23 C
Padang
Senin, Januari 24, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Payakumbuh
R

Kategori -
- Advertisement -

Ribuan pelajar, mulai dari SD hingga SLTA swasta dan negeri, terlibat dalam iven Pawai Alegoris dan Pawai Pembangunan, memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Payakumbuh, Senin (18/8). Pawai yang sempat diguyur hujan cukup lebat, tapi tidak membuat semangat pelajar kendor melakoni pawai yang panjangnya mencapai 5 Km itu. Publik sangat terhibur dalam barisan pawai yang dikemas jajaran Dinas Pendidikan Payakumbuh itu.

Tingginya antusias warga menyaksikan pawai itu, membuat pusat kota Payakumbuh berubah jadi lautan manusia. Disepanjang jalan utama yang dilewati barisan pawai, padat, dengan massa yang berjubel. Mereka datang dari berbagai penjuru kota dan desa. Pawai ini merupakan puncak kemeriahan HUT RI ke-69 di Kota Batiah.

Pawai tahun ini, dipercepat mulainya, sejak pukul 11.00 WIB. Bergerak dari GOR Kubu Gadang menuju panggung kehormatan di depan BRI atau pos pilisi kota Jalan Sudirman Payakumbuh. Melewati Jalan Rky. Rasuna Said menuju Simpang Labuh Basilang, Jalan A.Yani menuju Simpang Tugu Adipura, sepanjang lebih kurang 5 Km. Barisan pawai sempat terputus dan berhenti sekitar satu jam. Karena hujan deras dan waktu shalat zuhur masuk. Sekitar pukul 13.30, meski hujan masih turun, pawai kembali bergerak melewati panggung kehormatan.

Di panggung kehormatan, Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan H. Hasan Basri Sy, S.Pd, Ketua TP-PKK Ny. Henny Riza Falepi dan Ketua GOW Payakumbuh Ny. Rasyidah Suwandel serta sejumlah pejabat kota lainnya, memberikan aplus dan apresiasi terhadap sekolah yang melakukan atraksi di depan panggung kehoramatan. “Kita senang, seluruh sekolah terlibat aktif dengan pawai ini, menggambarkan semangat kemerdekaan yang sudah melekat disanubari pelajar dan kalangan guru,” kata wawako.

Pawai pembangunan dan elegoris ini, dibagi dalam 98 kelompok barisan. Barisan pawai cukup panjang, yang paling depan sudah sampai di garis finis, sementara rombongan lainnya masih banyak yang belum dilepas di GOR Kubu Gadang. Meski pakaian sebagian peserta pawai basah kuyup, tapi semangat mereka tak luntur menjalani pawai.

Barisan pawai menceritakan sejarah perjuangan bangsa, mulai era penjajahan kolonial Belanda dan Jepang, kemudian usaha menegakan dan mempertahankan kemerdekaan. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, juga diceritakan era Orla, Orba dan Reformasi sekarang ini serta era kelabu saat terjadinya G-30S/PKI. Tak kalah heboh dan semarak, barisan drumband beberapa sekolah cukup memberi tontotan dan atraksi yang membuat warga senang, meski pakaian kuyup di badan.

Menurut Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, ide cerita pawai yang dibidani Dinas Pendidikan di bawah pimpinan H. Hasan Basri SY, Spd, itu, diharapkan wawako, mampu menambah wawasan warga kota, untuk mengetahui sejarah perjalanan bangsa ini.

Peran serta masyarakat dalam gerak pembangunan tidak bakal muncul, jika mereka tidak mengetahui sejarah bangsa ini. Karena itu, momentum pawai ini, diharapkan, menambah semangat perjuangan dan rela berkorban warga kota kian meningkat, untuk mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai pembangunan. “Kita tak ingin, kehadiran warga menyaksikan pawai hanya sekedar melihat karnaval yang tanpa makna,” ungkapnya. (humas payakumbuh)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img