25.3 C
Padang
Wednesday, December 2, 2020
Beritasumbar.com

Tanggapan Pakar Gempa Badrul Mustafa Terhadap Prediksi Gempa Besar di Mentawai
T

Kategori -

Padang – Terkait rilis yang dikeluarkan oleh BNPB, dimana akan terjadi Gempa besar 9 SR di Mentawai. Salah seorang pakar gempa dari Universitas Andalas, Badrul Mustafa angkat bicara yang ditulis melalui akun facebooknya.

Berikut kutipan lengkap pernyataan dari Badrul Mustafa:

BNPB baru-baru ini mempublish berita tentang ancaman gempa dahsyat 9 SR dari megathrust Mentawai. Beberapa orang/teman meminta tanggapan/penjelasan dari saya.
Berikut ini penjelasan tersebut:
Mentawai megathrust menyimpan potensi gempa besar yang periode ulangnya sekitar 200-300 tahun sekali. Di megathrust ini terdapat dua segmen, yakni Siberut dan Sipora-Pagai. Segmen Sipora-Pagai sudah selesai periode ulangnya. Dulu terjadi gempa besar berskala 8,7 SR tahun 1833, yang diikuti dengan tsunami. Lalu terjadilah beberapa kali gempa di segmen ini, yakni: tanggal 12 September 2007 menjelang maghrib dengan magnitudo 8,4 SR. Besoknya tanggal 13 September 2007 (hari pertama puasa ramadhan) terjadi yang berikutnya dengan magnitudo 7,9 SR. Menjelang siang, sekitar pkl 11.00 kembali terjadi dengan kekuatan 7,2 SR.

Setelah itu, sampai beberapa bulan berikutnya terjadi banyak sekali gempa susulan dengan kekuatan yang fluktuatif sampai sekitar 6 SR, sampai kemudian tenang. Waktu itu para pakar berpikir bahwa kemungkinan potensi gempa di segmen ini sudah selesai. Tapi ada pula pendapat bahwa mungkin saja masih ada sisa energinya, mengingat bahwa di segmen ini sebelumnya terjadi dengan kekuatan 8,7 SR. Untuk mencapai 8,7 itu kalau dilihat energi yang lepas sejak 12 September 2007 sampai Desember 2007 memang masih belum setara.

Ternyata benar, sisanya masih ada. Sisanya ini keluar pada tanggal 25 Oktober 2010, berupa gempa berkekuatan 7,2 SR yang berepisentrum di baratdaya Pagai Selatan. Gempa tersebut menimbulkan tsunami. Alhamdulillah tsunaminya tidak sampai ke pesisir pulau Sumatera, sehingga dari 7 (tujuh) kota dan kabupaten di Sumbar yang terancam dampak tsunami, hanya kabupaten Mentawai yang kena. Itu pun hanya di pulau Pagai selatan, Pagai Utara dan sedikit pulau Sipora.

Selesai terjadi gempa dan tsunami ini, semua pakar yakin bahwa periode ulang 1833 di segmen ini sudah selesai. Tinggal pengulangan berikutnya sekitar 200 tahun yang akan datang.

Nah, sekarang segmen Siberut. Pelepasan energi berupa gempa besar di segmen ini tercatat pada tahun 1797 dengan magnitudo sekitar 8,5-8,7 SR juga. Juga ada tsunami. Kemudian terjadilah gempa pada tanggal 10 April 2005 dengan kekuatan 6,7 SR. Kekuatan semacam ini tentu jauh lebih kecil dari 8,7. Walaupun banyak sekali gempa berkekuatan di bawah 6 atau 5 SR sampai dua bulan sesudah itu, tapi jelas masih jauh dari yang seharusnya. Lalu terjadilah gempa pada tanggal 30 September 2009 di pinggiran segmen Siberut sebelah timur, dengan kekuatan 7,9 SR.

Walaupun cukup banyak kerugian jiwa dan harta benda serta rusaknya infrastruktur terutama di kota Padang dan Padang/Pariaman, tapi tetap energi yang keluar ditambah dengan yang tanggal 10 April 2005, belum setara. Dr. Irwan Meilano dari ITB memperkirakan baru sepertiga yang keluar. Jadi masih ada kira-kira duapertiga lagi yang tinggal. Duapertiga energi yang tinggal inilah yang diyakini oleh tim BNPB berpotensi menimbulkan gempa besar. BNPB menyebut 9 SR. Kalau saya menyebut paling tinggi 8,5 SR. Dan saya pernah berdiskusi dengan John McKlosky (pakar geofisika dari Irlandia), beliau pun sepakat dengan saya, bahwa dengan sejarah gempa yang terjadi di segmen ini 8,7 SR, maka energi yang tersisa maksimum menghasilkan gempa 8,5 SR.

Tidak masalah dengan prediksi BNPB yang 9 SR. Maksudnya mungkin agar semua kita, termasuk tim BNPB sendiri beserta BPBD Sumbar dan kota/kabupaten menyiapkan diri menghadapi gempa 9 SR. Kalau kita bersiap dengan 9 SR, lalu terjadi di bawah itu….aman bukan? Jadi itu maksudnya.

