24 C
Padang
Selasa, Januari 26, 2021
Beritasumbar.com

Polemik POP Kemendikbud Bukti Pemuda Belum Terlalu Didengar Dalam Pemerintahan
P

Kategori -

BeritaSumbar.com,-Baru baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengalami polemik internal yang mana sasaran utama nya adalah Nadiem Makarim. Sebagaimana yang diketahui, Nadim bersama kementerian yang dipimpinnya menggagas sebuah program yaitu POP (Program Organisasi Penggerak), program ini cukup baru yang mana masuk dalam episode Merdeka Belajar.
Coba kita kaji kembali terkait pendidikan di Indonesia. Pendidikan Indonesia cukup mengalami penurunan, terbukti dari peringkat pendidikan Indonesia yang masih rendah. Berdasarkan skor PISA, dari 72 negara yang disurvei, Indonesia berada di peringkat tiga terbawah. Penurunan kualitas pendidikan ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan masih banyak permasalahan yang dialami Indonesia terutama dalam hal kualitas pendidikan itu sendiri, fasilitas, akses pendidikan, kuantitas tenaga pengajar yang tidak balance dengan kualitas yang diharapkan dan masih banyak lagi.
Ketika pendidikan Indonesia seperti ini saja atau stagnan dan tidak adanya perkembangan yang signifikan, Presiden Jokowi menunjuk salah satu anak muda berbakat untuk mengisi kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Nadiem Makarim. Nadiem yang terbiasa bekerja kreatif, high pressure dan visioner selama di Go-Jek, langsung tancap gas ketika ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, salah satu gagasan nya adalah POP (Program Organisasi Penggerak).
Program POP (Program Organisasi Penggerak) merupakan program yang mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang mana program ini melibatkan partisipasi langsung organisasi untuk meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP. Akan tetapi program ini menjadi polemik ketika 3 organisasi memutuskan keluar dari program ini.
Organisasi tersebut adalah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), dan Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI). Keluarnya 3 organisasi ini dilandaskan atas kehadiran 2 organisasi CSR yang lolos untuk mendapatkan dana pada program POP ini, yaitu Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation. Tidak hanya itu, 3 organisasi yang keluar juga beranggapan program ini tidak jelas dan tidak transparan.
Direktur enderal Tenaga Guru dan Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan pihaknya tidak ikut campur dalam teknis seleksi peserta Organisasi Penggerak. Kemendikbud sendiri melibatkan lembaga independen yaitu SMERU Research Institute dalam menyaring secara ketat organisasi-organisasi yang layak untuk lolos dan objektif tanpa memandang asal organisasi tersebut. Sehingga ini tidak ada intervensi dari kemendikbud. Tidak hanya itu, Dalam hal pelaksanaan Kemendikbud juga melibatkan ITJEN dan KPK dalam hal pengawasan yang menggunakan anggaran negara ini. Sehingga anggaran tersebut tepat guna dan tepat sasaran tanpa ada celah sama sekali untuk dipermainkan. Kemendikbud juga telah mengkonfirmasi kalau 2 organisasi CSR itu tidak mendapatkan dana dari Kemendikbud, mereka menggunakan skema mandiri dan hanya menjadi bagian dari program support dari Kemendikbud.
Dari sini sudah jelas, harus sama sama diketahui. Sebelum-sebelumya jabatan Kementerian tersebut merupakan jabatan politis yang mana untuk menduduki sebuah jabatan menteri harus ada pengaruh keterlibatan dalam proses pemenangan penguasa cukup kental. Jadi tidak heran beberapa organisasi mengeluarkan diri dalam program ini. Latar belakang Nadiem Makarim yang bukan non partai ditambah sosok anak muda, selalu dianggap remeh oleh segelintir orang. Nadiem bermaksud untuk merubah kebiasaan lama yang mana selama ini dana-dana pendidikan diberikan kepada organisasi yang itu-itu saja yang dekat dengan penguasa dan tanpa adanya keterbukaan informasi atau transparansi.
Kebijakan Nadiem yang membuka seleksi untuk POP ini ditentang habis oleh banyak kalangan, Nadiem dianggap tidak paham sejarah dan kurang menghargai organisasi-organisasi lama yang sudah bermain dalam bidang ini. Sedangkan dari sisi lain, ini menjadi awal yang baik, ketika semua organisasi di Indonesia yang memiliki profil dan track reccord yang jelas dan sesuai dengan kriteria yang ketat dari Kemendikbud mendapatkan hak yang sama untuk bertarung gagasan secara baik dan terbuka.
Bukan tidak menghargai organisasi lama, ini lebih berbicara secara luas, yaitu Kolaborasi. Pendidikan Indonesia itu butuh kolaborasi antar pihak, tidak bisa hanya mengandalkan yang sudah ada saja. Indonesia pantas bersyukur, memiliki banyak pemuda yang bergerak bersama organisasinya diakar rumput untuk fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang jauh dari media dan bahkan tidak mendapatkan suntikan dana pemerintah.
Mereka bergerak secara terstruktur dan mengedepankan jiwa kesukarelawan. Ini menjadi penting karena terbukti pemuda di Indonesia tidak cukup mendapatkan tempat dalam sistem itu sendiri. Terbukti ketika Nadiem ingin merubah kebiasaan lama, tapi ia malah mendapatkan cercaan dari berbagai pihak yang mana harusnya sama-sama mendukung dan berkolaborasi. Disisi lain ini bisa juga menjadi auto kritik bagi Nadiem adalah, harusnya organisasi yang berafiliasi dengan perusahaan khususnya perusahaan rokok tidak bisa terlibat dalam program ini. (*)
Oleh: Hari Novar
Founder I-YES & Inisiator Sambilan Creative Hub

