25.5 C
Padang
Minggu, Mei 9, 2021
Beritasumbar.com

Putusan Gugatan Tewasnya Tahanan di Sijunjung Ditunda
P

Kategori -

Padang – Sidang pembacaan putusan atas gugatan perdata yang dilakukan oleh pihak keluarga dua tahanan yang tewas karena dugaan penganiayaan oleh oknum polisi, di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada 2011, ditunda.

“Pembacaan putusan terhadap perkara itu dijadwalkan pada Rabu (30/12). Hanya saja sidang terpaksa diundur karena jumlah majelis hakim tidak lengkap,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Padang, Mahyudin di Padang, Rabu.

Anggota yang tidak hadir itu, katanya, adalah hakim Herlina Reyes. Dimana yang bersangkutan saat ini tengah menyelesaikan proses pemindahannya ke tempat tugas yang baru di Provinsi Kalimantan.

“Karena salah seorang anggota majelis hakim tidak hadir, makanya sidang pembacaan putusan diundur pada minggu depan,” katanya.

Ia menjelaskan, hal itu dilakukan berdasarkan aturan dimana majelis hakim yang memimpin sidang harus lengkap berjumlah tiga orang.

“Kita mengikuti aturan yang ada,” katanya.

Sementara pihak penggugat yang diwakili pengacara, Dedi Alparesi, berharap hakim menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya terhadap perkara itu.

Sebelumnya gugatan itu dilayangkan terkait tewasnya dua tahanan anak, yaitu Faisal Akbar (alm), dan Budri M Zen (alm), yang ditemukan tewas tergantung di kamar mandi sel tahanan Polsek Sijunjung, pada 28 Desember 2011.

Empat anggota Polsek Sijunjung telah melakukan penganiayaan, dan telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana oleh Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung Nomor 136/Pid.B/2012/PN.MR, dan Putusan Pengadilan Tinggi Padang Nomor 43/Pid/2013/PT.PDG.

Usai memenangkan pidana, pihak keluarga melalui LBH Padang kemudian mengajukan gugatan perdata atas kematian tersebut. Sidang gugatan perdata perdana digelar di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (1/7/2015).

Pihak keluarga menggugat beberapa instansi pemerintahan dan perseorangan yang terdiri dari Kapolsek Sijunjung, empat pelaku penganiayaan yang menyebabkan tahanan meninggal yaitu AKP Syamsul Bahri, Briptu Randi Agusta, Iptu Al Indra dan Aiptu Irzal.

Selain itu juga Kapolres Sijunjung, Kapolda Sumbar, dan Presiden RI, Kapolri, Menteri Keuangan, dan DPR RI, sebagai turut tergugat.

Dalam pembacaan gugatan disebutkan, gugatan perbuatan melawan hukum ini diajukan karena para pelaku dinilai melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu Pasal 28 D ayat (1) UUD 1945, Pasal 4, 33 ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 2, 13 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Selain itu juga dinilai melanggar Pasal 7, 9 ayat (1), 10 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Internasional Kovenan Hak Sipil dan Politik, serta Pasal 3 dan Pasal 4 PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara RI.

Kemudian pasal 37 huruf (a), (b), (c), 40 ayat (1), 40 ayat (2) huruf (b) pada (ii), Pasal 40 ayat (2) huruf (b) pada (iv) Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Internasional Hak-Hak Anak, Pasal 11 ayat (1), 13 ayat (1) Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI.

Penggugat menuntut kerugian materil terhadap Kapolsek Sijunjung sebesar Rp1,05 juta, terhadap empat oknum Polsek Sijunjung Rp4,25 juta, serta tuntutan kerugiaan immateriil terhadap Kapolsek Sijunjung sebesar Rp10 miliar karena dianggap melanggar pasal 1370, 1371 dan 1372 KUHPerdata.

Sementara untuk Kapolsek, serta empat orang anggota Polsek Sijunjung, diminta membuat permintaan maaf dan memulihkan nama Faisal Akbar (Alm) dan Budri M. Zem (Alm) kepada masyarakat luas secara terbuka, di 7 harian umum cetak, dan 5 media televisi lokal dan nasional karena dinilai melanggar prinsip hukum pidana presumption of Innoncence (praduga tidak bersalah).

Selain itu, keluarga korban melalui LBH Padang juga mengajukan tuntutan sidang etik terhadap empat orang anggota Polsek Sijunjung yang telah ditetapkan bersalah itu.

