25.5 C
Padang
Senin, Oktober 18, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Praja IPDN Temui Walikota, Izin Magang dan Penelitian di SKPD
P

Kategori -
- Advertisement -

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan 14 orang mahasiswa tingkat akhir (Wasana Praja) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di kediaman Jlan A Yani 11, Sabtu (10/1) malam. Dalam silaturahmi ini para wasana praja ini mohon izin dan petunjuk dari Walikota untuk melaksanakan magang dan penelitian di beberapa SKPD yang ada di Kota Padang.

Walikota Mahyeldi memberi tanggapan positif. Menurutnya, hasil magang mahasiswa IPDN ini nantinya dapat dieksplorasi sedemikian rupa sehingga apa-apa saja yang menjadi kelemahan SKPD dapat dinilai secara objektif.

“Saat ini, Kota Padang mulai membangun objektivitas. BKD diminta untuk melakukan evaluasi personil untuk dilaporkan. Mana yang menghambat akan disikapi, mana yang bagus ya kita apresiasi. Harapannya, agar SKPD menjadi daya dorong. Hal ini (evaluasi) akan kita mulai di setiap SKPD”, ujar Mahyeldi.

Menurut Walikota Padang itu, evaluasi di lingkungan SKPD dapat dilakukan dengan sharing informasi dari rekan kerja atau yang bisa memantau langsung di SKPD tersebut. Jadi tidak diperlukan lagi petunjuk dan mohon arahan pimpinan terkait suatu permasalahan di SKPD.

“Kita (Wako) tidak bisa memantau secara langsung. Yang bisa melihat secara langsung tentu saja rekan kerja sendiri. Namun, banyak SKPD yang malas untuk melakukan evaluasi, padahal tentunya ini sangat diperlukan untuk perbaikan kedepan”, ujarnya.

Selain itu, setiap unit kerja diminta untuk menghidupkan simpul-simpul. Karena setiap SKPD dan unit kerja sudah mempunyai kewenangan. “Misalnya di kelurahan, seorang Lurah sesuai dengan kewenangannya harus mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di wilayah kerjanya. Fungsi terberat dari sebuah roda pemerintahan itu ada di kelurahan, karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Seorang pejabat harus mau berdialog dengan masyarakat, karena dengan berdialog langsung dengan masyarakat, justru masyarakat akan memberikan (informasi) lebih dari apa yang kita butuhkan. Hal ini yang belum banyak dilakukan. Karena itu kita diberi 2 telinga dan 1 mulut. Itu artinya, kita harus banyak mendengar daripada bicara, apalagi kita yang eksekutif,” ulas Mahyeldi.

“Tidak hanya itu, media yang banyak mengkritik. Tidak apa-apa. Memang itu pekerjaannya. Tapi kita jangan larut dengan media. Yang penting visi misi dan tujuan kita jelas. Jangan sampai energi kita terkuras hanya untuk menanggapi itu. Teruslah bekerja”, ujarnya memberi motivasi kepada Praja.

Dalam pertemuan ini, Walikota Padang lebih banyak memberi arahan dan informasi mengenai realita pemerintahan Kota Padang saat sekarang ini. Ia menaruh harapan dari laporan hasil magang Praja nantinya dapat memberi kontribusi berupa temuan-temuan, usulan-usulan maupun solusi yang dapat membangun SKPD dimana Praja tersebut melaksanakan magang.

Walikota Padang mengatakan bahwa saat ini Pemko Padang berupaya membuat koneksi-koneksi dengan Perguruan Tinggi yang mana dianggap sebagai tempatnya orang-orang idealis. “Karena Perguruan Tinggi sudah barang tentu idealis, karena masih mengkaji teori-teori. Sehingga nantinya ada perpaduan antara realita dan idealisme yang melahirkan kebijakan,” ujarnya.

