29.1 C
Padang
Saturday, December 5, 2020
Beritasumbar.com

Salahkah Politik Dinasti? Ini Kata Pengamat IPI
S

Kategori -

Jakarta,BeritaSumbar.com, – Politik Keluarga atau dikenal dengan “Dinasti Politik” masih menghiasi 171 pilkada serentak tahun 2018 ini.
Menurut peneliti politik Indonesian Public Institute (IPI) politik dinasti sebetulnya tidak menjadi persoalan asalkan sesuai dengan mekanisme. Jadi, ada sebab akibatnya dan positif dan negatif.
“Yang tidak dibenarkan jika, istri, anak bahkan saudaranya mencalonkan sekaligus. Jika salah satu anak pejabat tersebut punya potensi untuk maju kan sah-sah saja,” kata Jerry.
Dia mencontohkan pilkada di Kalimantan Barat (Kalbar) dimana anak mantan gubernur Cornelis, Caroline Margret Natasha yang diusung PDI-P.
Bayangkan saat maju di pilbup Landak lalu, Karoline meraih suara sampai 96,62 persen. Berarti otomatis dia disukai dan dicintai masyarakat.
Begitu pun jagoan PDI-P di Sumatera Selatan (Sumsel) anak Gubernur Alex Noerdin Bupati Musi Banyu Asin Doddy Reza Alex Noerdin dan HM Giri Ramanda Kiemas.
Jerry menyebut Doddy berpeluang meraih kursi panas di Sumsel.
“Jika dilihat sepak terjang ayahnya Alex, maka bukan tidak mungkin dia akan finis diposisi pertama,” ujarnya.
Memang tutur peneliti politik di AS ini, ada pula efek negatifnya terkait politik dinasti yakni anggapan orang keluarganya serakah dan tidak memberikan kesempatan pada calon lain. Padahal tak masalah jika calon itu disukai warga.
“Yang tidak etis barangkali anaknya 4 semuanya disuruh maju di ajang pilkada, itu yang tidak masuk akal,” ucapnya.
Sementara jelasnya, ada 12 calon politik keluarga. Kedua belas calon pemimpin daerah itu adalah Andika Hazrumy (calon Wakil Gubernur Banten), Hana Hasanah Fadel (calon Gubernur Gorontalo), Dodi Reza Alex Noerdin (calon Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan), Adam Ishak (calon Wakil Bupati Mesuji, Lampung), Parosil Mabsus (calon Bupati Lampung Barat).
Selanjutnya Atty Suharti (calon Wali Kota Cimahi, Jawa Barat), Siti Rahma (calon Bupati Pringsewu, Lampung), Dewanti Rumpoko (calon Wali Kota Batu, Jawa Timur), Karolin Margret Natasa (calon Bupati Landak, Kalimantan Barat), Noormiliyani A. S. (calon Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selantan).
Kemudian Rahmadian Noor (calon Wakil Bupati Barito Kuala) dan Tuasikal Abua (calon Bupati Maluku Tengah).
Oleh karena itu ucap dia, sebelumnya harus ada SOP terkait politik dinasti yang dilarang dan mana yang tidak dilarang. Lantaran sejauh ini sebutnya belum ada kriteria yang mengikat.
Memang kata dia, larangan keluarga inkumben mencalonkan diri pernah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah Pasal 7 huruf r. Namun Mahkamah Konstitusi membatalkan pasal ini dalam perkara uji materi pada tahun yang sama.
“Namun jika anak atau keluarga petahana saat di survei unggul elektabilitas, akseptabilitas dan popularitas, maka tak jadi masalah. Dalam hal ini politik dinasti tak berlaku.Jadi perlunya merevisi UU Parpol No 2 Tahun 2011,” tandasnya.(red/Jerry Massie)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kelurahan NDB Dikukuhkan Sebagai Kelurahan Bersinar

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Dengan mengusung tagline “#hidup100persen sadar, sehat, produktif dan bahagia”, Pemerintah kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Payakumbuh...

Bank Indonesia Buat MoU Dengan Tenun Balai Panjang

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi dan Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Henny Yusnita menandatangani Nota Kesepahaman dan Komitmen Bersama Pencanangan Transformasi Tenun...

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf

Sawahlunto,BeritaSumbar.com,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Kapolres Sijunjung Himbau masyarakat Jaga Kamtibmas di Pilkada Serentak 2020

Sijunjung, BeritaSumbar.com, -Jaga Netralitas, Indepedensi apatatur negara, hindari persoalan sekecil apapun, jauh konflik kepentingan. Jangan coba-coba untuk melakukan kesalahan yang berhubungan dengan...

Indonesia Records Rilis Kolaborasi Revemayuzumi, Santy, Arthur Gibrananto, dan Aurel Larasati di Project N I WANT U

Untuk eksplorasi lebih dalam dengan penerapan konsep musik kekinian, kolaborasi Revemayuzumi, Santy, Arthur Gibrananto, dan Aurel Larasati yang dibentuk oleh Indonesia Records merilis ulang lagu N I Want U yang pernah dipopularkan Santy. Lagu N I Want U versi terbaru tersebut dirilis pada Selasa 1 Desember 2020 di kanal YouTube Napak Boemi Indonesia.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -