28 C
Padang
Sabtu, April 17, 2021
Beritasumbar.com

Polemik POP Kemendikbud Bukti Pemuda Belum Terlalu Didengar Dalam Pemerintahan
P

Kategori -

BeritaSumbar.com,-Baru baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengalami polemik internal yang mana sasaran utama nya adalah Nadiem Makarim. Sebagaimana yang diketahui, Nadim bersama kementerian yang dipimpinnya menggagas sebuah program yaitu POP (Program Organisasi Penggerak), program ini cukup baru yang mana masuk dalam episode Merdeka Belajar.
Coba kita kaji kembali terkait pendidikan di Indonesia. Pendidikan Indonesia cukup mengalami penurunan, terbukti dari peringkat pendidikan Indonesia yang masih rendah. Berdasarkan skor PISA, dari 72 negara yang disurvei, Indonesia berada di peringkat tiga terbawah. Penurunan kualitas pendidikan ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan masih banyak permasalahan yang dialami Indonesia terutama dalam hal kualitas pendidikan itu sendiri, fasilitas, akses pendidikan, kuantitas tenaga pengajar yang tidak balance dengan kualitas yang diharapkan dan masih banyak lagi.
Ketika pendidikan Indonesia seperti ini saja atau stagnan dan tidak adanya perkembangan yang signifikan, Presiden Jokowi menunjuk salah satu anak muda berbakat untuk mengisi kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Nadiem Makarim. Nadiem yang terbiasa bekerja kreatif, high pressure dan visioner selama di Go-Jek, langsung tancap gas ketika ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, salah satu gagasan nya adalah POP (Program Organisasi Penggerak).
Program POP (Program Organisasi Penggerak) merupakan program yang mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang mana program ini melibatkan partisipasi langsung organisasi untuk meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP. Akan tetapi program ini menjadi polemik ketika 3 organisasi memutuskan keluar dari program ini.
Organisasi tersebut adalah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), dan Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI). Keluarnya 3 organisasi ini dilandaskan atas kehadiran 2 organisasi CSR yang lolos untuk mendapatkan dana pada program POP ini, yaitu Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation. Tidak hanya itu, 3 organisasi yang keluar juga beranggapan program ini tidak jelas dan tidak transparan.
Direktur enderal Tenaga Guru dan Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan pihaknya tidak ikut campur dalam teknis seleksi peserta Organisasi Penggerak. Kemendikbud sendiri melibatkan lembaga independen yaitu SMERU Research Institute dalam menyaring secara ketat organisasi-organisasi yang layak untuk lolos dan objektif tanpa memandang asal organisasi tersebut. Sehingga ini tidak ada intervensi dari kemendikbud. Tidak hanya itu, Dalam hal pelaksanaan Kemendikbud juga melibatkan ITJEN dan KPK dalam hal pengawasan yang menggunakan anggaran negara ini. Sehingga anggaran tersebut tepat guna dan tepat sasaran tanpa ada celah sama sekali untuk dipermainkan. Kemendikbud juga telah mengkonfirmasi kalau 2 organisasi CSR itu tidak mendapatkan dana dari Kemendikbud, mereka menggunakan skema mandiri dan hanya menjadi bagian dari program support dari Kemendikbud.
Dari sini sudah jelas, harus sama sama diketahui. Sebelum-sebelumya jabatan Kementerian tersebut merupakan jabatan politis yang mana untuk menduduki sebuah jabatan menteri harus ada pengaruh keterlibatan dalam proses pemenangan penguasa cukup kental. Jadi tidak heran beberapa organisasi mengeluarkan diri dalam program ini. Latar belakang Nadiem Makarim yang bukan non partai ditambah sosok anak muda, selalu dianggap remeh oleh segelintir orang. Nadiem bermaksud untuk merubah kebiasaan lama yang mana selama ini dana-dana pendidikan diberikan kepada organisasi yang itu-itu saja yang dekat dengan penguasa dan tanpa adanya keterbukaan informasi atau transparansi.
Kebijakan Nadiem yang membuka seleksi untuk POP ini ditentang habis oleh banyak kalangan, Nadiem dianggap tidak paham sejarah dan kurang menghargai organisasi-organisasi lama yang sudah bermain dalam bidang ini. Sedangkan dari sisi lain, ini menjadi awal yang baik, ketika semua organisasi di Indonesia yang memiliki profil dan track reccord yang jelas dan sesuai dengan kriteria yang ketat dari Kemendikbud mendapatkan hak yang sama untuk bertarung gagasan secara baik dan terbuka.
Bukan tidak menghargai organisasi lama, ini lebih berbicara secara luas, yaitu Kolaborasi. Pendidikan Indonesia itu butuh kolaborasi antar pihak, tidak bisa hanya mengandalkan yang sudah ada saja. Indonesia pantas bersyukur, memiliki banyak pemuda yang bergerak bersama organisasinya diakar rumput untuk fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang jauh dari media dan bahkan tidak mendapatkan suntikan dana pemerintah.
Mereka bergerak secara terstruktur dan mengedepankan jiwa kesukarelawan. Ini menjadi penting karena terbukti pemuda di Indonesia tidak cukup mendapatkan tempat dalam sistem itu sendiri. Terbukti ketika Nadiem ingin merubah kebiasaan lama, tapi ia malah mendapatkan cercaan dari berbagai pihak yang mana harusnya sama-sama mendukung dan berkolaborasi. Disisi lain ini bisa juga menjadi auto kritik bagi Nadiem adalah, harusnya organisasi yang berafiliasi dengan perusahaan khususnya perusahaan rokok tidak bisa terlibat dalam program ini. (*)
Oleh: Hari Novar
Founder I-YES & Inisiator Sambilan Creative Hub

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wako Erman Safar Ditunjuk Sebagai Ketua Alumni SMALBI 2020 – 2023

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar ditunjuk sebagai Ketua Alumni SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi, atau yang lebih akrab disebut alumni SMALBI...
- Advertisement -

Sarang Tawon Di Depan SPBU Ngalau Dibasmi Damkar Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Keberadaan sarang tawon di pohon pelindung tepatnya di depan SPBU Ngalau, Jalan Soekarno Hatta sangat meresahkan warga. Hal itu diketahui berawal dari postingan di grup facebook Informasi Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ada warga yang mengingatkan pengendara untuk hati-hati dengan adanya keberadaan sarang tawon tersebut pada Sabtu, 10 April 2021 sore.

Luncurkan Program Lumbung Air Wakaf, Wako Payakumbuh Apresiasi ACT

Payakumbuh, beritasumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Lumbung Air Wakaf di Halaman PT. Multi Rezeki Selaras, di Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kecamatan...
- Advertisement -

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...

Berusaha Kabur, DPO Narkoba Ini Tewas Ditembak Polisi

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- E Pria 32 tahun asal Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota tewas terkena timah panas Tim Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota. Pria yang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) tersebut berusaha meloloskan diri dari kepungan pihak berwajib pada Selasa 13/4 kemaren dengan meloncat dari lantai 2 rumahnya.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -