28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pengaruh Belajar Daring Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Siswa
P

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Demina, M.Pd – Shinta Putri Dasman – Ulfa Afifah (Dosen dan Mahasiswi IAIN BATUSANGKAR)

Sebagaimana kita ketahui bahwa virus Covid-19 sudah setahun lebih mewabah di Indonesia terkhususnya dan didunia pada umumnya. Covid-19 ini adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala yang ditimbulkan mungkin tidak terlalu terlihat, namun virus ini sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu perlunya menjaga imun tubuh agak tetap stabil dan bisa terhindar dari virus ini serta selalu mematuhi protokol kesehatan.

Akibat dari virus Covid-19 ini telah banyak infrastruktur yang terpaksa diberhentikan ataupun diistirahatkan sejenak. Dalam dunia pendidikan saja dapat kita lihat bahwa sudah hampir setahun pembelajaran dilakukan dari rumah saja. Pembelajaran dari rumah ini disebut dengan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau disebut juga belajar secara online.

Pembelajaran seperti ini sangat mengandalkan Handphone dan jaringan internet, karena siswa belajar menggunakan Whattsap, Google Classroom, Zoom, Google Meet dan lainnya. Bahkan untuk mencari materi belajar saja, kita harus mencarinya di buku online ataupun e-jurnal.

Pembelajaran daring itu sendiri adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka. Tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran di distribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilakukan secara online. Sistem pembelajaran daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi, seperti Google Classroom, Zoom, Google Meet, dan media lainnya yang bisa digunakan untuk belajar.

Selama pelaksanaan pembelajaran daring, peserta didik memiliki keleluasaan waktu untuk belajar. Peserta didik dapat belajar kapan pun dan dimana pun, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar secara daring tentunya memiliki tantangan tersendiri baik itu bagi guru maupun bagi siswa. Siswa tidak hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang bagus dan lancar.

Jadi selama belajar secara daring ini, guru dituntut agar lebih inovatif dan kreatif dalam mendidik peserta didik. Guru harus menciptakan suasana belajar yang nyaman dan tidak membosankan bagi siswanya. Sehingga apa yang disampaikan oleh guru, bisa langsung dicerna dan dipahami oleh siswa.

Seperti yang terdapat dalam sebuah karya ilmiah jenis penelitian, pendekatan pendidikan seharusnya selalu berubah menyesuaikan tuntutan zaman. Guru mampu mengemas materi metode dan strategi dalam pembelajaran. Perubahan dalam pendidikan juga disampaikan oleh Malik Fajar agar dalam melaksanakan pendidikan selalu menyesuaikan dengan tuntutan zaman change, growth, and reform. (Imam Suprayogo dalam Demina, 2016:197)

Namun nyatanya, pembelajaran daring ini tidak berjalan seperti yang diharapkan, karena masih banyaknya siswa yang dihadapkan pada berbagai kendala. Tidak semua orang memiliki handphone android dan tidak semua daerah memiliki jaringan internet yang bagus. Bahkan ada siswa yang belajar daring menggunakan radio, mereka mendengarkan guru menyampaikan pembelajaran melalui radio tersebut. Dan ada juga siswa yang rela menempuh jarak jauh dan waktu yang lama untuk bisa mendapatkan jaringan yang bagus agar mereka bisa belajar.

Adapun kendala serta hambatan dalam pembelajaran daring, seperti: (1) Lokasi rumah siswa tidak terjangkau oleh jaringan internet, maupun kuota internet yang terbatas; (2) Media pembelajaran yang digunakan guru selalu monoton (itu-itu saja) dan membuat para siswa merasa jenuh dan bosan; (3) Karakter ataupun perilaku siswa sulit dipantau karena tidak bertatap muka langsung; (4) Pembelajaran cenderung pada pemberian tugas online; (5) Tugas yang diberikan kepada siswa menumpuk dan deadline; dan (6) Penyerapan atau pemahaman materi pelajaran oleh siswa sangat minimalis.

Pembelajaran secara daring ini berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas siswa. Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan. Secara defenitif, efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasarannya (Etzioni, 1964). Dalam konteks pendidikan, pengertian kualitas mengacu kepada proses pendidikan dan hasil belajar peserta didik.

Sedangkan kuantitas adalah berkaitan dengan jumlah dari peseta didik. Kualitas dan kuantitas adalah dua hal yang saling berkaitan. Peningkatan kualitas dan kuantitas belajar seseorang dapat dilihat dalam bentuk bertambahnya kemampuan siswa dalam pembelajaran.

Selama sistem pembelajaran daring ini, kualitas dari peserta didik mengalami sedikit penurunan. Hal ini dikarenakan adanya ketidakpahaman peserta didik terhadap pelajaran yang diperlajarinya selama menggunakan sistem pembelajaran daring ini. Sebagian besar peserta didik tidak memahami pelajaran yang ia pelajari dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini.

Hal ini disebabkan karena pembelajaran secara daring ini lebih banyak bersifat teoritis dan minim akan praktik serta berlangsung satu arah karena tidak dimungkinkan adanya interaksi langsung dengan siswa. Karena pada pembelajaran secara daring ini, guru hanya menjelaskan pembelajaran secara teoritisnya saja. Ketika guru menerangkan pembelajaran siswa akan mendengarkannya dengan baik.

Namun pada saat guru tersebut bertanya kepada peserta didiknya, peseta didik hanya bisa diam. Hal ini disebabkan, karena pada dasarnya peserta didik tidak memahami apa yang dijelaskan oleh guru dan mereka pun bingung ketika ditanya apa yang tidak dipahami oleh gurunya. Dari sini terlihat jelas bahwa pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran satu arah. Guru menerangkan pembelajaran kepada peserta didik, namun guru tidak mendapatkan feedback-nya dari peserta didik tersebut.

Pembelajaran secara daring ini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas siswa saja, namun juga berpengaruh terhadap kuantitas siswa di beberapa sekolah. Dikarenakan virus Covid-19 ini sudah lama mewabah di Indonesia, maka pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran secara daring ini sudah cukup lama dilaksanakan.

Walaupun pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah saja, namun pembayaran uang SPP tetap seperti biasa. Karena adanya beberapa dari orang tua siswa yang terkendala masalah ekonomi apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini, jadi ada beberapa dari peserta didik yang terpaksa untuk putus

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img