26 C
Padang
Minggu, Januari 24, 2021
Beritasumbar.com

A Playground
A

Oleh: Faldo Maldini (Mantan Ket.BEM UI & PPI UK)

Bekerja, yang dipahami sebagian (atau bahkan banyak) orang sebagai aktivitas pergi jam X pulang jam Y, menerima gaji pada tanggal Z pada sebuah kantor berlabel XYZ dan itu berjalan menjadi rutinitas. Namun, ada sebagian orang lagi mendefinisikan bekerja dengan menjadi pebisnis dengan cita-cita besar bisa menaklukkan uang dengan pola aktivitas bisa lebih padat dari mainstream atau bisa juga lebih lowong. Ya, begitulah bekerja dipahami secara garis besar di lingkungan kita 🙂

Namun untuk diri saya sendiri, impian saya tentang kantor dan bekerja sudah saya buang jauh jauh ketika mendefinisikan kembali bekerja itu seperti apa.

Fase Hidup yang Harus Dijalani

Setelah dipikir ulang, bekerja adalah fase hidup yang harus dijalani manusia pasca selesai sekolah (pun beres doktor). Mau namanya punya usaha sendiri, namanya juga bekerja. Suka tidak suka, bekerja perlu terus dilakukan untuk melanjutkan hidup (memenuhi kebutuhan hidup), kecuali ada yang bisa menanam pohon uang sehingga bisa hongkang-hongkang kakisambil tidur-tiduran.

Jadi memang pada akhirnya, jika ada seseorang ada yang mau bilang “Gw gak mau hidup dengan kerja” mungkin kerja yang dimaksud adalah kerja yang dipahami banyak orang, yakni berupa rutinitas seperti yang saya sampaikan pada awal tulisan ini.

Memang, ada kerja yang berupa rutinitas yang bisa jadi membosankan. Namun bukan berarti itu hal yang buruk. Dulu, saya merupakan orang yang mengutuk aktivitas rutinitas membosankan, namun pada akhirnya saya pun memperbaiki pola pikir saya ketika mendengarkan banyak cerita dari kawan yang bekerja seperti itu. Bagi mereka itu pun menyenangkan. Saya menikmati cerita-cerita bagaimana challenge di kantor yang mereka hadapi yang juga tak kalah menantang dengan cerita orang-orang yang merintis usahanya dengan bisnis.

Pada titik ini saya pun berkesimpulan

Tidak ada yang lebih keren di antara kerja kantoran/luar kantoran (bisnis atau usaha sendiri). Semua tergantung bagaimana kita menikmati dan mensyukurinya

Bekerja = Bermain?

Mungkin ini yang menjadi keyakinan saya saat ini. Bekerja tak jauh beda dengan bermain. Asumsi asumsi tentang kerja menjadi “BERAT” tatkala dibicarakan dengan Professor. Membicarakan bekerja menjadi “SULIT” ketika bertemu CEO perusahaan besar. Tak jarang pula diskusi tentang kerja menjadi “RUMIT” jika dibicarakan dengan orang yang lebih tua.

Namun, untuk saat ini saya mencoba memaknai bekerja dengan definisi sendiri. Yakni memaknainya sebagai sebuah arena… sebuah tempat bermain

Working space is a playground

Terminologi playground bisa menjadi sebuah ceruk ketika kita menganggap pekerjaan itu membosankan, tidak ada peningkatan kapasitas diri dan terasa melelahkan.

A playground… Tempat untuk bermain bersama teman-teman dan tim. Di tempat kerja kita bermimpi, berimajinasi dan berinovasi. Pun ada rutinitas yang dijalani, hal itu tidak mematikan waktu waktu untuk bermimpi tentang hal ideal yang ingin kita capai, Indonesia yang ingin kita wujudkan, tidak menghambat kita mendobrak stagnansi dan status quo yang sedang berjalan di dunia ini.

A playground… Menganggap tim yang membersamai kita adalah teman main bareng.Dimana kita bisa saling belajar, saling bertanya, saling memberitahu, dan saling berbagi mimpi. Mimpi yang akan kita wujudkan dengan tangan kita sendiri dan bersama tim. Semuanya tumbuh bersama, bukan hanya untuk Bos nya, tapi juga tim nya. Setidaknyaplayground yang menjadi tempat bekerja ini memberi leverage bagi setiap orang yang ada di dalamnya

A playground… Ya, begitulah tentang bekerja yang saya maknai hari ini. Pun juga ketika kuliah dan melakukan penelitian sebagai pekerjaan, rasa-rasanya jika dianggap beban akan menghasilkan sesuatu yang tidak oke. Namun, ketika dianggap seperti bermain, masuk Lab dari jam 8 pagi dan pulang jam 11 malam (dan itu berjalan selama 1 minggu) rasanya bukan menjadi masalah. Dan tak jarang hasil yang didapatkan pun sangat baik

Karena kita menganggapnya seperti bermain. Ada rasa bahagia yang hadir selayaknya seperti yang kita tau saat orang-orang (anak kecil) yang bermain.

Maka dari itu kawan..

Jadikanlah apa-apa yang kita kerjakan bagaikan mainan kita. Ciptakan tempat kerja yang memungkinkan kita semua bagaikan sedang “bermain”. Setidaknya dengan begitu kita akan bahagia dan tidak takluk oleh lingkungan sekitar kita 🙂

Selamat bermain! 🙂

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pemerintah Kota Payakumbuh Gelar FGD Payakumbuh Dalam Angka Tahun 2021.

Sehubungan dengan semakin dekatnya percepatan rilis Publikasi Payakumbuh. Dalam Angka 2021 yang jatuh pada akhir bulan Februari tahun 2021 mendatang, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh mengadakan Forum Group Discusion (FGD) yang dilaksanakan secara virtual via zoom meeting, Selasa(19/1).
- Advertisement -

Sidang Di Lokasi Perkara, PN Batusangkar Periksa Objek Sengketa

Tanah Datar, beritasumbar.com - Guna menentukan dan pemeriksaan Objek sengketa,Pengadilan Negeri Batusangkar melakukan sidang di lahan perkara yang terletak di Pinggang Bukik Gunung Seribu...

Disnakerin Payakumbuh: 51 Paket Pelatihan Akan Diselenggarakan Pada 2021

Payakumbuh, beritasumbar.com- Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh, mengemukakan pada tahun 2021 akan  ada 51 pelatihan keterampilan dari berbagai bidang yang akan...
- Advertisement -

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Mobil Damp Truk Terbakar Usai Terjun Kejurang Di Kelok Sembilan

Kamis Malam Sekira jam 01.00 wib satu unit mobil jenis damp truk terjun masuk jurang. Menurut saksi mata dilokasi, Truk jenis Hino BA 9148 OU meluncur dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi

Pemuda yang memiliki nama lengkap Brian Fakhrul Razi ini, selain memiliki wajah yang rupawan dan sendu, ternyata adalah salah satu sosok pengusaha muda yang terbilang sukses di Jambi yang memiliki garis keturunan dari ibu asli dari Balai Tangah lintau.

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Yakin diminati warga, MS Glow hadir di Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Salah satu produk skin care dan kosmetik yang banyak digemari di pasar daring, toko MS Glow hadir di Kota Payakumbuh, Sumatera...
- Advertisement -