30.1 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemasangan Kanopi di Jl Minangkabau Bukittinggi, Ini Penjelasannya
P

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi membuat Awning/kanopi di Jl Minangkabau, sebagai kawasan Night Market (Pasar Malam, red) bagi Pedagang Kaki Lima (PKL), mendapat penolakkan dari sekelompok pedagang.

Aksi mereka yang tidak banyak diikuti pedagang toko yang lain, dimana terdiri dari beberapa orang aja dengan mengatasnamakan Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jl Minangkabau, pada Sabtu (22/1/2022), memasang spanduk bertuliskan “wali kota dengarkan kami, batalkan awning/kanopi & night market Jl Minangkabau. Ini mendzalimi kami, wargamu”.

Sebelum pemasangan spanduk dengan posisi melintang di atas Jl Minangkabau, yang kedua sisi kiri dan kanannya diikat ke bagian atas bangunan setempat menggunakan tali, mereka terlebih dulu berfoto sambil memegang spanduk.

Muhammad Fadli, salah satunya diantaranya yang merupakan Pengurus Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jl Minangkabau kepada wartawan mengaku, keberatan dengan rencana pemasangan Awning/kanopi tersebut.

“Pemasangan Awning/kanopi, cahaya matahari tidak bisa didapatkan lagi, artinya dengan pemasangan Awning/kanopi tidak mendapatkan cuaca yang seperti biasanya,” ujarnya.

Menurut dia, secara teknis penolakkan Awning/ kanopi telah dijelaskan pada 16 juli 2021.

Selain memasang spanduk tersebut, mereka juga memasang stiker yang bertuliskan “Kami Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jalan Minangkabau, Menolak Keras Pembuatan Awning/kanopi & Night Market di Jalan Minangkabau oleh Pemkot Bukitinggi”.

Jumlah toko di Jl Minangkabau mencapai kurang lebih 90 toko. Dalam aksi hanya dilakukan mereka yang dapat dihitung jari tersebut, tidak berpengaruh kepada pengunjung saat melewati kawasan itu.

Sejumlah toko di Jl Minangkabau, terlihat tetap melayani konsumen datang ke toko sebagaimana biasanya.

Dukung Awning

Seorang pedagang di Jl Minangkabau, Uh (55), ke media terkait rencana pemerintah kota Bukittinggi memasangan Awning/kanopi, mendukung rencana tersebut.

Kata dia, setiap adanya kebijakan di rencanakan pemerintah, tentu sudah melalui proses panjang menyangkut dinas-dinas terkait.

“Kami pelaku usaha di sini, percaya pemerintah sudah mengkaji dengan solusi-solusi terbaik. Saya pribadi mendukung Awning tersebut,” ucapnya.

Tingkatkan Kesejahteraan

Konsep “Minangkabau Street Night Market” atau Pasar Malam Jl Minangkabau pernah disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar ketika masih berkampanye, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilakada) 2020.

Kawasan Pasar Malam di Jl Minangkabau ditujukan bagi PKL maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), guna meningkatkan kesejahteraan mereka yang tidak mendapatkan tempat untuk berdagang di kawasan Jam Gadang.

Melalui Pasar Malam di Jl Minangkabau itu, PKL dapat berdagang saat malam hari di sekitaran pusat keramaian kota, yakni Jam Gadang.

Kawasan Jam Gadang pada siang dan malam akan selalu ramai, begitu juga Jl Minangkabau, lantaran berhadapan langsung dengan Jam Gadang,.

“Ketika pertokoan di sana sudah tutup, kawasan itu kita manfaatkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak memiliki toko seperti PKL maupun UMKM mencari penghidupan. Di sana agar terangkat kesejahteraannya,” ujar Erman, saat kampanye dulunya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img