26 C
Padang
Senin, Januari 25, 2021
Beritasumbar.com

Pengertian Dua Kalimat Syahadat
P

Kategori -

Oleh : Irwan Prayitno*)

Kalimat syahaadatain adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Kita selalu menyebutnya setiap hari, misalnya ketika shalat dan adzan. Kalimat syahaadatain sering diucapkan oleh umat Islam dalam pelbagai keadaan.

Umumnya kita menghafal kalimat syahaadah dan dapat menyebutnya dengan fasih. Namun, yang menjadi pertanyaan, sejauh manakah makna kalimat syahaadatain ini dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam?

Masalah tersebut perlu dijawab dengan kenyataan yang ada. Tingkah-laku umat Islam yang terpengaruh dengan jahiliyah atau cara hidup barat yang memberi gambaran bahwa syahaadah tidak memberi pengaruh pada dirinya seperti tidak menutup aurat, melakukan perkara yang dilarang dan meninggalkan yang diperintah-Nya, memberi kesetiaan dan taat bukan kepada Islam dan mengingkari rezeki atau tidak menerima sesuatu yang dikenakan kepada dirinya.

Contoh ini adalah wujud dari seseorang yang tidak memahami syahaadah yang dibacanya dan tidak mengerti makna yang sebenarnya dibawa oleh syahaadah tersebut.

Kalimat syahaadah merupakan pilar utama dan landasan penting bagi rukun Islam. Tanpa syahaadah maka rukun Islam lainnya akan runtuh begitu pula dengan rukun Iman. Tegaknya syahaadah dalam kehidupan seorang individu maka akan menegakkan ibadah dan diin dalam hidup kita. Dengan syahaadah maka wujud sikap ruhaniah yang akan memberikan motivasi kepada tingkah laku fisik dan akal pikiran serta memotivasi kita untuk melaksanakan rukun Islam lainnya.

Menegakkan Islam maka harus menegakkan rukun Islam terlebih dahulu. Sedangkan untuk tegaknya rukun Islam maka mesti tegak syahaadah terlebih dahulu.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam mengisyaratkan bahwa Islam itu bagaikan sebuah bangunan. Agar berdiri, bangunan Islam itu harus ditopang oleh 5 (lima) tiang pokok yaitu syahaadatain, shalat, puasa, zakat dan haji ke baitul haram. Dalam hadits yang lain: Shalat sebagai salah satu rukun Islam yang merupakan tiang agama.

Di kalangan masyarakat Arab di zaman Nabi Salallahu Alaihi Wassalam, mereka memahami betul makna dari syahaadatain ini, terbukti dalam suatu peristiwa di mana Nabi Salallahu Alaihi Wassalam mengumpulkan ketua-ketua Quraisy dari kalangan Bani Hasyim, Nabi Salallahu Alaihi Wassalam bersabda yang artinya: “Wahai saudara-saudara, maukah kalian aku beri satu kalimat, di mana dengan kalimat itu kalian akan dapat menguasai seluruh jazirah Arab?”

Kemudian Abu Jahal terus menjawab, “Jangankan satu kalimat, sepuluh kalimat pun akan aku terima”.

Kemudian Nabi Salallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Ucapkanlah Laa ilaaha illa Allaah dan Muhammadan Rasulullah.”

Abu Jahal lalu menjawab, “Kalau itu yang engkau minta, berarti engkau mengumandangkan peperangan dengan semua orang Arab dan bukan Arab.”

Penolakan Abu Jahal kepada kalimat ini bukan karena dia tidak paham akan makna dari kalimat itu, tetapi justru sebaliknya. Dia tidak mau menerima sikap yang mesti tunduk, taat dan patuh kepada Allah Subhannahu Wa Taala saja; dengan sikap ini maka semua orang akan tidak tunduk lagi kepadanya. Abu Jahal ingin mendapatkan loyalitas dari kaum dan bangsanya.

Penerimaan syahaadah bermakna menerima semua aturan dan segala akibatnya. Penerimaan inilah yang sulit bagi kaum jahiliyah dalam mengaplikasikan syahaadah.

Sebenarnya apabila mereka memahami bahwa loyalitas kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala itu juga akan menambah kekuatan kepada diri kita, maka mereka yang beriman semakin dihormati dan semakin dihargai. Mereka yang memiliki kemampuan dan ilmu akan mendapatkan kedudukan yang sama apabila ia sebagai muslim. Abu Jahal adalah tokoh di kalangan Jahiliyah dan ia memiliki banyak potensi di antaranya ialah ahli hukum. Setiap individu yang bersyahadah, maka ia menjadi pemimpin di muka bumi.

Kalimat syahaadah mesti dipahami dengan benar, karena di dalamnya terdapat makna yang sangat tinggi. Dengan syahaadah maka kehidupan kita akan dijamin bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Syahaadah sebagai kunci kehidupan dan tiang dari pada ad-diin. Oleh karena itu, marilah kita bersama memahami syahaadatain ini.

*) Gubernur Sumbar – editor tzakirman@gmail.com

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Tim Klewang Ringkus Raja Jambret Kota Padang

HS, 23 tahun, harus merasakan timah panas dari polisi bersarang di kakinya. Ia ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus pencurian gawai di delapan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kota Padang. Modusnya, pelaku menjambret korban yang lengah di jalan raya dan membobol masuk melalui jendela rumah pada tengah malam.
- Advertisement -

Silaturahmi Dengan Paguyuban Jawa Di Payakumbuh, Ini Kata Walikota

Wali Kota Riza Falepi menerima kunjungan dari perwakilan masyarakat suku jawa yang berada di Kota Payakumbuh yang dikenal dengan nama Paguyuban Saduluran Ngapak dan Paguyuban Pakuwojo di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Minggu (17/1).

Irsyad Syafar Lantik 5 Kepengurusan PKS Payakumbuh Tingkat Kecamatan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Payakumbuh gelar Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak se-Kota Payakumbuh di Aula Hotel Flamboyan, Kota Payakumbuh, Minggu (24/1).
- Advertisement -

Gugatan SALAM Terhadap Sengketa Pilkada Limapuluh Kota Terregistrasi MK

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Gugatan Pasangan Darman Sahladi-Maskar, M Dt. Pobo (SALAM) terhadap hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota tahun 2020 terregistrasi...

Ciptakan Kamtibmascar, Polres Pessel gelar Operasi Cipta Kondisi

Pelaksanaan operasi Cipta Kondisi yang digelar Jajaran Polres Pesisir Selatan di dua tempat diwilayah Hukum Polres Pesisir Selatan, Sabtu (16/1) pukul 21.00 Wib. Berhasil terjaring 24 kendaraan roda dua ( R2), dengan berbagai pelanggaran.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...
- Advertisement -