BeritaSumbar.com,-Amnesia adalah sejenis kelupaan yang terjadi aibat adanya cedera otak. Amnesia dibagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah amnesia anterograde. Amnesia anterograde merupakan hilangnya memori tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah otak mengalami cedera, sedangkan peristiwa-peristiwa pada saat sebelum terjadi cedera otak masih tetap utuh. Ini berlawanan dengan amnesia retrograde, yaitu hilangnya memori tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat sebelum otak mengalami cedera.
Nah, pada kasus kecelakaan yang ekstrim keduanya bisa terjadi secara bersamaan. Si penderita tidak dapat mengingat peristiwa beberapa saat sebelum terjadi kecelakaan, dia juga tidak dapat mengingat siapa yang membesuknya dan dia juga tak dapat mengingat momen saat dia siuman.
Amnesia anterograde ini merupakan kasus yang sangat langka. Amnesia anterograde akan terjadi jika otak mendapat cedera yang sangat-sangat parah. Amnesia jenis ini dapat kita temukan dalam berbagai film, misalnya pada tokoh “Dory” pada film animasi Finding Nemo dan juga pada film Memento yang terjadi pada tokoh “Leonard”.
Amnesia Anterograde Bisa Disebabkan Virus?
Dalam buku berjudul “Psikologi Kognitif” yang dikarang oleh Solso dkk, dikatakan bahwa Amnesia Anterograde ternyata juga dapat disebabkan oleh virus. Seperti yang terjadi pada kasus Clive Wearing, dimana ia yang sebelumnya normal mengalami serangan virus herpes (suatu jenis virus yang sangat lazim, yang umumnya menyebabkan demam ringan).
Dalam kasus Wearing, virus tersebut menyerang otaknya, menghancurkan bagian hipokampus dan sebagian lobus temporal dan frontalnya. Akibatnya, wearing tidak mampu membentuk memori-memori baru. Dia hanya dapat mengingat kejadian selama 1-5 menit saja. Setiap kali perhatiannya dialihkan ke hal lain, dia seketika melupakan apa yang baru saja terjadi. Wearing melakukan usaha untuk mengetahui peristiwa yang telah dialaminya, tetapi malah membuatnya frustasi dan kebingungan.
Jadi, Amnesia Anterograde tidak selalu disebabkan oleh kecelakaan parah saja tetapi juga dapat disebabkan virus yang dapat menyerang otak manusia. Penyakit ini hanya bersifat sementara tetapi, juga bisa bersifat permanen tergantung seberapa parahnya kerusakan pada otak si penderita.
Penulis : Regina Cahyani (UIN Imam Bonjol Padang)