31 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

PERENCANAAN PRODUKSI INDUSTRI
P

Kategori -
- Advertisement -

Pengertian Perencanaan Produksi

Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Selain itu perencanaan juga diartikan sebagai pemikiran hari depan, perencanaan berarti pengelolaan, pembuat keputusan, suatu prosedur yang formal untuk memperoleh hasil nyata, dalam berbagai bentuk keputusan menurut sistem yang terintegrasi.

Menurut Wilson, perencanaan merupakan salah satu proses lain, atau merubah suatu keadaan untuk mencapai maksud yang dituju oleh perencanaan atau oleh orang/badan yang di wakili oleh perencanaan itu.

Sedangkan produksi adalah proses menghasilkan barang yang menjadi kebutuhan oleh manusia. Ada beberapa definisi tentang produksi:

  1. Pengertian secara sempit

Produksi adalah perbuatan atau kegiatan manusia untuk membuat suatu barang atau mengubah suatu barang menjadi barang yang lain

  1. Pengertian secara luas

Produksi merupakan segala perbuatan atau kegiatan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang ditujukan untuk menambah atau mempertinggi nilai dan guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  1. Pengertian secara umum

Produksi merupakan semua perbuatan atau kegaitan yang tidak hanya mencakup pembuatan barang – barang saja, tetapi dapat juga membuat atau menciptakan jasa pelayanan, seperti acara hiburan, penulisan buku – buku cerita, dan pelayanan jasa keuangan.

  1. Pengertian sebagai sistem dan proses

Produksi sebagai sistem berarti bahwa terdapat hubungan yang saling memberikan pengaruh dan mempengaruhi antara faktor produksi yang satu dan yang lainnya.

Produksi sebagai proses berarti bawa produksi dilakukan melalui tahap demi tahap secara berurutan.

  • Pengertian secara ekonomi

Produksi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang dan jasa

  1. Drs. Bambang Prishardoyo, M.Si.

Produksi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan menghasilkan barang atau meningkatkan nilai guna suatu barang dan jasa

  1. Imamul Arifin 

Produksi merupakan hasil akhir dari proses kegiatan produksi atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa input (faktor produksi).

Jadi, dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan produksi adalah proses mendefinisikan tujuan, menentukan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, serta membuat keputusan dalam pengelolaan sumber daya yang digunakan dalam produksi guna tercapai efisiensi dalam rangka menhasilkan alat pemenuh kebutuhan manusia baik itu barang-barang berupa benda  ataupun pelayanan jasa.

Jenis-Jenis Perencanaan Produksi

Perencanaan dalam hal ini adalah perencanaan produksi dapat dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya.

  1. Berdasarkan cakupan

Berdasarkan cakupannya rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku diseluruh lapisan organisasi dalam melakukan kegiatan produksi. Sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi yang melakukan kegiatan produksi.

  • Berdasarkan jangka waktu

Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun, rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun. Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame.

  • Berdasarkan kekhususan

Berdasarkan kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer menyuruh karyawannya untuk “meningkatkan produksi 15%.” Manajer tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu. Rencana seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk “meningkatkan produksi 15%,” ia juga memberikan perintah mendetail, misalnya dengan menambah jam kerja, menggunakan mesin bertekhnologi tinggi.

  • Berdasarkan frekuensi penggunaan

Berdasarkan frekuensi penggunannya, perencanaan produksi dapat dibagi dua yaitu single use atau standing. Single-use plans adalah rencana yang didesain untuk dilaksanakan satu kali produksi saja. Contohnya adalah memproduksi 1.000.000 unit barang atau jasa pada tahun 2013. Sedangkan standing plans adalah rencana yang berjalan selama perusahaan tersebut berdiri, yang termasuk di dalamnya adalah prosedur, peraturan, kebijakan, dan lain-lain.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Produksi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perencanaan produksi, diantaranya yaitu:

  • Sumber daya (alam, manusia, modal, teknologi);

Jika suatu industri memiliki banyak persediaan sumber daya, maka industri tersebut memiliki pembendaharaan rencana yang banyak pula.

  • Idiologi dan falsafah;

Idiologi dan falsafah juga berpengaruh terhadap perencanaan produksi. Hal ini dikarenakan, bahwa idiologi dan falsafah adalah dasar atau pondasi yang menjadi rules dari industri tersebut.

  • Sasaran dari tujuan industri;

Sasaran dan tujuan dari industri menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penetapan rencana produksi karena akan menentukan keberhasilan dari pelaksanaan rencana tersebut. Misalnya, tujuan atau sasaran yang ingin dicapai oleh suatu industri huller adalah menguasai pasar dalam daerah serta meningkatkan penjualan di pasar luar daerah. Nah, untuk mencapai tujuan tersebut, huller tersebut menerapkan beberapa strategi seperti menjual beras dengan kualitas tinggi dengan harga di bawah harga pasar. Strategi ini dapat terlaksana denganb penetapan rencana yang matang seperti meminimumkan biaya produksi.

  • Kondisi lingkungan, sosial, politik dan budaya.

Agar perencanaan produksi suatu industri dapat mencapai hasil yang memuaskan, maka industri tersebut harus memperhatikan kondisi lingkungan, sosial, politik, dan budaya tempat industri tersebut berada. Karena perencanaan yang tidak sesuai atau tidak mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut, maka bisa dipastikan perencanaan yang telah dibuat tidak akan tercapai.

Tujuan perencanaan produksi

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan banyak tujuan perencanaan, di antaranya adalah:

  1. Untuk memberikan pengarahan,

 Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan industri. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kinerja karyawan kurang efesien.

  • Untuk mengurangi ketidakpastian.

Ketika seorang pengusaha membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.

  • Untuk meminimalisir pemborosan.

Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang pengusaha juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam proses produksi.

  • Untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian.

Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, pengusaha tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.

Oleh : Syaiful Anwar
Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh

Baca Juga: TEKNIK PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img