31 C
Padang
Jumat, Juli 30, 2021
Beritasumbar.com

‘Soeharto’ Turun Tangan Dinginkan Beringin
&

Kategori -

Ditulis oleh: Hafizd Mukti Ahmad (wartawan di CNN Indonesia). Tulisan opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

“Orde Baru adalah Golkar.” Petikan itu dikutip dari Akbar Tanjung saat CNN Indonesia berkunjung ke kediamannya di Jakarta Selatan tahun 2014, di akhir September, bulan yang menandai awal keretakan partai yang tak pernah menang sepeninggalan Presiden ke-2 Soeharto. “Pun sebaliknya,” kata Akbar menambahkan.

Posisi tokoh tangan kanan Soeharto di rezim Orde Baru itu, saat ini tak pasti, kala Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan kepastian hukum atas kepengurusan Partai Golkar kepada Agung Laksono pertengahan Maret 2015 yang berseberangan dengan kubu Akbar di sisi berlawanan kepemimpinan Aburizal Bakrie. Tujuh bulan terlewati, partai yang lahir 20 Oktober 1964 ini ibarat partai baru, labil, tak bisa mengendalikan situasi pribadi. Gejolak tak berhenti, bahkan hingga kini.

Nama besar Golkar tak diragukan lagi. Di bawah Soeharto, 32 tahun, dua partai lain saat itu PDI dan PPP tak kuasa menandinginya, yang mana hal itu tidak pernah lagi terjadi pascareformasi hingga kini. Semua berawal dari gilang gemilang pemilu 1971. Kekuatan nyaris sempurna, Golkar mencetak kemenangan berikutnya. Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, hingga 1997. “Bayangkan kemenangan Golkar selalu di atas 60 persen dari total pemilih,” kata Akbar.

Jabatan strategis di semua lini terisi oleh barisan ‘Cendana’ termasuk mereka yang berada dalam satu baris komando Soeharto. Tak lupa nama-nama besar dari keluarga Cendana lahir, sebut Mbak Tutut dan Tommy Soeharto, siapa yang tak kenal mereka, saat itu. Soehardiman, pendiri Golkar bertutur sekuat ingatannya kepada CNN Indonesia. Menurutnya apa yang dikemukakan Akbar benar adanya. Orde Baru dan Golkar adalah hal yang berkelindan. “Saling tunjang dan saling memanfaatkan itu hubungannya,” katanya.

Tidak salah apa yang dilakukan Soeharto atas Golkar saat itu, karena kondisi mendukung semua lini atas apa yang dilakukan Soeharto untuk menguasai seluruh negeri, yang kemudian menjadi kesalahan fatal jika Orde Baru saat itu sudah menganut perspektif demokrasi kekinian yang ada di republik ini dan akhirnya pecah di 1998.

Hingga 2014, praktis trah ‘Cendana’ tak muncul kepermukaan, sampai pada akhirnya satu persatu keluar kandang (kembali) meramaikan suasana republik ini. Kiprah ‘Cendana’ diawali Mbak Tutut yang menang atas pengambilalihan kembali Televisi Pendidikan Indonesia sepanjang 2014, hadirnya Titiek Soeharto yang menjadi Anggota DPR RI 2014-2019.

Paling anyar kemunculan putra bungsu Soeharto, Tommy, Hutomo Mandala Putra nama lengkapnya, yang kembali hadir setelah terakhir kali muncul di Munas Golkar Riau 2009, langsung mencalonkan diri menjadi ketua umum Golkar melawan Ical dan Surya Paloh, saat itu.

Tak cukup waktu persiapan, membuat Tommy terjungkal di Riau. Butuh waktu untuk akhirnya bersentuhan lagi secara langsung dengan Golkar yang telah melekat dengannya sejak lahir, sejak pertama partai itu berkuasa saat Tommy berusia 9 tahun.

Kemunculan Tommy yang didaulat menjadi ketua sekaligus pembina asosiasi batu akik ini tak tanggung, mendatangi Ical, Ketua Umum Golkar definitif versi musyawarah nasional Bali. Akbar buka suara, ‘Cendana’ menggalang kekuatan, inisiasi pertemuan itu diprakarsai Titiek, sang kakak. Rasa prihatin atas kondisi beringin menjadi alasan utama Tommy ingin bermediasi dengan Ical.

“Tidak ada kata ‘tidak’ jika serius ingin membesarkan partai, dan tentunya selalu ada kata ‘tidak’ jika berniat merusak partai,” cuit Tommy dalam akun Twitter @HutomoMP_9 , Jumat (10/4), atau empat hari sebelum pertemuan dengan Ical. Dalam pertemuan itu, Tommy disebutkan mendukung munas luar biasa yang menggabungkan kubu Ical dan Agung. Dari situlah bermunculan spekulasi mulai berangnya keluarga ‘Cendana’ yang diwakili Tommy melihat kondisi partai yang dibesarkan sang ayah. Informasi yang beredar Tommy diduga pula mendatangi kubu Agung.

Jika kemudian munas luar biasa bakal digelar, maka spekulasi bisa saja semakin liar. Petarung bisa saja berjumlah tiga orang dalam satu ring, dan bukan tidak mungkin menjadi palagan yang akan dikuasai “Cendana’ mulai saat itu, jika melihat bagaimana begitu berpengaruhnya partai warisan sang ayah atas hidup Tommy, dan seluruh keluarganya.

Tommy perlu lebih lima tahun sampai akhirnya benar-benar muncul lagi peta politik Indonesia, dengan semangat yang ‘mungkin’ lebih besar dari kedua pihak berseteru yang telah terkuras, Tommy jadi dewa penyelamat Golkar, mungkin. Terlebih, dana besar telah digelontorkan Ical selama kampanye dan pemilu, dengan hasil gagal total, ditambah kiprah Agung yang tak terbilang moncer dalam dinamika politk negeri ini dan bukan pula pebisnis ulung.

Biaya mahal berpolitik, khususnya bagi partai sekelas Golkar adalah sebuah keniscayaan. Terlebih sejak 2014, Ical terpental dari daftar 50 besar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes, sedangkan Agung tak pernah punya cerita memiliki sokongan dana raksasa. Tak hanya itu, dari 11 perusahaan yang menyokong singgasana Bakrie, tujuh di antarnya memiliki tren negatif.

PT Bakrie and Brothers Tbk pada 2013 kuartal III sampai 2014 di kuartal yang sama mencatatkan pertumbuhan minus 103,01 persen dan PT Bumi Resources Tbk minus 103,53 persen, termasuk PT Darma Henwa, PT Energi Mega Persada dan PT Bakrieland Development merugi, dengan total kerugian di kuartal III 2014 mencapai Rp 1,76 triliun.

Sulit disangkal partai politik tidak membutuhkan biaya besar. Menghidupi ribuan kader dalam struktur DPP hingga daerah, dengan jumlah tak lebih dari Rp 1 miliar bagi Golkar dari APBN sebagaimana diatur dalam UU Partai Politik sangatlah tidak masuk akal. Ihwal keprihatinan dalam konteks partai, dan juga ‘prihatinnya’ para pemangku partai saat ini menjadi pintu masuk bagi ‘Cendana’ sebagai juru selamat yang diawali wacana munas luar biasa, yang sebelumnya ditolak kedua belah pihak, Agung-Ical, sampai akhirnya Tommy berkomentar menginginkan munas segera.

Wajar bagi Tommy yang nyaris menghabiskan seluruh umurnya bersama Golkar, merasa prihatin saat akar beringin tak lagi kuat mencengkram. Bahkan terancam hilang dalam peredaran politik jika dalam pilkada serentak Golkar tak ikut ambil bagian. Tak dipungkiri, ‘Cendana adalah Beringin’ pun sebaliknya, dengan modal 32 tahun berkuasa, akan sangat menyakitkan bagi Tommy melihat warisan sang ayah harus terbelah.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dua Meninggal dan 28 Positif Covid-19 Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Angka kematian akibat Covid-19 di Payakumbuh terus meningkat, dimana dalam beberapa hari terakhir ini terdapat masyarakat yang dinyatakan meninggal karena terpapar virus corona.
- Advertisement -

Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Desak PAM Tirta Sago Secepatnya Atasi Permasalahan Debit Air

Payakumbuh,BeritaSumbar.com- Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh mendesak agar Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sago dapat segera mengatasi permasalahan debit air di kota itu.

Dua Meninggal dan 28 Positif Covid-19 Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Angka kematian akibat Covid-19 di Payakumbuh terus meningkat, dimana dalam beberapa hari terakhir ini terdapat masyarakat yang dinyatakan meninggal karena terpapar virus corona.
- Advertisement -

8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru

Cerita Berseri, Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 4/1000 cerita “8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru” Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Sebutan 8...

Padang Panjang PPKM Level 3, Kakankemenag Ikuti Rapat Bersama Forkopimda

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang mengikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Padang Panjang sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tanggal 25 Juli 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Padang Panjang, Selasa (27/07/2021)
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -