar bebas yang dinamakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini pemeritah harus meningkatkan kualitas pertanian Indonesia supaya produknya dapat bersaing denan produk negara tetangga, bila pemerintah terus abai akan hal ini maka kekhawatiran akan kalahnya produk pertanian kita dengan negara negara Asean akan terjadi.” Ungkap Jeffrie Geovanie ketika dihubungi beritasumbar.com