30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemkab Pasaman Barat Berlakukan Darurat Bencana
P

Kategori -
- Advertisement -

Simpang Ampek – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memberlakukan darurat bencana di Kecamatan Talamau pascabencana alam longsor dan banjir beberapa waktu lalu.

“Memang Pasaman Barat daerah rawan bencana dan saat ini kita berlakukan tanggap darurat bencana di Pasaman Barat khususnya di Kecamatan Talamau,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Pasaman Barat, Yunadi di Simpang Ampek, Rabu.

Ia mengatakan, saat ini musim hujan terus berlangsung dan sejumlah warga masih mengungsi di tempat sanak famili.

Khusus untuk longsor di Sinuruik Talamau saat ini ada sekitar 25 kepala keluarga (KK) yang meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Sebab, bukit Kapalo Banda tersebut masih sangat rawan kembali longsor.

“Retakan bukit itu masih jelas terlihat. Dikhawatirkan longsor kembali datang,” ujarnya.

Untuk wilayah longsor Sinuruik, Pemkab Pasaman Barat memberlakukan tanggap darurat selama 14 hari sejak Jumat (22/8).

Pihaknya juga telah memberikan bantuan 225 paket lauk pauk untuk 25 KK dan beras 402 kilogram untuk 25 KK. Bantuan akan terus dilakukan jika situasi belum kondusif.

“Kerusakan akibat longsor tersebut merusak puluhan hektare sawah warga. Sedangkan warga yang berdomisi disekitarnya masih trauma dan banyak yang mengungsi,” ujarnya.

Sedangkan untuk wilayah Kajai Talamau, pascaluapan dua sungai pada Senin (25/8) malam, sekitar 77 KK masih mengungsi di rumah saudaranya.

Pemkab memberlakukan darurat bencana selama tujuh hari dan jika belum kondusif maka akan diperpanjang selama 14 hari.

Pihaknya saat ini telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban bencana banjir. Sebanyak 919 kilogram beras untuk 97 KK atau 413 jiwa telah disalurkan.

“Sebanyak 238 kilogram beras untuk 85 jiwa atau 20 KK baru kita salurkan Rabu (27/8) untuk kejorongan Kampung Alang setelah sebelumnya Selasa (26/8) bantuan juga telah sampai,”jelasnya.

Selain beras juga diberikan bantuan berupa peralatan dapur, peralatan mandi kepada 46 KK yang peralatannya hanyut semua dibawa air.

“Khusus untuk tenda akan kita lihat situasinya dan jika belum kondusif akan dipasang tenda. Kita akan meminta peralatan tenda ke Pemprov Sumbar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas PU, Dinas Pertanian dan instansi terkait dalam penanggulangan bencana.

Dinas Sosial menyiagakan tenaga tagana, tenaga kampung siaga bencana dan tenaga kerja sosial. Mereka ditempatkan di 11 kecamatan yang ada di Pasbar.

Sementara dilokasi banjir Jorong Kajai Talamau saat ini kondisi sudah mulai kondusif. Warga mulai membersihkan rumahnya yang tergenang lumpur.

Secara keseluruhan ada sekitar 77 rumah rusak berat dihantam banjir. 10 titik irigasi rusak berat, dua jembatan putus dan 5.000 jiwa terisolasi akibat terputusnya jembatan di lokasi itu.

“Saat ini kondisi mulai kondusif namun warga masih trauma karena musim hujan terus berlangsung,” kata Wali Nagari (kepala desa) Kajai, Gusti Dt Mangkudum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangam Hortikultura dan Peternakan, Edrizal mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan berapa kerusakan lahan pertanian dan sarana lainnya akibat longsor dan banjir.

“Kita masih berkoordinasi dengan instansi terkait dan petugas sedang melakukan pendataan di lapangan,” katanya. (antara)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img