25.9 C
Padang
Kamis, Januari 27, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemberdayaan PKK Dalam Meningkatkan Self Management Terkait Pandemik Covid-19 Di Jorong Bansa
P

- Advertisement -

Oleh: Mulyanti Roberto Muliantino
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Pandemik Covid 19 berdampak pada perubahan berbagai aspek kehidupan baik dimensi bio, psiko, sosio, ekonomi, spiritual dan kultural. Infeksi virus SARS-CoV-2 (coronavirus) sebagai penyakit infeksi baru yang belum diketahui obatnya, menyerang secara tiba-tiba dengan penularan dan penyebaran progresif yang cepat mengakibatkan kecemasan dan ketakutan hampir diseluruh lapisan masyarakat.

Langkah antisipasi sesuai anjuran WHO dan Kemenkes RI dengan pemakaian masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari keramaian merupakan adaptasi yang dilakukan dalam kondisi pandemik ini. Meskipun adaptasi kebiasaan baru terlah dilakukan, namun angka infeksi semakin meningkat, positivity rate Provinsi Sumatera Barat yang pada awalnya berada di bawah 1%, sekarang meningkat tajam menjadi 2,74%.

Berdasarkan data pantauan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga tanggal 22 Agustus 2021 mencapai 84.280 orang, dengan kasus aktif sebanyak 7.623 (9,04%). Sebagian besar wilayah Kabupaten/ Kota di Sumatera Barat masuk kategori zona resiko tinggi dan sedang, salah satunya Kabupaten Agam. Semula Kabupaten Agam berada pada zona hijau, setelah berakhirnya PSBB pertambahan kasus positif di wilayah ini semakin meningkat.

Jorong Bansa merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Agam yang terletak dipinggir kota Bukittinggi. Peningkatan yang signifikan jumlah kasus positif Covid-19 untuk wilayah Agam dan Bukittinggi membawa dampak resiko pada wilayah jorong Bansa. Total kasus positif di Kabupaten Agam sampai tanggal 16 Agustus 2021 yaitu 7.030 orang dan kota Bukittinggi yaitu 2.564 orang. Di jorong Bansa terdapat lebih dari 10 kasus positif Covid-19.

Jorong Bansa memiliki kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan organisasi masyarakat yang memberdayakan wanita untuk ikut serta dalam pembangunan kesejahteraan keluarga.


Kelompok PKK jorong Bansa terdiri dari 25 anggota yang memiliki 10 program pokok diantaranya kesehatan dan perencanaan sehat. Dalam kondisi pandemik Covid-19 masyarakat jorong Bansa memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terinfeksi Covid-19 dikarenakan sepertiga masyaratnya memiliki mata pencaharian sebagai pedagang yang berjualan di kota Bukittinggi, mereka setiap hari bolak balik dari kampung ke Bukittinggi.

Hal ini membuat resiko transmisi virus yang cukup tinggi. Selain itu jorong Bansa juga terletak di lingkaran kawasan wisata Danau Tarusan, sehingga banyak akses dari luar yang masuk melewati jorong ini. Kontak tak terduga bisa mengakibatkan transmisi virus. Interaksi sosial yang tinggi serta belum adanya penerapan protokol kesehatan mengakibatkan resiko penularan yang tinggi bagi masyarakat.

Resiko tinggi infeksi ini tidak diimbangi dengan pengetahuan dan sikap manajemen diri (self management) yang adekuat dari masyarakat terkait Covid-19. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan melalui pemberdayaan PKK dalam pemberian edukasi terstruktur, informasi yang benar dan tepat yang bertujuan agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat meningkat dan mereka tidak salah kaprah dengan infeksi Covid-19. Kelompok PKK bisa mendistribusikan informasi yang benar kepada masayarakat melalui program PKK yaitu kesehatan dan perencanaan sehat.

Melalui program Ipteks Berbasis Dosen dan Masyarakat (IbDM) oleh Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas dengan tim yang teridiri dari Ns. Mulyanti Roberto Muliantino, S.Kep., M.Kep, Ns. Yuanita Ananda, S.Kep., M.Kep dan Dr. Ns. Rika Sarfika, S.Kep., M.Kep melakukan kegiatan “Pemberdayaan PKK Dalam Meningkatkan Self Management Terkait Pandemik Covid-19 Di Jorong Bansa”.

