Payakumbuh,-Memiliki pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang mencukupi tentu menjadi impian semua orang. Begitu pun dengan tenaga honorer yang ada di Sumatera Barat. Jasa dan keringat yang sudah di cucurkan dibalas dengan pendapatan yang sesuai, bukan ‘ala kadar’ saja. Jika hak dan kewajiban tenaga honorer seimbang, tentu kinerja terbaik akan muncul dan berdampak baik bagi instansi tempatnya bekerja.

Namun semua itu bagaikan langit dan bumi. Ekspektasi mendapatkan gaji sesuai dengan kinerja hanya menjadi isapan jempol belaka. Ribuan tenaga honorer di Sumatera Barat masih banyak yang digaji hanya 300.000-800.000/bulan. Jauh dari UMP Sumatera Barat. Mereka dituntut untuk lebih kreatif dalam berfikir guna mencari tambahan pendapatan. Jika tidak ada pendapatan tambahan, tentu akan sulit menjalani roda kehidupan. Terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga, dapur harus berasap setiap harinya. Memang, segalanya tidak harus dengan uang, tapi uang menjadi kunci penting sebagai alat pembayaran.

Menurut penuturan bapak AS (24), dirinya hanya mendapatkan gaji sebulan sebanyak 700.000. Menjadi seorang guru mewajibkan ia untuk hadir setiap hari ke sekolah. Uang yang didapat hanya cukup untuk sarapan dan beli minyak sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Disamping itu, bapak AS bekerja serabutan mencari tambahan pendapatan. Alasan tetap bertahan menjadi tenaga honorer karena niat mulia nya ingin mencerdaskan siswa di sebuah sekolah negeri di daerah Kab. Lima Puluh Kota. Mayoritas tenaga honorer bertahan karena niat mulia yang ingin mencerdaskan kehidupan bangsa meskipun hanya digaji ratusan ribu.

Akhir tahun 2019, tenaga honorer di Bukittinggi mendapat kabar bahagia. Akan ada reward berupa Umrah yang diberikan kepada tenaga honorer di Bukittinggi. Kabar ini membuat tenaga honorer di luar kota Bukittinggi meneteskan air mata. Jangan kan untuk umrah, untuk makan sehari-hari saja harus pandai mengelola keuangan. Begitu pahit perjuangan yang harus di lewati. Tapi harus tetap bertahan menjadi tenaga honorer supaya tetap berpenghasilan.

Memasuki musim pemilihan kepala daerah yang akan dihelat tahun 2020 ini di Sumatera Barat dan beberapa Kab/Kota di Sumatera Barat, besar harapan tenaga honorer kepada pemimpin yang terpilih nanti nya untuk memberi perhatian lebih kepada tenaga honorer. Membuat kebijakan tentang gaji honorer ataupun memberikan tunjangan kepada tenaga honorer yang ada. Jangan sampai tenaga honorer diimingi janji palsu yang hanya jadi korban politisasi calon kepala daerah yang akan dipilih. Miris rasanya ketika gaji perbulan tenaga honorer sebanding dengan biaya sekali makan kepala daerah.

Ketika kebijakan sudah ditetapkan, hal ini akan menjadi kabar bahagia bagi seluruh tenaga honorer yang ada. Akan ada standar yang mengatur pendapat perbulan mereka. Tidak dalam hitungan ratusan ribu lagi. Ketika hak dan kewajiban tenaga honorer sudah seimbang, tentu kinerja terbaik akan muncul dan berdampak baik bagi instansi tempat mereka bekerja.

M. Ariful Fikri (Ketua PC Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kota Payakumbuh)

loading...