Pada bagian lain, dalam sidang gugatan perdata itu pihak keluarga diwakili Direktur LBH Padang Era Purnama Sari, dan Deddi Alpresi (advokat). Sementara tergugat dihadiri Kompol Jefri Indra, AKP Syafril, Ipda Eri Mayena dan Ipda Eldy Syafril. (Ant/Oleh Agung Pambudi)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Terkait Akad Kontrak Kerja Di Universitas Muhammadiyah Sumbar, Komunitas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Layangkan Petisi

Sesuai dengan khittahnya, Muhammadiyah sebagai Persyarikatan memilih dan menempatkan diri sebagai Gerakan Islam amar-ma'ruf nahi mungkar dalam masyarakat, dengan maksud yang terutama ialah membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan Dakwah Jamaah.
- Advertisement -

Program Rumah Sakit Peduli Dari RSUD Sijunjung Direspon Positif Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Program Rumah Sakit Peduli yang diluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung mendapat respon positif dari masyarakat sekitarnya, yang mana kepedulian para...

RSUD-Disdukcapil Sijunjung Kerja Sama Penerbitan Anla-Aksi

Sijunjung, beritasumbar.com - Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Sijunjung kembali berinovasi menjalin kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat untuk penerbitan...
- Advertisement -

Program Rumah Sakit Peduli Dari RSUD Sijunjung Direspon Positif Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Program Rumah Sakit Peduli yang diluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung mendapat respon positif dari masyarakat sekitarnya, yang mana kepedulian para...

Bupati Pimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2021 Di Polres Limapuluh Kota

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Bupati Limapuluh Kota pimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Singgalang 2021 pada Rabu 5/4. Apel pasukan ini sekaligus pengecekan akhir kesiapan pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait, seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas, di Mapolres Limapuluh Kota.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-Bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Persatuan Juang Kencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Barat (Juken BKKBN Sumbar) melalui Gerakan Amal Sedekah Harian Anggota (Gema Sehat) mendistribusikan paket sembako kepada warga dhuafa di Kota Padang, pada Kamis (6/5/2021).

Serahkan 100 Paket Sembako Untuk Petugas Kebersihan, Wabup Sijunjung: Terima Kasih Emersia Grup

Sijunjung, beritasumbar.com - Wakil Bupati Sijunjung Iradatillah menyerahkan 100 paket sembako bantuan Emersia Grup untuk petugas kebersihan yang ada di Lingkungan Pemkab Sijunjung. Penyerahan paket...

Tujuh OPD Kota Padang Panjang Peroleh Hak Akses Data Perseorangan Penduduk

Padang Panjang, beritasumbar.com - Sebanyak tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang telah memperoleh hak akses terhadap data perseorangan penduduk. "Ini...

Bupati Sijunjung Imbau ASN Hingga Masyarakat Salurkan Zakat Lewat Baznas

Sijunjung, beritasumbar.com - Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN, BUMD di daerah itu supaya menyerahkan zakat kepada  Baznas...

Anggota DPR RI Rezka Oktoberia Tampung Aspirasi, Warga Minta Akses Penghubung Bukik Limbuku-Payobasuang

Lima Puluh Kota, beritasumbar.com - Sejumlah tokoh masyarakat Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Lima Puluh Kota menyampaikan aspirasi kepada anggota DPR RI, Rezka Oktoberia...

Peduli Petani, Pemkab Sijunjung Beri Bantuan 173 Alsintan

Sijunjung, beritasumbar.com - Sebanyak 173 unit alat mesin pertanian (alsintan) diserahkan kepada kelompok tani di Kabupaten Sijunjung guna meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut. Alsintan itu...

Padang Pariaman Bantu Alsintan Untuk 22 Kelompok Tani

Pariaman, beritasumbar.com - Dalam rangka meningkatkan produktifitas para petani, Pemkab Kabupaten Padang Pariaman memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Penyerahan bantuan alat pertanian kepada 20...

Shelia Band, Anak Petani Bawang di Alahan Panjang Rilis Lagu Satu Cinta

Anak-anak petani bawang di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat mendirikan grup musik bernama Shelia Band. Meskipun berada di daerah minim fasilitas bermusik, tak jadi kendala bagi mereka untuk berkarya. Terbukti dengan peluncuran single perdana mereka yang berjudul Satu Cinta, dirilis pada Selasa, 27 April 2021 di channel Youtube Trinswara Record.

DEMA STAIDA Payakumbuh Gelar Aksi Sosial-Edukasi Dengan Anak Yatim

Payakumbuh, beritasumbar.com - DEMA STAIDA Payakumbuh atau yang dulu dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) langsungkan kegiatan Daurah Tahfizh Juz 30 di Panti Asuhan Muhammadiyah...

Lewat Safari Ramadhan, Padang Pariaman Jalin Silaturrami-Sosialisasikan Program Pemerintah Ke Masyarakat

Padang Pariaman, beritasumbar.com - Tim Safari Ramadhan Pemkab Padang Pariaman pada Rabu, (21/4) serentak berakhir melakukan kunjungan ke masjid atau musholla untuk melaksanakan Qiamuramadhan selama...
- Advertisement -