24.5 C
Padang
Thursday, December 3, 2020
Beritasumbar.com

Sri Rejeki Si Primadona Pembawa Rezeki di Tengah Pandemi
S

Kategori -

Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau bukan Sri Rejeki atau kita kenal juga dengan nama Aglonema. Sri rejeki adalah tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Berasal dari genus Aglaonema dan memiliki sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Bagi sebagian orang Sri Rejeki dianggap bisa memberikan peruntungan tersendiri. Selain itu tanaman ini juga berfungsi menghilangkan polutan udara sekitar pekarangan.

Tanaman hias ini juga memiliki jenis yang beraneka ragam dengan berbagai pilihan warna dan pasti bisa menambah keindahan rumah. Diantaranya yaitu Pride of Sumatra, Legacy, Lipstik atau Siam Aurora, Bidadari, Dud Anjamani, Red Kochin, Lady Valentine, Sinar Bulan, Emerald Bay, Cutlass, Silver King, Widuri Putih Super, dan si Anyamanee yang baru dikembangkan pada tahun 2019 lalu di Thailand.
Dengan maraknya trend tanmana hias jenis Sri Rejeki atau Aglaonema ini membuat meningkatnya harga di pasaran.

Pada beberapa situs penjualan daring, satu buah bibit Sri Rejeki kini dihargai dengan rentang harga 40 ribu hingga 300 ribuan sesuai dengan kekhasan tiap jenisnya. Meningkatnya harga pasar tentunya menjadi ladang usaha tersendiri bagi beberapa kalangan pembudidaya tanaman hias. Untuk jenis Aglaonema termahal ini jatuh kepada Aglaonema Anyamanee Jenis aglaonema ini merupakan varietas baru yang muncul pada tahun 2019.

Keindahannya terletak di daunnya yang lebar yang terdiri dari tiga warna yaitu hijau, merah dan putih. Tanaman ini di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya, belum banyak pedagang yang mendatangkan bibit atau indukan Aglaonema Anyamanee dari Thailand. Karena jumlahnya sangat terbatas, memiliki Aglaonema Anyamanee menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi varietas ini memang memiliki bentuk yang sangat indah. Sehingga menjadi wajar jika ia saat ini menjadi jenis aglaonema termahal di tahun 2020. Harga jual tanaman indukannya bisa mencapai puluhan juta rupiah dan harga bibitnya sekitar 300 ribuan.

Namun, ternyata aglaonema ini sendiri merupakan jenis tanaman yang cukup mudah di budidayakan, sehingga bisa menjadi pilihan budidaya tanaman hias rumahan dikala pandemi ini. Berikut Cara Menanam Aglaonema yang baik dan benar. Menanam Aglaonema bisa dilakukan dengan benih, metode cangkok, metode stek dimana proses nya lebih mudah dibanding metode cangkok.

Untuk merawat tanaman Hias Aglaonema ini mempunyai beberapa langkah yaitu, pertama siapkan medium tanam yang sesuai. Gunakan tanah dengan perbandingan tanah humus dan tanah pasir 3:1 dengan derjat keasaman 6-7 agar pertumbuhan Aglaonema menjadi maksimal. Kedua memberi pupuk secara berkala, pemberian pupuk untuk Aglaonema ini dibatasi dan cukup dilakukan satu kali tiap tiga bulan untuk menjaga kepadatan dan kondisi medium.

Ketiga, sesuaikan kadar air dengan kelembapan tanah, cukup siram satu kali sehari dengan takaran pas agar tanah menjadi subur dan lembab. Terakhir, hindari pencahayaan matahari secara langsung, maksimalkan pertumbuhan Aglaonema dengan menghindarinya dari paparan matahari langsung
Nah cukup mudah bukan? Budidaya Sri Rejeki atau Aglaonema ini pastinya bisa menjadi pilihan bisnis santai namun menjanjikan pundi-pundi rezeki di tengah pandemi.

Penulis: Jelita Putri Adisti & Iga Permata Hany
mahasiswa program studi S-1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Kelurahan NDB Dikukuhkan Sebagai Kelurahan Bersinar

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Dengan mengusung tagline “#hidup100persen sadar, sehat, produktif dan bahagia”, Pemerintah kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Payakumbuh...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Pendapatan Daerah Berkurang, Pembangunan masjid Raya Batal

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Harapan warga Kota Payakumbuh miliki masjid raya dalam waktu dekat tidak dapat terealisasi. Pembangunan Masjid raya yang direncanakan dimulai tahun depan gagal...

Kantor Wali Kota Payakumbuh Didatangi KPK RI

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Datang dari Gedung Merah Putih, Ibu Kota Indonesia, Jakarta, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Lili Pintauli Siregar mandatangi...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -