25.5 C
Padang
Tuesday, December 1, 2020
Beritasumbar.com

Pemerintah Tetapkan Target Bauran Energi Pembangkit Hingga 2025
P

Kategori -

Jakarta,BeritaSumbar.com, – Pemerintah terus menjaga agar komposisi bauran energi (energy mix) pembangkit tetap optimal. Upaya ini ditempuh melalui pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero 2018-2027.
Dalam RUPTL tersebut, Pemerintah telah menetapkan target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025 untuk Batubara sebesar 54,4%, Energi Baru Terbarukan (EBT) 23,0%, Gas 22,2% dan Bahan Bakar Minyak (BBM) 0,4%.
“Pemerintah telah mengesahkan bauran energi pembangkit dalam RUPTL PLN. Kami melihat terutama rencana bauran EBT akan meningkat dari 12,4% di tahun 2018 menjadi 23% di 2025 nanti,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa (20/3).
Proyeksi tersebut, lanjut Agung, diasumsikan apabila semua pekerjaan penyelesaiaan proyek pembangkit tidak mengalami kendala yang berarti sehingga bisa beroperasi sesuai target.
Dalam 10 tahun mendatang, kapasitas pembangkit di seluruh Indonesia akan mendapat tambahan sebesar 56 GW. PLTU Batubara akan mendominasi jenis pembangkit yang akan dibangun, yaitu mencapai 26,8 GW atau 47,8%. Selain itu, ada juga tambahan dari PLT Gas dan Uap (PLTGU) 10,4 GW atau 18,6%, PLTG/PLTMG 3,8 GW atau 6,8%.
Dari EBT sendiri akan mendapat tambahan kapasitas dari PLT Air 8,3 GW sebesar 14,8%, PLT Panas Bumi 4,6 GW atau 8,2% dan beberapa pembangkit lainnya berbahan bakar Solar, Sampah, Biogas dan Biomassa sebesae 2,1 GW atau sekitar 3,7%.
“Khusus untuk EBT pada tahun 2025 mudah-mudahan kalau sesuai RUPTL kapasitasnya bisa bertambah sebesar 7,3 GW,” jelas Agung.
Strategi Pengembangan
Pemenuhan pasokan listrik di beberapa wilayah tertentu akan diutamakan melalui pengembangan kapasitas pembangkit. Selain untuk memenuhi pertumbuhan beban, faktor keandalan pasokan jadi titik tekan atas antisipasi melonjaknya kebutuhan listik selama 10 tahun mendatang.
“Pengembangan kapasitas ini akan diarahkan sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mengembangkan EBT dan program 35.000 MW,” tandas Agung.
Sesuai persetujuan Menteri ESDM, imbuh Agung, pengembangan pembangkit oleh PT PLN berpegang pada prinsip biaya penyediaan listrik rendah (least cost) dengan tetap memenuhi kecukupan daya dan tingkat keandalan wajar dalam industri tenaga listrik.
Pemerintah juga terus mendorong PLN mengoptimalkan penggunaan EBT dengan mempertimbangkan efisiensi harga dan menjaga keseimbangan supply dan demand serta status kesiapan pembangkit.
Indikasi pemilihan lokasi pembangkit juga bagian tak kalah penting. Dengan begitu, pengembangan kapasitas pembangkit secara tidak langsung akan memperhatikan ketersediaan energi primer setempat, kedekatan pusat beban, regional balance, topologi jaringan transmisi, kendala sistem transmisi hingga hingga permasalahan teknis, lingkungan maupun sosial.
Daerah penghasil batubara, misalnya. Jenis pembangkit yang lebih tepat diprioritaskan untuk dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang atau pengembangan pembangkit berbasis gas di sekitar mulut sumur gas (wellhead).
“Kondisi ini sesuai dengan yang apa yang diinisiasikan oleh Menteri Jonan atas pembangunan pembangkit di dekat lokasi bahan baku agar bisa menekan biaya produksi sehingga menjadi lebih efisien,” jelas Agung.
Meminimalkan BBM
Pergeseran menuju energi primer yang optimal diharapkan meminimalkan penggunaan BBM. Tercatat pemakaian BBM untuk pembangkit listrik dari 11,4 juta kiloliter pada tahun 2011 menjadi hanya 6,3 juta KL pada 2017.
Hal yang sama juga terjadi pada proyeksi pengoperasian pembangkit. Pembangkit pemikul beban puncak terus diupayakan untuk tidak menggunakan BBM. Penggunaaan BBM hanya akan dipakai sebagai penyangga (buffer) dalam mempercepat ketersediaan daya sebelum energi primer tersedia lebih ekonomi.
PLN merencanakan akan mengoptimalkan potensi gas, seperti Liquified Natural Gas (LNG) dan Compressed Natural Gas (CNG) ataupun potensi hidro, seperti PLT Air peaking dengan reservoir dan pumped storage sebagai pembangkit pemikul beban puncak.
Sementara, Mobile Power Plant (MPP) bisa digunakan untuk pemikul beban kecil karena pembuatnya yang terbilang singkat dan mobile ataupun PLT Gas dan Uap (PLTGU) untuk pemikul beban menengah. (rel/imo)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Ketum LPPKI Azwar Siri Dipercaya Sebagai Team Seleksi Calon Anggota BPSK Sumbar

