27.9 C
Padang
Senin, April 19, 2021
Beritasumbar.com

A Playground
A

Oleh: Faldo Maldini (Mantan Ket.BEM UI & PPI UK)

Bekerja, yang dipahami sebagian (atau bahkan banyak) orang sebagai aktivitas pergi jam X pulang jam Y, menerima gaji pada tanggal Z pada sebuah kantor berlabel XYZ dan itu berjalan menjadi rutinitas. Namun, ada sebagian orang lagi mendefinisikan bekerja dengan menjadi pebisnis dengan cita-cita besar bisa menaklukkan uang dengan pola aktivitas bisa lebih padat dari mainstream atau bisa juga lebih lowong. Ya, begitulah bekerja dipahami secara garis besar di lingkungan kita 🙂

Namun untuk diri saya sendiri, impian saya tentang kantor dan bekerja sudah saya buang jauh jauh ketika mendefinisikan kembali bekerja itu seperti apa.

Fase Hidup yang Harus Dijalani

Setelah dipikir ulang, bekerja adalah fase hidup yang harus dijalani manusia pasca selesai sekolah (pun beres doktor). Mau namanya punya usaha sendiri, namanya juga bekerja. Suka tidak suka, bekerja perlu terus dilakukan untuk melanjutkan hidup (memenuhi kebutuhan hidup), kecuali ada yang bisa menanam pohon uang sehingga bisa hongkang-hongkang kakisambil tidur-tiduran.

Jadi memang pada akhirnya, jika ada seseorang ada yang mau bilang “Gw gak mau hidup dengan kerja” mungkin kerja yang dimaksud adalah kerja yang dipahami banyak orang, yakni berupa rutinitas seperti yang saya sampaikan pada awal tulisan ini.

Memang, ada kerja yang berupa rutinitas yang bisa jadi membosankan. Namun bukan berarti itu hal yang buruk. Dulu, saya merupakan orang yang mengutuk aktivitas rutinitas membosankan, namun pada akhirnya saya pun memperbaiki pola pikir saya ketika mendengarkan banyak cerita dari kawan yang bekerja seperti itu. Bagi mereka itu pun menyenangkan. Saya menikmati cerita-cerita bagaimana challenge di kantor yang mereka hadapi yang juga tak kalah menantang dengan cerita orang-orang yang merintis usahanya dengan bisnis.

Pada titik ini saya pun berkesimpulan

Tidak ada yang lebih keren di antara kerja kantoran/luar kantoran (bisnis atau usaha sendiri). Semua tergantung bagaimana kita menikmati dan mensyukurinya

Bekerja = Bermain?

Mungkin ini yang menjadi keyakinan saya saat ini. Bekerja tak jauh beda dengan bermain. Asumsi asumsi tentang kerja menjadi “BERAT” tatkala dibicarakan dengan Professor. Membicarakan bekerja menjadi “SULIT” ketika bertemu CEO perusahaan besar. Tak jarang pula diskusi tentang kerja menjadi “RUMIT” jika dibicarakan dengan orang yang lebih tua.

Namun, untuk saat ini saya mencoba memaknai bekerja dengan definisi sendiri. Yakni memaknainya sebagai sebuah arena… sebuah tempat bermain

Working space is a playground

Terminologi playground bisa menjadi sebuah ceruk ketika kita menganggap pekerjaan itu membosankan, tidak ada peningkatan kapasitas diri dan terasa melelahkan.

A playground… Tempat untuk bermain bersama teman-teman dan tim. Di tempat kerja kita bermimpi, berimajinasi dan berinovasi. Pun ada rutinitas yang dijalani, hal itu tidak mematikan waktu waktu untuk bermimpi tentang hal ideal yang ingin kita capai, Indonesia yang ingin kita wujudkan, tidak menghambat kita mendobrak stagnansi dan status quo yang sedang berjalan di dunia ini.