Tim juga melibatkan 2 orang mahasiswa Fakultas Keperawatan yaitu Adelia Sandra dan Hasby Yessiva. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 dengan pemberian edukasi terkait penyakit Covid-19, tindakan pencegahan Covid-19 dan pentingnya vaksinasi Covid-19. Dalam kegiatan ini sebanyak 25 orang kader PKK Jorong Bansa dilatih tentang langkah-langkah cuci tangan yang benar dan cara penggunaan masker yang benar.

Sebelum diberikan edukasi, semua kader PKK dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal terkait Covid-19 dan setelah kegiatan dilakukan kembali post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan. Kader PKK sangat antusias mengikuti pelatihan ini dan hasil analisis didapatkan peningkatkan pengetahuan kader terkait pencegahan infeksi Covid-19.

Di jorong Bansa juga banyak ditemukan tanaman obat yang tidak termanfaatkan oleh masyarakat, seperti jahe, temulawak dan kunyit. Tananam obat tersebut padahal bisa menjadi sumber untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil penelitian menjelaskan banyak tanaman obat seperti kunyit dan jahe yang berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serang infeksi. Zat yang terkandung pada kunyit dan jahe berperan sebagai antioksidan dalam tubuh.

Jahe memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi yang terdiri dari zat- zat aktif seperti shogaol, gingerol, zingeron dan zat antioksidan alami. Senyawa metabolit ini dapat menghambat pertumbuhan agen patogen yang menginfeksi tubuh. Kandungan anti oksidan yang tinggi ini dibutuhkan tubuh untuk menangkal radikal bebas dari luar sehingga akan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi penyakit, termasuk infeksi virus corona.

Sifat anti inflamasi pada jahe bermanfaat dalam mengatasi masalah  radang sendi dan gangguan otot, menurunkan kadar kolesterol jahat dan gangguan jantung. Kunyit juga banyak digunakan sebagai rempah-rempah yang berkhasiat bagi tubuh.  Kandungan  curcumin yang terdapat dalam kunyit merupakan senyawa  fenolik.

Hasil studi menunjukan kunyit bermanfaat sebagai antiparasit, antiinfeksi, antiokasidan, antimikroba. Kunyit juga  mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati radang,  mengurangi rasa mual, mengatasi perut yang kembung, mengurangi nyeri saat  haid, obat alergi, menangkal bakteri jahat, penawar racun, mengobati  maag, menstabilkan kadar gula darah,  melawan infeksi, menjaga fungsi hepar/ hati dan membantu menurunkan berat badan.

Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kader PKK yang diketuai oleh Ibu Fitriyanti juga dilatih untuk meracik obat tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat yang terdapat disekitar mereka sehingga dapat meningkatkan imunitas keluarga. Pelatihan meracik obat tradisional ini yaitu dengan membuat minuman herbal dari bahan jahe sebanyak 200 gram dan kunyit  200 gram yang terdapat di lingkungan sekitar rumah masyarakat.

Bahan tersebut diolah dengan mengiris tipis-tipis dan merebus dengan air pada suhu 100o C selama 30 menit, lalu menambahkan gula merah sebanyak 200 gram dan dibiarkan mendidih selama 10 menit (Botahala, 2021). Minuman herbal ini dapat dikonsumsi oleh keluarga untuk meningkatkan kekebalan tubuh keluarga.

Hasil studi menunjukan bahwa dengan memberikan informasi dan edukasi yang benar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang infeksi Covid-19, dan lebih lanjut metode edukasi terstruktur dapat merubah sikap masyarakat kearah positif untuk mau menerapkan manajemen diri (self management) dalam upaya pencegahan infeksi Covid-19 dan meningkatkan dejarat kesehatan masyarakat. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat (empowerment), menggunakan potensi dan sumber daya yang ada dengan melibatkan masyarakat baik dalam promosi, edukasi dan aplikasi.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img