25 C
Padang
Jumat, Januari 21, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Wako Mahyeldi Jadi Kandidat Penerima Satya Lencana Pembangunan Koperasi dari Presiden Jokowi
W

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Perjalanan panjang memajukan perkoperasian di Kota Padang mengantarkan Walikota Mahyeldi Ansharullah sebagai kandidat penerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan Koperasi 2015 dari Presiden Republik Indonesia. Tak tanggung – tanggung, Tim Verifikasi dari Sekretariat Militer Kepresidenan dipimpin Kol.

Herwan Hartono terjun langsung menyesuaikan data dengan kondisi yang sebenarnya sekaligus mendengarkan ekspos dari Walikota, bertempat di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, Rabu (17/6).

Menurut Herwan, Penghargaan Satya Lencana Pembangunan Koperasi ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil membangun perkoperasian di wilayahnya. Kemudian Tim verifikasi mencocokkan data, berdasarkan itu mengajukan ke Presiden, maka nanti penentuannya oleh Presiden.

“Beliau ini (Mahyeldi) sudah lama melakukan pembangunan koperasi sehingga dinilai layak untuk menerima penghargaan tersebut. Namun, soal lolos atau tidaknya kami hanya menyatukan data yang telah diuraikan,” kata Herwan.

Sedangkan Mahyeldi mengungkapkan, semasa ia belum menjadi Walikota Padang perhatian khusus terhadap koperasi memang sudah mulai ia berikan. Lalu ia terus mengembangkan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) pada 2009 ketika menjadi Wakil Walikota Padang sehingga di masa itu mendapat penghargaan sebagai kota Penggerak Koperasi kategori Paramadhana Madya Koperasi. Lalu, 2014 mendapat penghargaan sama namun kategori Paramadhana Utama Nugraha Koperasi.

“Untuk perseorangan, kami juga memperoleh penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat sebagai kota dengan pertumbuhan KJKS terbanyak, pada Hari Koperasi 2014,” tambah Mahyeldi.

Kecenderungannya untuk membangun koperasi didorong oleh keunggulan sistem koperasi yang mengedepankan kebersamaan dan tangguh terhadap krisis sehingga dapat diandalkan dalam memajukan usaha kecil dan menengah. “Yang jelas juga jauh dari praktik ribawi,” pungkasnya. (du)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img