A playground… Menganggap tim yang membersamai kita adalah teman main bareng.Dimana kita bisa saling belajar, saling bertanya, saling memberitahu, dan saling berbagi mimpi. Mimpi yang akan kita wujudkan dengan tangan kita sendiri dan bersama tim. Semuanya tumbuh bersama, bukan hanya untuk Bos nya, tapi juga tim nya. Setidaknyaplayground yang menjadi tempat bekerja ini memberi leverage bagi setiap orang yang ada di dalamnya

A playground… Ya, begitulah tentang bekerja yang saya maknai hari ini. Pun juga ketika kuliah dan melakukan penelitian sebagai pekerjaan, rasa-rasanya jika dianggap beban akan menghasilkan sesuatu yang tidak oke. Namun, ketika dianggap seperti bermain, masuk Lab dari jam 8 pagi dan pulang jam 11 malam (dan itu berjalan selama 1 minggu) rasanya bukan menjadi masalah. Dan tak jarang hasil yang didapatkan pun sangat baik

Karena kita menganggapnya seperti bermain. Ada rasa bahagia yang hadir selayaknya seperti yang kita tau saat orang-orang (anak kecil) yang bermain.

Maka dari itu kawan..

Jadikanlah apa-apa yang kita kerjakan bagaikan mainan kita. Ciptakan tempat kerja yang memungkinkan kita semua bagaikan sedang “bermain”. Setidaknya dengan begitu kita akan bahagia dan tidak takluk oleh lingkungan sekitar kita 🙂

Selamat bermain! 🙂

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.
- Advertisement -

Bukannya Tobat, Malah Minta Dikirim Sabu

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,- Bulan Ramadhan bulan penuh ampunan dan berkah ternyata bukan dimanfaatkan bertobat. Namun tidak bagi Risky (21) tahanan narkoba Polres Pessel ini malah memesan kiriman narkotika dari temannya

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.
- Advertisement -

Startup Milenial Bekerja Membangun Negeri: Pelatihan Gratis Digital Marketing dengan Instagram untuk KUMKM se-Indonesia

Startup digital agency Dig.It.All untuk keseskian kalinya kembali berkontribusi dalam pengembangan kapasitas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menegah (KUMKM) yang sedang berupaya melakukan transformasi, dari bisnis tradisional brick and mortar menjadi bisnis yang mampu memanfaatkan peluang dari geliat pertumbuhan pasar online.

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

DPRD Lima Puluh Kota Dorong Pemda Tangkap Peluang Ekonomi Yang Ditawarkan Gubernur Jawa Barat

Lima Puluh Kota,  - Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Deni Asra mendorong pemerintah daerah setempat agar segera mengambil peluang ekonomi yang ditawarkan Gubernur...

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

Terkait Kebijakan Impor Beras, ini Komentar PPI

Jakarta,-Pemerintah baru saja memutuskan untuk melakukan impor beras 1 juta ton dan menugaskan Bulog untuk melaksanakan kebijakan impor tersebut. Terkait dengan kebijakan tersebut, PPI merasa perlu untuk menyampaikan pandangan

Permata Bank dan Astra Life Luncurkan AVA iFamily Protection

Produk e-bancassurance inovatif hasil kolaborasi PermataBank dan Astra Life yang memberikan santunan rawat inap hingga Rp3jt per hari, hadirkan produk perlindungan dan layanan terbaik yang terdigitalisasi bagi keluarga Indonesia

NYALA | OCBC NISP Luncurkan Solusi Finansial Fitness Guna Membangun Generasi Indonesia yang Financially Fit

Solusi Financial Fitness by NYALA OCBC NISP fokus membangun generasi Indonesia agar memiliki pengetahuan, kebiasaan dan mindset finansial yang tepat. Solusi Financial Fitness hadirkan lebih dari sekadar produk keuangan, ini adalah program pendampingan keuangan untuk membawa Indonesia melaju jauh menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045.

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...
- Advertisement -