24.5 C
Padang
Tuesday, December 1, 2020
Beritasumbar.com

TIm Geologi UGM Evaluasi EWS di Agam
T

Kategori -

Lubuk Basung – Tim Geologi Universitas Gajah Mada (UGM), melakukan evaluasi akhir kondisi Early Warning System (EWS) atau alat sistem peringatan dini bahaya longsor yang dipasang di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Anggota Tim Geologi UGM, Ikhwan di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan pemantauan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pemasangan EWS yang dilakukan pada November 2015.

“Hasil pemantauan yang kita lakukan, alat yang dipasang ini berjalan dengan baik karena dukungan dari warga setempat untuk melihat EWS itu,” katanya.

Ia menambahkan, EWS tersebut dipasang sebanyak satu set yang terdiri dari empat unit. Empat unit tersebut terdiri dari dua unit ekstensometer atau alat pengukur pergerakan tanah, satu unit tiltmeter atau berfungsi untuk mendeteksi penggembungan atau pengempisan tubuh gunung dan satu unit alat pengukur curah hujan.

Pemasangan EWS ini juga dilengkapi dengan server yang berguna untuk penghimpunan data dan jika terjadi pergerakan dapat diperoleh data secara online karena telah ada satu unit komputer untuk melakukan pemantauan.
“Data ini terintegrasi dengan BNPB dan BPBD Agam,” katanya.

Alat itu diprioritaskan di daerah rawan longsor cukup besar. Selain dipasang di Agam, juga dipasang di Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Sebelum EWS ini dipasang, kita telah melakukan sosialisasi, pelatihan kepada warga di daerah berpotensi longsor,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Bambang Warsito mengatakan pemasangan EWS ini bertujuan agar masyarakat sekitar bisa mengetahui pergerakan tanah, sehingga mereka bisa melakukan evakuasi sebelum longsor terjadi, sehingga mengurangi risiko korban.

Ia menyebutkan dengan keberadaan alat ini dapat mendeteksi ancaman pergerakan tanah pada saat musim penghujan.

“Bila alat berbunyi dengan sendirinya, warga sudah mengetahui akan ada longsor dan warga diminta siap siaga dan mencari lokasi yang lebih aman,” katanya.

Salah seorang warga Palembayan, Erni (42) mengucapkan terima kasih kepada Tim Ahli Instrumentasi UGM dan BPBD yang telah memasang EWS, sehingga pihaknya bisa mengetahui tanda-tanda terjadinya longsor.

“Kami akan menjaga dan memelihara EWS, karena manfaatnya sangat banyak terhadap masyarakat yang ada di sekitar,” katanya. (Ant/Oleh Eko Fajri)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Batal Pembangunan Masjid Agung, DPRD Dukung Pemko Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Pembangunan Gedung Utama Mesjid Agung Kota Payakumbuh pada tahun 2021 mendatang dibatalkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Hamdi Agus dalam...

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Sukseskan Pilkada 2020, MOGE Disdukcapil Payakumbuh Geruduk Warga

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Umpama pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Hal itu yang dilakukan oleh layanan Motor Operasional Gerai Pelayanan (MOGE) keliling berkesinambungan...

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

Bumerang Microplastic Di Masa Pandemi

Oleh : Annisa Vitri, Arin Simatupang(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas, Padang) Seperti yang kita ketahui dunia...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Smart Garden dan Water Recycle Sukses Dikembangkan Dosen Saintek UIN STS Jambi

JAMBI, BeritaSumbar.com - Dosen yang tergabung dalam Green Sutha UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil mengembangkan sistem Smart Garden yang terintegrasi dengan Water...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...
- Advertisement -