Begitu juga dengan tsunami. Untuk terjadi tsunami, ada syarat-syaratnya. Tidak harus sebuah gempa menghasilkan tsunami. Itu sangat tergantung kepada lokasi episentrum di segmen Siberut itu. Tinggi tsunami itu pun, untuk pesisir barat Sumatera, dari sejarahnya dan dari simulasi/pemodelan yang dibuat oleh pakarnya, baik di ITB, UGM dan Caltech (California Institut of Technology), hanya 6 meter dpl (diatas permukaan laut). Waktu sampai tsunami untuk di Mentawai antara 10-12 menit setelah gempa besar dan untuk pesisir barat Sumatera antara 30-50 menit sesudah gempa besar.

Mudah-mudahan penjelasan saya ini dapat dipahami. Jangan kita takut terhadap gempa dan tsunami. Yang harus kita lakukan adalah WASPADA. Bukan takut. Pelajari mitigasi untuk menghadapi bencana gempa dan tsunami ini.

CATATAN TAMBAHAN:
Walaupun segmen Siberut ini menyimpan energi yang bisa menghasilkan gempa besar, namun tidak seorang pakar pun yang bisa memprediksi kapan energi itu keluar menjadi gempa, dimana episentrum dan hiposentrumnya. Ini dinyatakan oleh beberapa pakar yang datang ke Sumbar dan mempresentasikan hal ini di Gubernuran Sumbar tahun 2013 yang lalu. Ada Irwan Meilano, Danny Hilman, Kerry Sieh dan pakar Sumbar yang menyepakati hal tersebut.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Bundo Kanduang Dan Puti Bungsu Unjuk Gigi, Wakil Ketua DPRD Wulan Denura Apresiasi Panitia Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com, - Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wulan Denura menilai dengan Pasar Ekraf 2020 yang memfasilitasi Bundo Kanduang dan Puti Bungsu...

Rival Pribadi Pemuda Tangguh Juru Kunci Kemenangan Darma Tani

BeritaSumbar.com,- Sosok Rival pribadi santer menjadi pembicaraan publik masyarakat tanah datar belakangan ini. Kenapa tidak, pria 30 tahunan itu...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

Walikota Buka Muzakarah MUI Kota Payakumbuh

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Walikota Payakumbuh yang diwakili Staff Ahli bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Ir. Syahril buka acara Muzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

Bumerang Microplastic Di Masa Pandemi

Oleh : Annisa Vitri, Arin Simatupang(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas, Padang) Seperti yang kita ketahui dunia...

Smart Garden dan Water Recycle Sukses Dikembangkan Dosen Saintek UIN STS Jambi

JAMBI, BeritaSumbar.com - Dosen yang tergabung dalam Green Sutha UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil mengembangkan sistem Smart Garden yang terintegrasi dengan Water...

Mesir Menemukan 27 Sarkofagus Berusia Lebih Dari 2.500 Tahun, Temuan Terbesar Tahun Ini.

Mesir kemarin mengumumkan telah menemukan harta karun kuno berupa 27 sarkofagus dalam keadaan utuh. Penemuan ini diklaim sebagai yang terbesar tahun ini.

Akhirnya, Ponsel BM di Indonesia Benar-benar Diblokir Mulai Malam Ini

Setelah mengalami penundaan beberapa kali, akhirnya aturan pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) melalui nomor IMEI resmi diberlakukan.

Agar Tidak Diblokir, Begini Cara Lapor Ponsel yang Dibeli dari Luar Negeri

Aturan pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) melalui identifikasi nomor IMEI telah resmi berlaku mulai 15 September 2020 kemarin malam. IMEI...

Pembaruan Aplikasi Payo App Terbaru, Lebih Ramah, Segar dan Kekinian

Aplikasi PayoApp kini hadir dengan pembaruan terbaru. Update terbaru dari PayoApp ini sudah bisa diunduh di Google Playstore. Dalam update versi...

Dunia Soroti Kapal Selam RI yang Bikin Geger ASEAN

Indonesia membuat geger kawasan ASEAN karena menjadi satu-satunya negara yang memproduksi kapal selam. Sejumlah media asing pun menaruh perhatian pada salah satu...

Tanaman tersembunyi yang ‘mengeluarkan’ nikel di hutan Indonesia

Enam belas tahun yang lalu, Aiyen Tjoa menjelajahi kota pertambangan kecil Sorowako di jantung pulau Sulawesi, Indonesia. Sorowako pernah menjadi rumah bagi keanekaragaman tumbuhan...

BRSDM Lakukan Penelitian Tiga Tahun Situs Kapal Tenggelam di Jalur Rempah Ternate Tidore

Tidore – Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia kelautan dan Perikanan (BRSDM) akan melaksanakan kegiatan riset...
- Advertisement -