Jakarta, beritasumbar.com – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Organisasi Syarikat Islam (SI) telah berlangsung sukses pada tanggal (4-6/11/2025) di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus SI provinsi se-Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A.
Menteri Agama menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi ekonomi umat, terutama wakaf dan zakat, untuk meningkatkan kemandirian ekonomi umat Islam. Potensi zakat sendiri diperkirakan mencapai 300-400 triliun per tahun jika disatukan.
Ketua Umum/Laznah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., menegaskan bahwa Syarikat Islam tidak akan dijadikan partai politik, namun Kaum Syarikat Islam bebas menentukan pilihan politik mereka. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri, yang pernah menjabat sebagai Dewan Pakar Tim Pemenangan ANIES BASWEDAN pada Pilpres 2024, namun kini sebagai negarawan ia mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berpihak pada rakyat kecil.
Tuanku Rismaidi, Ketua DPC SI Kota Bukittinggi, menyatakan bahwa dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga diperkuat oleh Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., (tautan tidak tersedia), yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi RI. Ferry Juliantono disebut merupakan pendukung Bapak Prabowo sejak awal sebagai kader Partai Gerindra.
Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., (tautan tidak tersedia), meminta seluruh kader Syarikat Islam untuk menjadi motor penggerak Koperasi Merah Putih di Indonesia, sejalan dengan fokus pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Jadwal kegiatan Mukernas yang cukup padat diisi oleh materi dari beberapa menteri Kabinet, termasuk juga Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Puncak acara Mukernas adalah Peringatan Milad ke-120 Syarikat Islam Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada (6/11/2025) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, sekaligus pembukaan Pameran Expo Syarikat Islam, yang diperkirakan akan menjadi ajang konsolidasi dan promosi produk-produk ekonomi umat. (Mta)
