Bukittinggi, beritasumbar.com – Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menjelaskan Tabungan Utsman merupakan program kolaborasi antara Pemkot dengan BPRS Jam Gadang.
Sejak Juli 2021, BPR sudah dikonversi secara keseluruhan kepada BPR Syariah Jam Gadang, untuk membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi disusunlah program dan pembiayaan Tabungan Utsman.
“Tabungan Utsman dibuat dengan dasar tingginya tingkat kebutuhan UMKM terhadap modal,banyak rentenir yang memanfaatkan kebutuhan pelaku usaha itu, namun ada riba di dalamnya, untuk itu kami mengajukan anggaran ke DPRD Bukittinggi agar Tabungan Utsman dapat direalisasikan,” jelas Erman Safar.
Wako mengatakan Tabungan Utsman ini sistemnya masyarakat menabung dan bisa menerima pinjaman dimuka dengan akad pinjaman syariah tanpa ada riba didalamnya karena nasabah akan menabung cicilan pokoknya saja setiap harinya.
“Seluruh biaya ditanggung Pemkot melalui APBD Bukittinggi jika peminjaman tentunya ada marginnya tapi margin tersebut akan dibayarkan pemerintah, intinya semua biaya yang ditimbulkan akan ditanggung Pemko Bukittinggi, jika ada kelebihan pembayaran, tidak akan dimanfaatkan BPRS, tapi langsung masuk tabungan nasabah secara otomatis dengan adanya Tabungan Utsman, berhentilah meminjam ke rentenir,” kata Wako.
Ia menyebut, hingga saat ini sudah mendaftar sekitar 1.200 calon nasabah namun dari hasil informasi debitur, baru sebanyak 700-an nasabah yang bisa mendapatkan layanan Tabungan Utsman ini.
“Slotnya bisa dimanfaatkan 2.000 orang selama satu tahun, Insya Allah akan kita tambahkan di periode berikutnya melalui DPRD Bukittinggi,” kata Erman Safar.
Ia mengakui banyaknya komentar miring saat ide dan rencana Pembiayaan Tabungan Ustman dilakukan pemerintah.
“Memang ada komentar miring, mereka bilang julo-julo atau menipu uang rakyat, kita tidak menyayangkan itu karena memang program ini satu-satunya yang ada di Indonesia menurut OJK,” kata Erman.
Penyusunan pembangunan Pemkot Bukittinggi untuk 2022 memang tidak banyak, pemerintah lebih banyak memberikan bantuan bersifat langsung dan berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Pandemi mengakibatkan orang miskin baru bertambah di Bukittinggi dari semula hampir 20.000 jiwa masyarakat rawan dan harus diselamatkan dan kini bertambah menjadi 36.000 orang, mudah-mudahan dengan pembiayaan Utsman dapat membantu masyarakat,” ujarnya. (Adil)