23 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sosialisasi dan Pelatihan Teknik Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam
S

- Advertisement -

Oleh : Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Pertanian Universitas Andalas

Budidaya pertanian tidak pernah lepas dari masalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pengendalian serangan hama dan penyakit menjadi salah satu masalah penting dalam teknis budidaya tanaman, selain pemilihan benih yang unggul, penanaman, pemupukan, pemanenan, dan pascapanen.

Kenapa tidak ? Keberadaan hama dan penyakit tersebut dapat menurunkan kualitas dan kualitas dari hasil tanaman yang kita budidayakan, sehingga dapat menurunkan produktivtas dari tanaman yang kita budidayakan. Organisme Pengganggu Tanaman atau dikenal dengan singkatan OPT adalah semua bentuk organisme hidup yang dapat merusak tanaman, baik wujudnya yang dapat dilihat dengan mata sendiri (seperti tikus) hingga yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (seperti virus dan bakteri). Secara garis besar OPT tersebut dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu: hama, penyakit, dan gulma.

Sebenarnya kalau kita arif bijaksana, keberadaan hama dan penyakit tanaman tersebut merupakan akibat dari ulah manusia sendiri. Perubahan ekosistem hutan menjadi areal pertanian merupakan salah satu penyebab utamanya. Selama ekosistem alami (hutan) terjaga keseimbangannya, tentu saja tidak akan ada OPT tersebut. Ditambah lagi dengan pratek budidaya yang tergantung dan mengandalkan pestisida sintetik (kimia) dalam mengendalian OPT. Pemakaian pestisida sampai saat ini masih dijadikan senjata utama dalam upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman, sehingga hama tersebut resisten (kebal) dan terjadi resurjensi (peledakan) hama di masa tanam berikutnya.


Berdasarkan latar belakang tersebut, dosen Fakultas Pertanian satu ini memberikan kegiatan sosialisasi kepada petani, mengenai teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam. Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan petani dan meningkatkan kesadaran petani akan bahay laten dari penggunaan pestisida kimia. Teknik pengendalian OPT berbeda menurut jenis OPTnya. Beberapa cara teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman tersebut, antara lain :


Pengendalian secara genetik
Pengendalian hama dan penyakit secara genetik dapat dilakukan dengan cara penggunaan varietas tahan OPT, mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan di lokasi budidaya tanaman kita. Varietas tahan tanaman yang kita tanam tersebut bisa berasal dari instansi pemerintah, seperti BATAN, BPTP, dan lain-lain.
Pengendalian secara kultur teknis
Beberapa cara teknik pengendalian secara kultur teknis, yaitu sanitasi, pengolahan tanah, pengelolaan air, pergiliran tanaman, pemberaan lahan, pemupukan berimbang, penggunaan mulsa, dan penggunaan tanaman perangkap. Salah satu cara kultur teknis yang lagi booming (marak-maraknya) saat ini adalah Refugia, yaitu budidaya tanaman bunga-bunga di sekitar lahan pertanian kita. Tanaman refugia tersebut bisa sebagai habitat musuh alami untuk berkembang dan hidup, sehingga OPT pun bisa terkendalikan secara alami nantinya.


Pengendalian secara fisik dan mekanik
Teknik pengendalian secara fisik dan mekanik ini merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan untuk mengendalikan hama. Contohnya: pembakaran, pendinginan, pengeringan, penggunaan lampu perangkap, penggunaan penghalang, dan penggunaan gelombang suara, pemasangan orang-orangan. Contohnya: mengendalikan hama tikus dan burung di sawah, pengambilan kelompok telur hama dengan tangan, dan penggunaan lampu perangkap untuk menangkap serangga aktif malam (nocturnal).
Pengendalian secara biologis atau hayati
Teknik pengendalian secara biologis atau hayati dengan cara memelihara dan menyebarkan musuh alami (seperti predator, parasitoid, dan enomopatogen) ke lahan pertanian. Dengan harapan musuh alami tersebut dapat mengendalikan populasi hama dan penyakit di lahan pertanian kita tersebut.


Pengendalian secara pestisida ramah lingkungan
Pestisida ramah lingkungan dikenal dengan pestisida nabati. Secara umum, pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Sifat dari pestisida nabati yaitu mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan, serta relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan. Banyak tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati, contohnya kipait (Tithonia), krinyuh, serai, daun pepaya, daun sirsak, daun tembakau, dan lain-lain.


Pengendalian secara kimiawi dengan pestisida selektif
Pengendalian OPT secara kimiawi dengan pestisida selektif ini merupakan teknik cara pengendalian terakhir yang dapat kita lakukan jika teknik pengendalian yang lain tidak berhasil.

Namun kita harus memilih kimiawi dengan selektif. Artinya pemakaian pestisida yang berspektrum luas, berdosis tinggi, dan terdiri dari satu jenis saja dalam waktu panjang harus kita hindari karena bisa menyebabkan kekebalan dan peledakan OPT.
Pada kegiatan ini, dosen fakultas pertanian yang satu ini juga memberikan contoh pembuatan pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan petani di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam tersebut. Kegiatan ini disambut baik oleh anggota kelompok tani dan juga dihadiri, Bapak Yasril, SP. sebagai petugas POPT di Kabupaten Agam

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img