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Angka Positif Covid-19 Naik Lagi Di Kalangan Guru, Pemko Payakumbuh Gencar Sidak Sekolah

Masih didominasi tenaga pendidik, Payakumbuh terus mendapatkan peningkatan kasus positif Covid-19. Prediksi dinas kesehatan setempat akan terus bertambah, karena saat ini baru setengah dari target 3600 guru dan tenaga pendidik yang dites swab.
- Advertisement -

Gerak Cepat, Tim Opsnal Satnarkoba Polres Pessel Ciduk Tersangka dan BB

Tidak berhenti dalam memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan, tim opsnal Satnarkoba Polres Pessel kembali menciduk tersangka penyalagunaan narkoba jenis sabu - sabu, Jumat (20/1) di kampung Sikabu, Kenagarian Rantau Simalenang, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pessel.

Ingatkan Bekal Anak Ke Sekolah, Sekda Rida : Kita Harus Nyinyir Untuk Sekolah Tangguh

Sekretaris Daerah Rida Ananda tak segan menegur sekolah saat mengetahui banyak siswanya yang tidak sarapan pagi ataupun membawa bekal ke sekolah. Padahal, sudah ada kesepakatan bersama agar siswa dianjurkan sarapan di rumah atau membawa bekal saat sekolah tatap muka.
- Advertisement -

Terkait Tambak Udang Dan Tarok City, mahasiswa Lingkar Piaman Datangi Kantor DPRD Padang Pariaman

Pariaman,BeritaSumbar.com,-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam LIMAPIA bersama Himpunan Mahasiswa Islam komisariat Universitas Eka sakti, pemuda xtc kota Pariaman dan pemuda amal beramal berunjuk rasa...

Silaturahmi Dengan Paguyuban Jawa Di Payakumbuh, Ini Kata Walikota

Wali Kota Riza Falepi menerima kunjungan dari perwakilan masyarakat suku jawa yang berada di Kota Payakumbuh yang dikenal dengan nama Paguyuban Saduluran Ngapak dan Paguyuban Pakuwojo di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Minggu (17/1).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pembelajaran Tatap Muka di SDN 09 Lubuk Tareh pada Masa Pandemi

SDN 09 Lubuk tareh terletak di jorong Lubuk Tareh kenagarian Garabak Data kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok. Lokasi Sekolah ini sangat jauh dari pusat kota solok bahkan untuk sampai ke sekolah ini harus melewati Kabupaten Dharmasraya terlebih dahulu.

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...
- Advertisement -