Padang,BeritaSumbar.com,- Seleksi tertulis dan wawancara calon anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Sumatra Barat dari unsur pemerintah yang dilaksanakan di Aula...

Pembelajaran Tatap Muka Harus Cegah Klaster Institusi Pendidikan

JAKARTA - Pembukaan kembali pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan mengutamakan pencegahan penularan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan...

Pendapatan Daerah Berkurang, Pembangunan masjid Raya Batal

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Harapan warga Kota Payakumbuh miliki masjid raya dalam waktu dekat tidak dapat terealisasi. Pembangunan Masjid raya yang direncanakan dimulai tahun depan gagal...

KPK Menyerahkan Aset BMN Untuk Mendukung Operasional Kantor KASN

Bertempat di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/11/20) diselenggarakan acara serah terima penetapan status penggunaan barang milik negara yang berasal dari...

Turun ke Posko Banjir Dua Nagari, Kapolres Pessel serahkan Bantuan.

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,- Jajaran Kepolisian Resor Pesisir Selaran secara spontan membagikan sejumlah paket sembako kepada warga korban banjir dua nagari, Nagari Binjai Tapan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Gaji THL di Payakumbuh dipastikan berkurang pada 2021

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Meski sempat mendapatkan penolakan dari seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gaji Tenaga Harian Lepas di Kota Payakumbuh...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Menanam Bunga Krokot, Hobi Membawa Berkah Ditengah Pandemi Covid-19

Padang,BeritaSumbar.com,- Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang boring akan keadaan yang tak lazimnya seperti saat ini, hanya berdiam dan hampir semua...

Di Hari Pahlawan Para Kooperator Indonesia Gelar Diskusi Daring Dengan Tema “Inisiasi Pendirian dan Deklarasi Partai Koperasi di Indonesia”

Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Selasa, 10 November 2020, pukul 20.00-22.00 WIB, sejumlah aktivis koperasi atau yang biasanya disebut sebagai kooperator di...

Padang Panjang Latih Koperasi Mengelola Pembiayaan Berbasis Syariah

Padang Panjang, www.beritasumbar.com - Pemerintah Kota Padang Panjang ke depannya akan menerapkan sistem perekonomian syariah, untuk itu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan...

APBD Payakumbuh 2021 Defisit, Ini Penyebabnya

Payakumbuh , www.beritasumbar.com - Perintah Kota Payakumbuh mulai bahas Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun 2021 bersama dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD)...

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang...

Keripik Karamunting Cemilan Kaya Antioksidan

Padang,- Pandemi Covid-19 tak hanya menghentikan kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka di kampus. Pandemi ini juga memaksa program kreativitas mahasiswa (PKM)...

KOORDINASI PERUSAHAAN INDUSTRI

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh Pengertian Expansion(pengembangan) Pengembangan...

PENGAWASAN ANGGARAN

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh Pengertian Anggaran Anggaran...
- Advertisement -