Pemko Padang sudah mengupayakan beberapa SKPD untuk melakukan koneksi seperti ini, seperti Dinas Pendidikan Kota Padang dengan Universitas Negeri Padang (UNP) dan Dinas Pertanian Kota Padang dengan Universitas Andalas (Unand) dimana akan ada program-program yang dirancang bersama. “Hal ini tentunya akan menghidupkan suasana akademis dengan adanya diskusi antara pihak-pihak yang idealis dengan pihak-pihak yang langsung turun ke lapangan. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan akan lebih maju,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Kontingen Sumatera Barat angkatan XXII Alfy Fachromi, memohon kesediaan Walikota Padang untuk berkenan melakukan kunjungan ke Kampus IPDN. Karena beberapa tahun belakangan tidak ada pejabat dari Kota Padang khususnya yang datang ke Kampus Pusat di Jatinangor. “Biasanya yang datang hanya utusan dari BKD Provinsi”, ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan kunjungan ini biasanya dilaksanakan saat apel pagi kemudian langsung diiringi dengan pengarahan dari Tamu Kehormatan yang melaksanakan kunjungan. Dengan kedatangan pejabat beserta rombongan, mereka langsung dapat melihat pola pendidikan seperti apa yang diterapkan di IPDN dan orang-orang seperti apa yang nantinya akan bekerja sama dengan mereka.

Wasana Wanita Praja Angkatan XXII Shilva Hayati dalam rilis pers menjelaskan, Kegiatan magang dan penelitian bagi Wasana Praja IPDN ini akan berlangsung selama satu bulan, yakni dari tanggal 5 Januari sampai dengan 3 Februari 2015 yang diikuti oleh seluruh Wasana Praja Program Sarjana (S1) dan Program Diploma IV (D.IV). Kegiatan ini merupakan program kurikuler dalam penyelenggaraan pendidikan di IPDN yang mana kegiatan magang dirangkaikan dengan pengumpulan data untuk menyusun skripsi dan laporan akhir yang wajib dalam penyelesaian studi program baik S1 maupun DIV.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sebuah Perguraun Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia merupakan sebuah wadah yang melahirkan calon-calon pamong praja yang mengemban tugas sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. Lembaga Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat. Dengan masa pendidikan 4 tahun, tentunya purna praja (gelar untuk Praja yang telah dilantik dan berakhir masa pendidikannya) telah siap untuk terjun ke masyarakat. Khusus untuk Kota Padang sendiri, mahasiswa tingkat akhir (Wasana Praja) berjumlah 26 orang dari total 84 orang se-Sumatera Barat. Dari keidealisan purna praja tentunya kita berharap agar pemerintahan kita menjadi lebih baik.
Beberapa tahun belakangan, bahkan semenjak Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) didirikan (sebelum berganti nama menjadi IPDN) belum pernah ada Praja asal kontingen Sumatera Barat yang menjadi Ketua Senat atau dalam istilah Kampus IPDN yakni Gubernur Praja. Namun untuk pertama kalinya dalam sejarah IPDN, lahir seorang Gubernur Praja dari Kontingen Sumatera Barat. Adalah Alfy Fachromi, Wasana Praja angkatan XXII asal pendaftaran Kota Padang, putra terbaik Sumbar yang terpilih menjadi Gubernur Praja masa bakti 2014-2015. Dimana ia mendapat pangkat tertinggi sebagai pimpinan bagi lebih dari 7000 masyarakat Praja. Hal ini tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi kita orang Minang, karena ini merupakan prestasi yang amat sulit diraih khusunya oleh Praja sendiri.

Saat ini, jumlah Praja yang berada di Kampus IPDN Pusat lebih dari 3.600 orang Praja yang terdiri dari seluruh Praja tingkat pertama (Muda Praja) dan Praja tingkat Akhir (Wasana Praja). Sedangkan untuk Madya Praja dan Nindya Praja (Istilah untuk Praja tingkat dua dan tingkat tiga) tidak seluruhnya berada di kampus pusat. Sebagian dari mereka disebar ke 7 kampus daerah di seluruh Indonesia mulai dari kampus Sumbar, Riau, Kalbar, Sulut, Sulsel, NTB hingga Papua. Saat ini sudah 5 Praja IPDN yang menjalani pendidikan di kampus terjauh, yakni Kampus Papua. Namun dari Kota Padang sendiri, belum pernah memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Padang yang melaksanakan pendidikan di luar Kota Padang. Hal ini tentunya sangat disayangkan, mengingat daerah-daerah lain di Provinsi Sumatera Barat seperti Kabupaten Solok, Agam, dan Pariaman memberikan bantuan berupa tunjangan belajar kepada anak daerahnya yang melaksanakan pendidikan di luar daerah. Hal ini sangat perlu diperhatikan mengingat bantuan yang diberikan yakni berupa tunjangan belajar sangat diperlukan bagi anak-anak Kota Padang yang melaksanakan pendidikan di perantauan. Selain sebagai motivasi, tunjangan belajar ini juga dapat meringankan beban orang tua. (DU/rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img