27 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Untuk Dapatkan Signal Internet Buat Kuliah Daring,Puluhan Kilo Jalan Harus Mereka Tempuh
U

Kategori -
- Advertisement -

Pasaman,BeritaSumbar.com,-Pada rentang bulan januari-april 2020 total kasus convid 19 yang positif di Indonesia mencapai angka 3.512 orang yang meninggal 306 orang serta yang sembuh 282 update 11 April 2020. Setiap hari jumlah kasus terus bertambah, jadi pemerintah terus melakukan upaya untuk menghentikan percepatan penularan virus covid 19 Melalui mengkampanyekan seruan pembatasan sosial seperti sosial distancing, phsycal distancing dan melakukan PSBB (pembatasan sosial skala besar)
Begitu pun dalam dunia pendidikan Indonesia melalui surat edaran no 3 tahun 2020 Mentri pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud). Nadiem makarim mengeluarkan surat edaran sebagai langkah pencegahan penularan virus corona dengan cara meliburkan belajar ke sekolah dari SD SMP SMA dan Universitas selama 14 hari mulai dari tanggal 10/3/2020, hari ke hari perkembangan kasus yang terjangkit virus covid19 ini terus meningkat jadi pihak sekolah dan seluruh Universitas memperpanjang masa libur sampai akhir semester, adapun usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah atau kampus untuk tetap berjalan proses belajar dan mengajar, pihak sekolah melakukan sekolah daring melalui internet. Sekolah daring tentu mempunyai banyak kelemahan salah satunya, ketika proses belajar mengajar berlangsung, siswa harus mempunyai suplai jaringan yang bagus, pada saat video call conference atau pembagian tugas dan sebagainya melalui aplikasi.
Di Sumatera Barat. Pemerintahan provinsi juga merespon cepat untuk meliburkan siswa dan mahasiswa untuk memutus rantai penularan Covid 19. Selama sekolah/kuliah daring dilakukan banyak terjadi kendala, kendala pertama yang sangat butuh perhatian adalah tidak semua daerah yang di provinsi Sumatera Barat mempunyai suplai jaringan yang bagus, bahkan sama sekali tidak ada.  Yaitu nasib mahsiswa Mapat Tunggul Selatan.

Selama sekolah daring ini, pelajar dan mahasiswa Mapat Tunggul Selatan, nagari Silayang harus menempuh sekitar 40 Km untuk mendapatkan suplai jaringan yang bagus,
“kami harus pergi ke puncak koto panjang Rao setiap hari untuk kuliah daring sejauh 35 km sekitar satu jam perjalanan, itu pun jalan medannya sangat sulit dan berbahaya, dikampung kami khusus silayang jaringan sangat buruk sekali ” ujar Zaida seorang mahasiswa mapat tunggul selatan.
Pada masa-masa kuliah di bukit Koto Panjang Rao akan di penuhi oleh mahasiswa dan siswa yang sedang mengikuti perkuliahan di tepi jalan dan rumah peristirahatan di sana, kata Zaida dan beberapa teman lainnya kepada kami, setidaknya dia menghabiskan uang sekitar 50 ribu sehari untuk bolak balik dari Nagari Silayang ke puncak Koto Panjang Rao itu belum termasuk beli paket internet
Kadang beberapa mahasiswa Mapat Tunggul Selatan yang kuliah pagi harus berangkat subuh subuh untuk kesini, terkadang hujan dan jalan sangat licin. Itulah bentuk perjuangan mahasiswa Mapat Tunggul Selatan pada masa-masa kuliah/sekolah daring, mahasiswa mengharapkan pemerintah supaya membantu mereka, pertama permohonan dibuatkan tower atau tersedia jaringan telekomunikasi yang baik atau bantuan pembelian paket internet dari Pemkab Pasaman.

Selain itu Di nagari muaro sungai lolo, beberapa mahasiswa dari kejorongan yang tersebar rela berjalan sejauh 12 Km untuk mendapatkan jaringan wifi milik pribadi seorang warga, mahsiswa harus membayar Rp 5.000 perjam, atau mengambil sistem paket Rp 800.000 perbulan, itu pun jaringannya tidak bagus.
“Dari tombang Jorong Retan Getah harus menempuh jalan sejauh 12 sampai 40 km menuju Jorongan pangian untuk mendapat sinyal internet dan kami harus membayar Rp 5.000 perjam dengan kualitas jaringan jelek. Saya sendiri ambil paket perbulannya 800.000 rupiah. Tapi kami tak punya plihan, kami harus stay di kampung, jika balik ke Padang, padang sedang tidak aman.. supaya kuliah daring tetpa berlangsung spaya nilai nanti tidak jelek”, kami terpaksa mengeluarkan biaya banyak”. Kata Dewi mahasiswa Pasca Sarjana UNP Padang.
“Semoga pandemi convid 19 mereda dan keadaan segera membaik dan kami berharap kepada pemkab Pasaman untuk memikirkan nasib kami dan warga Mapat tunggul Selatan yang sekarang ini susah ekonominya, harga hasil pertanian sangat murah sekali, kami mau makan apa”. Kata pak Ardi orang tua mahasiswa yang kebetulan lagi mengantar anaknya ke Sungai Tuor untuk memperoleh jaringan wifi.
Di Sumatera Barat update kasus sudah di angka 31 kasus uptodate 11 April 2020. Kota Padang kasus yang paling banyak saat ini, mahasiswa MTS rata-rata kuliah di Kota Padang. Jadi mereka memilih untuk di kampung saja untuk kuliah daring yang mengeluarkan biaya yang sangat besar
Penulis Reza jefrika

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img