Cirebon,-Kasus Korupsi PLTU Cirebon terkait pengesahan Peraturan Daerah RT/RW Kab Cirebon kian menemukan titik terang.

Beberapa hari lalu tim dari Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa beberapa Anggota DPRD Kabupaten Cirebon di Mapolres Cirebon Kota.

Menurut sumber di internal KPK pemeriksaan dilakukan atas dasar pengembangan penetapan dua tersangka baru dari pihak swasta dalam suap perizinan PLTU Kab Cirebon yang juga terkait Perda RT/RW

” Perizinan sudah keluar sementara perda baru menyusul, ada dugaan ketua DPRD Kabupaten Cirebon Periode 2014-2019 berinisial Mus menerima uang 1,5 Milyar dari SUN yang sekarang bersetatus tersangka,” ujar sumber diinternal KPK kepada wartawan, (1/12).

Sementara itu Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang membenarkan pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus yang menjerat SUN mantan bupati Cirebon.

“Selain Sun sudah ada dua tersangka terakhir dari pihak swasata bisa saja berkembang ke tersangka lain, tinggal menunggu perkembangan,” ujarnya (27/11).

Seperti diketahui Jumat (29/11), KPK kembali memeriksa mantan Pansus Perda RTRW DPRD Kabupaten Cirebon. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Cirebon Kota (Ciko).

Mereka yang tampak hadir adalah mantan anggota DPRD Sukaryadi dan Wartipan Suwanda, serta anggota DPRD aktif Suhaeti, terlihat juga Deny mantan ajudan SUN. Dua nama lain Anggota DPRD Kab Cirebon Aan Setiyawan diperiksa di Jakarta lantaran namanya serta kolegaanya di di DPR Suherman disebut dalam rekam percakapan yang saat ini menjadi alat bukti di KPK.

Sementara itu, Mus yang diduga menerima uang suap 1,5 Milyar merupakan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ex ketua DPRD Kab Cirebon juga beberapa kali pernah diminta keterangan oleh KPK, Mus saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kab Cirebon dari F PDIP masa bakti 2019-2024.(rel)

loading...