Tanah Datar,Beritasumbar.com – Dugaan penganiayaan secara bersama sama terhadap mantan Kepala Jorong Nagari Buo pada tanggal 12/01/2020 di teras kantor Wali Nagari Buo dipertanyakan korban dan masyarakat setempat.

Aldodi Saputra korban penganiayaan mengatakan,saya menyesali lambannya proses hukum terhadap pelaku inisial YA yang merupakan mantan Wali Nagari serta A dan H,padahal pemukulan terjadi di depan masyarakat banyak dan disaksikan oleh perangkat pemerintahan nagari dan Babinkantibmas,”katanya.

“Seharusnya si pelaku pengeroyokan langsung di amankan saat itu juga oleh pihak berwajib,sampai saat ini pelaku dibebaskan begitu saja.”saya ingin menuntut keadilan,maka dari itu proses hukum saya percayakan sepenuhnya ke polisian agar semuanya jelas dan tidak mengambang seperti sekarang ini.” tambahnya.

Beberapa Masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya juga mempertanyakan,”sampai dimana kasus pemukulan tersebut,sudah lebih dari sebulan kejadiannya,sekarang sepertinya tidak ada kejelasan proses hukumnya,”kata mereka.

Sebelumnya,kronologi terjadinya penganiayaan terhadap korban, berawal dari silang pendapat dalam rapat yang di adakan oleh BPRN Nagari Buo di Ruang rapat kantor wali nagari,tentang permasalahan perjanjian kontrak antara Nagari dengan pihak PT Waskita Karya menyangkut perbaikan jalan dan jembatan yang dilalui pelaksana proyek Batang Sinamar.

Saat dikonfirmasi Beritasumbar.com terhadap Kapolsek Lintau Buo,Iptu Surya Wahyudi, SH, membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut,sampai saat ini kita masih memproses perkaranya dan sedang kita lanjutkan dengan gelar perkara di Polres Tanah Datar.setelah adanya laporan dari korban,kita langsung memprosesnya dengan memvisum korban dan pemanggilan saksi saksi di lokasi kejadian,”ungkapnya.

Tidak benar kita memperlambat proses hukum,pihak kepolisian terus mengupayakan proses tersebut,seperti pemanggilan beberapa kali ketua Kerapatan Adat dan BPRN Nagari Buo serta niniak mamak guna memediasi kedua belah pihak yang bertikai,karena tidak bisa di mediasi ya kita lanjutkan dengan gelar perkara guna proses hukum selanjutnya,”sampainya.(haries)

loading...