24 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Regulasi Belum Ada, Pemkot Bukittinggi Pasang Target Rp4,8 Miliar di Pasar Atas
R

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Pasar Atas di Kota Bukittinggi super megah dengan menghabiskan dana APBD miliaran rupiah untuk biaya operasional, namun tidak sepeser pun kemasukan daerah bersumber di pasar tersebut.

Padahal, Pasar Atas yang rekonstruksinya menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp292 miliar, sudah dihibahkan pemerintah pusat ke Pemerintahan Kota (Pemkot) Bukittinggi sejak beberapa bulan yang lalu.

Data didapatkan, Pemkot Bukittinggi telah mengalokasikan dana APBD untuk membiayai perawatan seperti listrik sebesar Rp32 — Rp35 juta per bulan, air Rp7 — Rp8 juta per bulan, cleaning service Rp2,6 miliar se tahun dan security Rp1,3 miliar se tahun di 2021 ini.

Meski biaya telah dialokasikan miliaran rupiah, terdapatnya nol Pendapat Asli Daerah (PAD) di Pasar Atas, terkesan Pemkot Bukittinggi lamban membuat regulasi di Pasar Atas.

Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Isra Yonza ditemui usai rapat bersama anggota dewan di kantor DPRD pada Kamis (14/10/2021), mengatakan, Pemkot Bukittinggi tengah dalam pembahasan regulasi untuk Pasar Atas tersebut.

“Kita belum bisa memastikan sistem apa yang akan dipakai di Pasar Atas. Apakah sewa atau retribusi. Saat ini masih dalam pembahasan,” paparnya.

Meski belum dapat kata pasti sistem apa untuk menarik PAD di Pasar Atas itu, akan tetapi Pemkot Bukittinggi telah memasuki angka Rp4,8 miliar ke dalam Perubahan APBD 2021.

Isra Yonza mengakui Pemkot Bukittinggi telah memasukkan angka Rp4,8 miliar untuk tiga bulan di sisa tahun anggaran 2021, yaitu sebulannya sebesar Rp1,6 miliar.

Namun besaran angka Rp4,8 miliar tersebut akan kah hanya sebatas rencana. Soalnya, menurut Isra, Pemkot Bukittinggi baru akan melakukan pungutan PAD di Pasar Atas tersebut setelah adanya regulasi yang jelas.

“Kini sedang pembahasan regulasinya. Jika tuntas pada Oktober 2021, tentu kemasukan PAD dihitung di November dan Desember 2021,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengatakan, Pemkot Bukittinggi sudah mengantongi surat hibah dari pemerintah pusat ke pemerintah kota Bukittinggi, berupa satu gedung Pasar Atas Bukittinggi.

“Hibah tersebut dari Presiden Joko Widodo melalui Menteri Keuangan, dan suratnya sudah sampai. Kita sudah menandatanganinya,” paparnya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img