Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-,Kejadian luar biasa di saat wabah Corona mengintai di Limapuluh Kota, maling pun mulai menjadi-jadi. Apalagi terjadi di siang hari bulan Ramadhan 1441 H kali ini. Tepatnya di salah satu toko material milik warga Jorong Simpang Tigo Nagari Sariak Laweh Kabupaten Limapuluh kota siang hari ini.

Kejadian ini mendadak viral di telinga warga dan kebetulan yang melintasi warung yang letaknya strategis di wilayah simpang tigo tersebut tersebut. Akhirnya meski di tengah wabah warga silih berganti dan berkerumun tampa mengenakan masker & social distanching yang lagi marak-maraknya di kampanyekan pemerintah.

Di tempat kejadian, kami sempat bertemu Wali Nagari & mewawancarai tapu belum bersedia memberikan informasi karena baru datang di tempat kejadian, namun melimpahkan wewenang kepada Bapak Novrianto selaku Wali Jorong setempat. “Beruntung kami sudah punya pemimpin muda di Jorong Simpang Tigo ini sehingga cepat tanggap dengan kebutuhan warga” ujar salah seorang warga yang ciletup ditengah keramaian.

“Maling ini sebenarnya sudah lama di intai dan sepertinya sudah terencana” ujar Noviardi, Jadi motiv maling disiang bolong kali ini bukan karena semata dampak Corona. Jauh sebelum wabah, maling sudah menjadi langganan barang pengantar material toko. Pemilik toko selama ini sudah mencurigai pelaku karena beberapa kali setiap si pelaku datang menjualkan tripleknya pasti ada selalu ada seng di toko yang hilang hingga akhirnya hari ini baru mendapatkan bukti dan langsung diamankan pemilik toko. Takut dihakimi masa akhirnya pemilik dan Wali Jorong sigap mengamankan pelaku dan dikurung dalam toko sebelum pihak kepolisian segera datang menjemput.

Diketahui pelaku yang tertangkap basah oleh warga berjumlah 3 orang, salah satu KTP pelaku berinisal IF warga Padang Tiakar Hilir Kota Payakumbuh, laki-laki kelahiran Tarok 02-05-1982 dengan 2 rekan lainnya yang belum diketahui informasinya bersama barang bukti Triplek, Seng & Colt Disel berwarna Hitam sebagai alat transportasi yang dipakai bersama para pelaku.

Selesai wawancara pihak Serse Akabiliru terlihat baru datang di TKP dan belum sempat dikofirmasi lebih jauh karena kerumunan massa semakin banyak dan kami lebih cendrung menghindari hal tersebut karena disaat yang sama Corona juga sedang mengintai kita semua.

Selayaknya warga bersama pemerintah juga turut memperhatikan kondisi sosial yang saat ini juga mewabah, jangan sampai lupa bahwa situasi Covid-19 jauh berbahaya dari maling yang sudah ada. Bisa jadi maling-maling baru akan segera datang ketika ekonomi masyarakat sudah mulai terhenti karena penderita Covid-19 merebak dimana-mana ketika aturan distanching dan kebutuhan penting lainnya untuk menghadapi Corona terabaikan.(*)

loading...