Padang – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumatera Barat (Sumbar), memprediksikan akan terjadi peningkatan 15 hingga 20 persen kebutuhan pangan hewani selama bulan ramadhan.
“Untuk memenuhi kenaikan permintaan itu, kami mempersiapkan stok sebanyak perkiraan tersebut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Disnakeswan Sumbar, Harmen di Padang, Selasa.
Ia mengatakan untuk saat ini pihaknya akan menjamin ketersediaan bahan pangan hewani, yakni telur, daging dan susu tersebut aman hingga pasca Idul Fitri.
“Biasanya harga akan melonjak saat menjelang Ramadhan, tapi dari kami akan ada penetapan harga sehingga keseragaman harga dapat terjadi di pasaran,” ujarnya.
Namun, kata dia, jika harga masih melonjak pihaknya akan menggelar pasar murah.
“Boleh saja menaikan harga, namun harus menurut mekanismenya. Jika terjadi kenaikan harga dalam produksi boleh saja menaikan harga jual namun tidak begitu jauh kenaikannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dalam memantau harga pangan tersebut dimulai dari sekarang hingga Lebaran usai.
“Jika masih didapati pedagang yang tidak taat peraturan dan menaikan harga semaunya, kami akan tindak secara tegas dengan memberikan sanksi,” ujarnya.
Semantara itu, anggota Komisi II DPRD Sumbar, Sabrana mengatakan, dari laporan yang diterima legislatif melalui instansi terkait, Sumbar saat ini surplus berbagai kebutuhan pokok.
Berupa produksi cabai, beras, hingga daging dan telur yang ada di Sumbar melebihi dari yang dibutuhkan masyarakat, katanya.
“Namun, terkadang karena ulah pedagang atau spekulan, kenaikan harga menjelang puasa dan lebaran seperti agenda tahunan yang tak bisa dihindari,” katanya.
Ia meninta pemerintah provinsi untuk dapat memperketat pengawasan. Bagi oknum yang terbukti melakukan penyelewengan hingga memicu kenaikan harga dapat langsung ditindak tegas, dan diproses sesuai aturan atau hukum yang ada.
“Tak hanya itu, saat kenaikan harga terpantau mengkhawatirkan, Dinas Peternakan, Disperindag, Bulog dan SKPD terkait lainnya kita minta untuk turun guna mengadakan operasi pasar,” ujarnya.
[Ant/Oleh M R Denya Utama]