27 C
Padang
Sabtu, Februari 14, 2026
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ratusan Perantau Minang Disambut Pemerintah Kota Bukittinggi dalam Wisata Adat Manyilau Kampuang
R

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com – Pemerintah Kota Bukittinggi menyambut ratusan perantau Minang khususnya Nagari Kurai Limo Jorong yang berdomisili di Riau, dalam “Wisata Adat Manyilau Kampuang” yang digagas Ikatan Keluarga Kurai Limo Jorong (IKKLJ) Riau. Kegiatan ini dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi pada Sabtu, (06/09/2025).

Rombongan sesepuh dan pembina IKKLJ, H. Zulhaq Kari Mangkudun, Ketua IKKLJ Riau beserta anggota, disambut hangat oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Sekda, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, serta Bundo Kanduang.

Ketua pelaksana, Feri Harmen, ST., MBA. Dt. Rajo Alam, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Kurai yang telah lama merantau ke daerah Riau.

“Kita ingin memperkenalkan kembali adat Kurai, khususnya bagi generasi muda yang lahir dan besar di perantauan,” ujarnya.

Ketua Karapatan Adat Kurai Limo Jorong, Inyiak Dt. Sati, mengapresiasi kegiatan ini.

“Ada banyak hal positif yang timbul dari kegiatan ini, salah satunya, mendata kembali sebagian Niniak Mamak beberapa suku di Nagari Kurai yang ada belum terdata, karena berada di perantauan,” katanya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu sarana menyambung silaturahmi antara perantau dengan masyarakat Bukittinggi, termasuk pemerintah kota.

“Para perantau tentu juga memiliki kontribusi untuk memajukan kota dan masyarakat Bukittinggi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Niniak Mamak dan Datuak dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Ramlan Nurmatias juga berharap agar status Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan dapat diakui secara tertulis.

“Bukittinggi pernah menjadi ibukota sementara Indonesia dan juga ibukota Sumatra Barat. Hubungan Bukittinggi dengan Jakarta dan Yogyakarta tak bisa dipisahkan. Maka, kami memohon doa dan dukungan agar status Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan dapat diakui secara tertulis,” ujarnya. (Mta)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img