25 C
Padang
Selasa, Maret 2, 2021
Beritasumbar.com

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung
Z

Kategori -

PADANG (BeritaSumbar.com) – Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 – 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 – 28, Padang.

BPNB Sumbar di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membedah 10 laporan penelitian pada seminar tersebut. Acara dibuka oleh Kepala Tata Usaha BPNB Sumbar Dra. Titit Lestari. 

Zusneli Zubir bersama Tim melaporkan hasil kajian berjudul ‘Eksistensi Tradisi Kerajaan Jambu Lipo dalam Perkembangan Masyarakat di Kabupaten Sijunjung (1980 – 2000)’, mereka tampil pertama di hari pertama seminar tersebut dari pukul 9.10 – 10.40 WIB. Kajian mereka dibedah oleh Dr. Nopriyasman, M.Hum., Ketua Pasca Sarjana Sejarah Universitas Andalas dihadapan 30 orang peserta seminar yang antusias menanggapi penelitian tersebut.

Pada seminar tersebut, Zusneli Zubir mengatakan, “Eksistensi Kerajaan Jambu Lipo hingga hari ini masih terlihat dalam tingkatan upacara, keindahan dan keagungan peninggalan-peninggalan budaya, seni yang dipagelarkan, serta lingkungan alam daerah kawasan kerajaannya. Berbagai tradisi mereka warisi secara turun temurun yang masih dilaksanakan sampai sekarang, terkait dengan keberadaan Kerajaan Jambu Lipo antara lain adalah acara: bakaua (merupakan upacara syukuran), ziarah ke kubur Rajo, dan manjalang rantau.”

“Saat ini telah terjadi perpaduan antara modernitas dan tradisionalitas, yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah menjadikan peninggalan sejarah budaya sebagai salah satu aset berharga untuk menunjang pariwisata di daerah. Dalam konteks seperti ini, warisan budaya Kerajaan Jambu Lipo muncul sebagai andalan memakmurkan negeri. Bila dikaitkan dengan gerakan lintas keraton nusantara, maka era otonomi daerah sejalan pula dengan lahirnya wacana kembalinya para Sultan. Fenemona ini juga terjadi di Kerajaan Jambu Lipo. Jambu Lipo sebagai kerajaan baru terletak di Kenagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, yang berjarak sekitar 23 km dari kota Sijunjung. Wilayah kerajaannya meliputi lima puluhan desa, koto, dan atau 12 buah nagari yang tersebar dalam lima kecamatan di dua kabupaten,” kata Zusneli Zubir.

Zusneli Zubir juga mengatakan, kemunculan dunia kerajaan sebagai salah satu identitas Minangkabau berkaitan dengan strategi harga diri Harun Al Rasyid Zein (Gubernur Sumatera Barat) dalam mengangkat kembali kebudayaan Minangkabau yang disimbolkan melalui pembangunan Istana Basa. Istana dan segala bentuk peninggalan kerajaan pada akhirnya menjadi simbol par excellence dari identitas daerah di Indonesia dalam era otonomi.

Kini lembaga raja dan kerajaan lebih berfungsi sebagai sumber informasi tentang sejarah dan atau upacara-upacara yang patut. Dalam pandangan teori integrasi, Minangkabau mempunyai kemampuan khusus mengintegrasikan antara yang lama dengan yang baru, antara Islam dengan adat, serta antara dunia raja dan penghulu. Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut maka penelitian ini dilakukan, untuk melihat sejauh mana eksistensi unsur-unsur tradisional tersebut masih bertahan di Kerajaan Jambu Lipo hari ini. Penelitian ini berada di bawah payung penelitian sejarah budaya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan arsip dan wawancara.

Nopriyasman saat membedah hasil kajian tersebut, mengatakan ,”’Eksistensi’ suatu kata yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai keberadaan. Tentu saja yang dimaksudkan penulis adalah suatu hal yang ada dan berkembang dalam hubungan tradisi kerajaan Jambu Lipo dewasa ini, yaitu dalam kerangka perkembangan masyarakat era globalisasi. Mungkin itu pula, yang menyebabkan tim peneliti membatasi tulisannya pada tahun 1980-2000 (lihat Bab I: 5), ketika era praktik kehidupan telah “berbau” moderen dan “posmoderen”. Meskipun batasan ini, secara temporal masih kurang menunjukkan ketegasan, yang jelas tim penulis sudahmendasari cara berpikirnya pada proses perubahan waktu (change over times).”

“Kehadiran laporan penelitiannya berjudul “Eksistensi Tradisi Kerajaan Jambu Lipo dalam Perkembangan Masyarakat di Kabupaten Sijunjung 1980-2000” di pentas sejarah memberi makna bagi masyarakat, penelitian, dan dunia tulis menulis. Makna itu tidak saja bagi Kerajaan Jambu Lipo, tetapi juga bagi pemerintah yang mempunyai kepentingan tersendiri dalam memajukan kebudayaan di Sumatera Barat, khususnya Sijunjung,” kata Nopriyasman.

