23 C
Padang
Selasa, Maret 2, 2021
Beritasumbar.com

Pilkada 2020 serentak, Menyerahkan Keselamatan Raga Atau Hak Suara
P

Kategori -

Pilkada 2020 akan dilaksanakan sebentar lagi secara serentak. Tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat pada pandemi wabah Covid-19 masih dianggap sangat tinggi dan rentan. Namun, tahapan pilkada sementara akan berjalan. Walaupun pelaksanaan pilkada tetap dilaksanakan serentak tanggal 9 desember 2020 dengan kondisi wabah Covid-19 masih tinggi maka taruhan nyawa warga masyarakat bisa berakibat fatal meskipun tetap dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sampai saat sekarang ini tercatat angka penularan dan kematian pasien Covid-19 mengalami peningkatan dan belum dapat dikendalikan oleh tenaga medis. Data tersebut menunjukkan bahwa Covid-19 sangat mudah menular. Penyakit yang disebarkan virus itu menyebar seiring dengan ke mana manusia bermobilisasi. Beberapa bulan lalu, pertama kali penyakit itu diberitakan hanya ada di Depok, akan tetapi sampai saat ini Covid-19 sudah berada di semua provinsi dan hampir semua kabupaten kota. Gerak sosial dari seseorang menjadi kunci kecepatan persebaran Covid-19 tersebut.

Ada baiknya, demi keselamatan Rakyat Indonesia, pemerintah menunda penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Bukan tanpa alasan penulis menyarankan agar pilkada ditunda. berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati. Pasal 120 ayat (1) dan (2) terdapat frasa bahwa pihak penyelenggara dapat menunda pilkada jika terjadi bencana non alam berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional.

Mengapa penyebaran penyakit Covid-19 cepat dan rentan terjadi? Virus corona menyebar dari satu orang ke orang lain dalam jarak dekat. Penyebarannya serupa dengan penyakit pernapasan lain, seperti flu. Droplet atau percikan dari air ludah atau ingus orang yang terinfeksi terlontar ketika bersin atau batuk. Bila mengenai orang lain, terutama bagian wajah, droplet ini berpotensi membuat orang tersebut turut terinfeksi karena virus bisa masuk ke tubuh lewat hidung, mulut, bahkan rongga mata. Menurut WHO, lontaran droplet bisa mencapai 1 meter. Karena itu, jarak aman yang direkomendasikan antara satu orang dan orang lain adalah 2 meter. Ketika abai menjaga jarak (M1) dan memakai masker (M2), risiko tertular semakin tinggi. Demikian pula abai terhadap 3C, risiko akan munculnya klaster menjadi lebih tinggi.

Di negara lain, kegiatan yang mengundang kerumunan sangat dihindari bahkan dibatalkan jauh hari sebelum jadwal pelaksanaan. Di Inggris, sejak 14 September mereka menerapkan larangan kumpul-kumpul lebih dari enam orang. Betapa pentingnya mereka menjaga pandemi agar tetap terkendali. Karena dengan menjaga negara, mereka turut menjaga dunia untuk cepat mengakhiri pandemi ini. Pendapat seperti itu sangat dipahami pemerintah Inggris. Seharusnya pemerintah Indonesia melakukan hal yang sama, mengingat kasus konfirmasi Covid-19 per hari semakin meningkat. Peningkatannya sangat melonjak sejak akhir Juli. Hanya dalam waktu sebulan (sampai akhir Agustus) meningkat dari 2.000-an menjadi 3.000-an kasus per hari.

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tidak hanya harus dipahami saat periode pemilihan, tetapi juga ketika pelaksanaan pemungutan suara. Jangan sampai pemberian suara menjadi momentum masyarakat untuk menyerahkan raganya dihinggapi Covid -19. Rancangan pelaksanaan pemungutan suara harus disosialisasikan mulai sekarang agar tidak menjadi sumber persebaran virus. Pemerintah dan penyelenggara pemilu hendaknya mendengarkan masukan berbagai pihak terhadap keselamatan seluruh masyarakat. Bukan mementingkan ”keselamatan” hanya segelintir orang.

Jika dalam pelaksanaan  kedapatan calon kepala daerah (calon Bupati & Wakil Bupati) melanggar aturan yang sudah ada, pihak penyelenggara dan penegak hukum harus menindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku untuk memberi efek jera bagi para pihak. Jangan sampai publik mengatakan bahwa aturan yang dibuat (Law in the book) tidak sesuai dengan pelaksanaannya (Law in action), sebisa mungkin ini dihindari untuk menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah.

Perlu adanya kesiapan yang matang untuk menghindari adanya korban jiwa akibat pelaksanaan pemilihan kepala daerah dalam situasi pandemi Covid-19. tahun ini berbeda dari tahun-tahun yang sudah dilewati,  tahun ini pihak penyelenggara harus bekerja lebih keras lagi dengan menggunakan Alat Pelindun Diri (APD) lengkap sesuai dengan standar protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas agar terhindar dari paparan Covid-19.

Oleh: Bellia Mustika Rani
Jurusan S1 Biologi, Universitas Andalas.
belliamustikarani2711@gmail.com

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Harmonisasi Kepala Daerah, Ketua DPRD Lima Puluh Kota: Jangan Seperti Bupati-Wabup Sebelumnya

Sarilamak, beritasumbar.com - Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Deni Asra agar pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin, Dt Bandari Rajo dan...
- Advertisement -

Ujian Akhir Sekolah SD dan SMP Di Payakumbuh Bakal Dilaksanakan 29 Maret Sampai 1 April 2021

Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan tahun 2021 ditiadakan. Dengan ditiadakannya UN dan ujian kesetaraan tahun 2021, maka UN dan ujian kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, di Payakumbuh hanya melaksanakan ujian akhir sekolah (UAS) saja.

Pelantikan Ketua TP-PKK Sebelas Kabupaten/kota di Sumbar, Istri Wako Bukittinggi Paling Muda

Padang, beritasumbar.com -- Ketua TP - PKK untuk 11 Kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar), dilantik serentak di Auditorium Gubernur berlangsung khidmat, Jumat (26/2/2021). Pelantikan ini...
- Advertisement -

Tugas Perdana Marfendi Jadi Wawako Bukittinggi, Hadiri Acara PIF

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Wakil wali kota Bukittinggi, Marfendi menghadiri acarakomunitas pencinta Pajero Indonesia Family (PIF) Ranah Minang Chapter (RMC) pada hari pertamanya menjabat sebagai...

Aktivis LIMAPIA Kecam Oknum Penyalahgunaan Jabatan di Sumbar

Indonesia pada tahun 2020 terjadi bencana yang sangat mempengaruhi siklus pertumbuhan baik di ekonomi untuk mensejahterakan masyarakat sampai kepada hal pendidikan sebagai generasi penerus negara untuk bersaing dengan bangsa lainnya, tentunya hal ini tidak menjadi keinginan bersama. Oleh karena itu pemerintah pusat sampai kepada lembaga-lembaga lain bekerjasama mempercepat penanganan untuk keluar kasus corona ini.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”
- Advertisement -