spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

3 Orang Mahasiswa Unand Ciptakan PLTS dengan Termoelektrik
3

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Tiga orang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat (Sumbar) yakni Rizqi Akbar, Budion Rizki Putra dan Dicky Ardiansyah berhasil menciptakan suatu sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan memanfaatkan rangkaian komponen termoelektrik.

“Sistem pembangkit listrik yang kami ciptakan ini memanfaatkan cahaya matahari yang diteruskan oleh komponen termoelektrik untuk merubah energi panas menjadi energi listrik,” kata Rizqi Akbar, di Padang, Selasa.

Dalam hal ini katanya komponen termoelektrik memiliki peranan penting dalam penghasil tenaga listrik tersebut.

Dia memaparkan sistem kinerja dari pembangkit tersebut yang berawal dari energi cahaya matahari yang dipantulkan oleh “receiver” penerima berupa refektor yang berbentuk seperti antena parabola.

Kemudian pada bagian atas refektor parabola tersebut ditempel bahan semikonduktor termoelektrik yang kemudian bersambung dengan kabel untuk mesin pengontrol.

Dalam termoelektrik tersebut energi cahaya dirubah menjadi panas yang kemudian menjadi energi listrik searah, katanya.

Dengan memanfaatkan mesin kontrol maka listrik searah tersebut dijadikan arus bolak balik.

“Untuk satu komponen termoelektrik berukuran 4×4 cm dapat menghasilkan daya 2 watt dengan perbedaan temperatur panas dan dingin sebesar 80 derajad celcius,” sebutnya.

Menurutnya bila ingin menghasilkan 1250 watt listrik tentunya membutuhkan 625 komponen termoelektrik.

Tentunya dengan daya listrik sebesar itu dapat menjalankan beberapa produk elektronik rumah tangga, ucapnya.

“Untuk harga bahan, PLTS termoelektrik diperkirakan lebih murah ketimbang sel atau panel surya,” katanya.

Dia menyebutkan bila satu sel surya harganya Rp 2,5 juta maka PLTS Termolektrik ini kesemua komponennya berharga antara 1 hingga Rp 1,5 juta.

Meskipun demikian dia mengaku bahan termolektrik ini belum banyak dijual di pasaran.

Bahkan katanya, dia temannya harus mengimpor bahan tersebut dari negara Tiongkok.

“Sejauh ini PLTS belum teraplikasi sepenuhnya masih butuh penyempurnaan lagi,” ucapnya.

Akan tetapi katanya, karya ini telah mendapat pengahrgaan dalam lomba LKTI Nasional beberapa bulan lalu.

Sementara itu sebelumnya Dirut PLN, Sofyan Basir mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan sumber energi listrik alternatif, dimana salah satunya pemanfaatan melalui cahaya matahari.

 

[Ant/Oleh M R Denya Utama]
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img