Nopriyasman juga mengatakan, “Laporan penelitian ini merupakan salah satu hasil upaya dari para peneliti di BPNB. Ketiganya peneliti dan penulis buku yang produktif, sehingga laporan ini pun menjadi bukti tingkat keproduktifan dari para penulisnya. Bagaimana pun Tim Peneliti sudah mengupayakan “mementaskan historisitas Budaya Kerajaan Jambu Lipo” sebagai bukti dari perkembangan peradaban di Sumatera Barat, dan Sijunjung pada khususnya. Pendekatan yang dipakai secara metodis pun berdasarkan metode sejarah, sehingga hasilnya sedapatnya juga bersifat ilmiah. Bagaimanapun, laporan penelitian karya Zusneli Zubir, Efrianto, dan Rismadona ini, terlepas dari kekuatan dan kelemahannya, menjadi penyemarak bagi kehadiran berbagai penelitian sejarah dalam bidang budaya (sejarah budaya). Karya ini tidak saja berguna dalam memberi apresiasi kepada sejarah budaya, tetapi tentunya dapat memantik diskusi dan penelitian lebih lanjut terkait dinamika dan eksistensi kerajaan di Minangkabau (Sumatera Barat).”

“Karya Zusneli Zubir, Efrianto, dan Rismadona bertolak dari ilmu Sejarah, sedikit banyaknya menambah terang informasi tentang keadaan sejarah Kerajaan Jambu Lipo. Pendekatan yang diambil pengarang memberikan petunjuk bagi kisah sejarah di sekitar praktik budaya yang pernah dan terus berlanjut dalam sejarah. Mudah-mudahan sesuai harapan penulisnya, karya mereka bermanfaat bagi pengetahuan, bermanfaat bagi pembuat kebijakan dalam mengembangkan pariwisata di tingkat lokal, dan bermanfaat bagi masyarakat dalam mengembangkan diri dalam mengolah potensi diri dan masyarakatnya. Semoga,” kata Nopriyasman.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Presiden Jokowi Lantik Mahyeldi-Audi bersama Dua Gubernur dan Wagub lainnya, Masa Bakti Hingga 2024

Jakarta, beritasumbar.com - Presiden Joko Widodo melantik tiga pasang gubernur dan wakil gubernur terpilih pada Kamis, (25/2), dimana pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara,...
- Advertisement -

Pelanggaran Netralitas ASN-Wali Nagari Di Limapuluh Kota Selama Pilkada 2020, Ini Rinciannya

Sarilamak, beritasumbar.com - Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, empat pelanggaran yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Wako Bukittinggi Erman Safar Buktikan Janji dan Komitmennya

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sering memang, seseorang setelah duduk di tahta yang telah didapat, bakal banyak lupa apa yang telah dijanjikan. Penyakit lupa, terkadang harus...
- Advertisement -

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

Harmonisasi Kepala Daerah, Ketua DPRD Lima Puluh Kota: Jangan Seperti Bupati-Wabup Sebelumnya

Sarilamak, beritasumbar.com - Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Deni Asra agar pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin, Dt Bandari Rajo dan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Ultah Perdana DPC PPWI Tanah Datar Diperingati Sederhana

Tanah Datar, beritasumbar.com - Peringatan ulang tahun ke-1 Organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Kabupaten Tanah Datar,diperingati dengan semangat kesederhanaan di Dzee Caffe...

Gelar Raker Bulanan, GMK Fokus Pada Urusan Sosial dan Tidak Ikut Politik Praktis

Padang, beritasumbar.com - Pasir jambak pada Minggu, (28/2) dipenuhi orang berseragam merah abu abu yang berlogokan GMK. Organisasi tersebut tak lain adalah Grup Minàng...

Terkait Isu KLB, Rezka Oktoberia: Demokrat Tegak Lurus Bersama SBY dan AHY

Payakumbuh, beritasumbar.com - Anggota DPR RI Partai Demokrat, Rezka Oktoberia memberikan tanggapannya terkait isu Kongres Luar Biasa (KLB) yang tengah menghampiri partainya. Dia memastikan kader...

Harmonisasi Kepala Daerah, Ketua DPRD Lima Puluh Kota: Jangan Seperti Bupati-Wabup Sebelumnya

Sarilamak, beritasumbar.com - Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Deni Asra agar pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin, Dt Bandari Rajo dan...

PD PII Padang Dilantik; SKB 3 Menteri Kembali Menuai Tantangan

Polemik SKB tiga Menteri kembali menuai tantangan berat dari berbagai elemen di Sumatera Barat, selain tokoh ulama dan tokoh adat; saat ini juga di...

Penilaian Kemenpan RB, Polres Payakumbuh Sangat Baik Memberikan Pelayanan Publik

Payakumbuh, beritasumbar.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberikan penghargaan kepada Polres Payakumbuh sebagai Pelayanan Publik Sangat Baik dalam evaluasi pelayanan...

Pasca Dilantik Sebagai Bupati Sijunjung, Ini Penegasan Beny Dwifa Yuswir

Sijunjung, Beritasumbar.com - Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir menegaskan tugas pertama akan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Penegasan ini disampaikan bupati pada pidato...

Rakor Kepala Daerah se-Sumbar, Gubernur Apresiasi Daerah Dengan Capaian Vaksinasi 100 Persen

Dalam rangka percepatan pembangunan Sumatera Barat (Sumbar), hari pertama setelah serah terima jabatan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dan Audy Joinaldi langsung menggelar rapat koordinasi dengan bupati dan walikota se-Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (26/2/2021).

Gubernur Sumbar Lantik 11 Kepala Daerah, Pesan Tunaikan Janji & Jaga Harmonisasi

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi, melantik 11 pasangan bupati wakil bupati dan Walikota wakil walikota se-Sumbar, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (26/2/2021). Pelantikan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

37 Kandidat Bertarung Di Pilwanag Serentak Sijunjung 2021 Ikuti Tes Tertulis

Sijunjung, beritasumbar.com - Sebanyak 37 ( tiga puluh tujuh) orang putra terbaik  5 (lima) Nagari di Kabupaten Sijunjung berebut tiket untuk masuk 5 (lima) bursa...
- Advertisement -