spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Penerimaan Siswa Baru di SDN 01 Pangkalan Tuai Polemik
P

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota,Beritasumbar.com,- Penerimaan siswa baru di salah satu Sekolah Dasar yang berada di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan tuai Polemik. Para calon wali murid di SDN 01 Pangkalan tidak terima sikap pihak sekolah atas tidak diterimanya anak mereka sekolah di SD tertua di Kecamatan Pangkalan tersebut.

Informasi dari beberapa calon wali murid Kisruh bermula dari banyaknya anak anak calon murid SDN 01 Pangkalan yang tidak diterima di SD tertua di Kecamatan Pangkalan tersebut. Pihak sekolah beralasan karena kuota penerimaan telah penuh dan mengarahkan mereka masuk di SDN 10 Pangkalan.

Para calon wali murid tidak terima penolakan anak mereka untuk sekolah di SDN 01 apalagi dengan diarahkan ke SDN 10 yang lokasinya sangat jauh dari tempat mereka berdomisili.

Pihak sekolah SDN 01 Pangkalan hanya menerima murid untuk satu ruang belajar (1 kelas). Hal ini diperkuat dengan kesepakatan bersama Korwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Pangkalan bersama Walinagari dan kepala Sekolah tingkat SD se Nagari Pangkalan.

Ada lima poin dalam kesepakatan bersama tersebut,

  1. SPMB Berdasarkan Domisili dengan berpedoman kepada Permendikdasmen no 3 tahun 2025
  2. UPTD SD Negeri 01 Pangkalan hanya menerima 1 rombel dengan syarat guru yang berlebih dimutasi sebelum tahun ajaran baru
  3. UPTD Neri 10 Pangkalan Siswa Barunya yang berdomisili di Kampung Baru harus bersekolah di UPTD SD Negeri 06 Pangkalan
  4. .Siswa Hanya mendaftar di Sekolah tempat Domisili
  5. Murid Jorong Tigo Balai dan Jorong Pasar Usang yang berlebih di UPTD SD Negeri 01 Pangkalan diarahkan bersekolah di UPTD SD Negeri 10 Pangkalan.

Poin nomor 5 menuai kritikan keras dari para calon wali murid terutama dari masyarakat jorong tigo balai. Jarak Jorong ini ke SD Negri 10 Pangkalan cukup jauh.

Menurut para calon walimurid SD Negeri 01 Pangkalan ini masih mampu untuk menambah rombel atau jumlah murid untuk tahun ajaran 2025/2026 ini. Ruang belajar dan tenaga pengajar serta fasilitas lain masih cukup, kenapa hanya menerima 1 rombel, terang beberapa calon wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media ini pada Minggu 6/7/25 siang.

Pihak nagari bersama korwil dinas Pendidikan dan kebudayaan kecamatan Pangkalan terkesan seakan memaksakan para calon murid untuk bersekolah di SD Negeri 10 yang kekurangan murid. SD Negeri 10 Pangkalan berada di lokasi yang sepi dari tempatan tinggal masyarakat, terang salah seorang calon walimurid dari jorong Tigo Balai Nagari Pangkalan kecamatan Pangkalan koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota.

Munurut informasi yang didapat redaksi media ini, pihak sekolah pada Sabtu 5/7/25 mengadakan pertemuan dengan para calon wali murid. Namun para orang tua calon murid menolak anak mereka untuk di daftarkan di sekolah selain SD Negeri 01 Pangkalan. Jika Pihak Sekolah dan nagari bersama Korwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kecamatan Pangkalan masih memaksakan penerapan kesepakatan bersama, dikuatirkan akan timbul masalah baru di Nagari Pangkalan. Apalagi pengambilan keputusan tersebut tidak melibatkan pihak komite di SD Negeri 01 Pangkalan.

Calon wali murid meradang tentu tanpa alasan. Jarak sekolah Dasar Negeri 10 Pangkalan dari tempat mereka domisili cukup jauh. Sementara sekolah yang dekat dengan rumah mereka menolak menerima anak anak mereka karena alasan kelebihan murid.

Pihak sekolah bersikukuh dengan keputusan/komitmen bersama dan mengatakan bahwa komitmen tersebut sudah di serahkan ke Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota.

Iqbal Ketua komite SD Negeri 01 Pangkalan yang berhasil di hubungi media ini membenarkan adanya kisruh penerimaan calon murid baru di SDN 01 Pangkalan. Pihak sekolah hanya menerima calon murid untuk satu rombel dengan jumlah murid 28 orang. Sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lima Puluh Kota Tentang Penetapan Daya Tampung : Satuan Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2025/2026. Sementara realita di lapangan saat ini calon murid untuk SDN 01 Pangkalan sesuai aturan ada mendekati 40 orang.

Calon murid tersebut terpantau dari yang tamat taman kanak kanak Bundo Kanduang Pangkalan yang gedung sekolahnya sedinding dengan SDN 01 Pangkalan ada 44 orang. Mereka berasal dari Jorong Pasa Baru dan Jorong Tigo Balai Nagari Pangkalan, Jorong tersebut masuk sasaran jarak domisili untuk sekolah di SDN 01 Pangkalan, terang Iqbal via sambungan telepon dengan redaksi media ini.

Iqbal berharap dinas pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Limapuluh Kota melalui jajarannya bisa mengambil sikap dan kebijakan positif menyelesaikan masalah ini. Untuk fasilitas gedung, mobiler dan tenaga pengajar SDN 01 Pangkalan sangat mencukupi sekolah ini meneriam 2 rombel, terang Iqbal.

Para calon wali murid dari Jorong Tigo Balai tidak terima anak anak mereka disarankan mendaftar di SDN 10 Pangkalan. Jarak dari mereka berdomisili ke SDN 10 tersebut cukup jauh, juga kakak kakak mereka sudah sekolah di SDN 01 Pangkalan dari dulu. Jika dipaksakan mereka mendaftarkan anak anak mereka ke SDN 10 tersebut, para wali murid tidak akan mendaftarkan anak mereka sekolah, bahkan ada yang akan mengeluarkan anaknya yang sudah belajar di SDN 01 Pangkalan karena tidak mungkin anak anak mereka terpisah sekolah. Jarak yang cukup jauh menyulitkan mereka mengontrol anak anak mereka tiap hari. Apalagi kesibukan mereka mencari nafkah tidak bisa di kesampingkan juga.

Kalau kami mampu menyekolahkan anak kami jauh dari rumha bagus anak kami masuk boarding school atau pesantren terang para calon wali murid.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img